makanan khas bali - News | Good News From Indonesia 2026

Menjelajahi Makanan Khas Bali, Cita Rasa yang Tumbuh dari Tradisi dan Budaya Pulau Dewata

Menjelajahi Makanan Khas Bali, Cita Rasa yang Tumbuh dari Tradisi dan Budaya Pulau Dewata
images info

makanan khas bali | sumber pexels


Makanan khas Bali merupakan representasi nyata dari filosofi hidup masyarakat Pulau Dewata yang memadukan kekayaan rempah-rempah alami, ajaran tradisi Hindu Bali, serta kehangatan budaya gotong royong dalam setiap masakanya. Kelezatan racikan kuliner Pulau Dewata sejatinya tidak lahir secara kebetulan, melainkan dibentuk dari olahan hasil bumi yang melimpah hingga penghormatan terhadap alam serta Sang Pencipta.

Setiap sajian dalam peradaban masakan Bali menyimpan latar belakang sejarah yang mendalam, di mana banyak di antara hidangan ikonik tersebut berawal dari bagian upacara keagamaan di pura sebelum akhirnya dikenal luas sebagai santapan favorit para wisatawan. Lalu, apa saja makanan khas Bali yang dapat Kawan GNFI coba? Simak informasinya berikut ini.

Apa yang Membuat Makanan Khas Bali Begitu Istimewa?

Karakteristik utama yang membedakan makanan Bali dari kuliner daerah lainnya di Nusantara terletak pada penggunaan bumbu dasar yang disebut base genep. Bumbu racik khas ini terdiri atas perpaduan lengkap belasan jenis rempah alami—seperti kunyit, lengkuas, jahe, kencur, serai, bawang merah, bawang putih, kemiri, ketumbar, hingga cabai yang ditumbuk halus dan ditumis hingga menghasilkan aroma yang kuat dan cita rasa gurih-rempah yang kompleks.

Pengaruh budaya Hindu Bali, konsep hidup Tri Hita Karana, serta tradisi upacara adat memegang peran krusial dalam perkembangan kuliner lokal. Banyak hidangan disiapkan secara khusus untuk ucapacara keagamaan melalui dalam menyiapkan masakan dalam jumlah besar.

Perlu dipahami oleh Kawan GNFI bahwa tidak semua olahan disajikan untuk konsumsi sehari-hari, sebagian memiliki fungsi seremonial sakral yang disajikan pada momen-momen tertentu.

Dikutip dari Repository Pradita University, makanan Bali juga dipengaruhi oleh bagaimana sejarah zaman Kerjaaan Bali kuno, budaya bali, hingga ucapara keagamaan.

Kuliner Pulau Dewata memiliki banyak sekali ragam, Kawan GNFI penasaran apa saya makanan khas Bali? Simak artikel berikut ini.

baca juga

Ragam Makanan Khas Bali dan Citra Rasanya

Berikut ini adalah ragam jenis makanan khas Bali seperti:

1.Ayam Betutu

Ayam Betutu merupakan salah satu ikon paling ternama dalam khazanah kuliner khas Bali. Dikutip dari ulasan pariwisata Repository Pradita University, hidangan ini diproses secara perlahan menggunakan bumbu baluran base genep yang dibungkus daun pisang atau pelepah pinang, kemudian dibakar dengan api sekam dalam waktu lama hingga bumbu meresap sempurna ke serat daging terdalam.

Dahulu, hidangan Ayam Betutu kerap disajikan sebagai sajian khusus dalam upacara adat untuk hidangan para dewa dan leluhur.

2. Sate Lilit

sate lilit bali, makanan khas bali, bali
info gambar

Sate Lilit Bali | Photo by kevin yung on Pexels


Sate Bali, Sate Nyuh, atau Sate Pusut atau orang kerap menamainya dengan sate lilit, berbeda dari sate pada umumnya di Indonesia yang menggunakan tusukan bambu runcing. Sate Lilit dibuat dengan cara melilitkan adonan daging cincang halus pada batang serai segar atau bilah bambu pipih. Daging yang digunakan dapat berupa ikan laut, ayam, maupun babi, yang dicampur secara merata bersama parutan kelapa muda, santan, serta bumbu khas Bali.

Sate lilit berkembang sejak masuknya agama Hindu Bali dan menyimpan nilai spiritual yang mendalam. Dikutip dari Disbud Bali, kuliner asli Pulau Dewata ini memiliki dua fungsi utama, yaitu sebagai hidangan lezat untuk dikonsumsi sekaligus sarana persembahan (banten) dalam upacara keagamaan, seperti pada Hari Raya Galungan, pembuatan sate dan lawar menjadi tradisi yang melambangkan keikhlasan serta wujud bakti masyarakat Hindu Bali kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa).

3. Babi Guling

Babi Guling memiliki sejarah panjang sebagai salah satu hidangan utama dalam upacara ritual masyarakat Hindu Bali. Babi muda utuh dibersihkan lalu dibalur dan diisi perutnya dengan racikan bumbu rempah base genep serta daun kesumba/daun singkong, sebelum dipanggang sambil diputar-putar (digulingkan) di atas bara api kayu bakar selama beberapa jam hingga kulitnya menjadi renyah berwarna keemasan.

Karena hidangan ini terkait erat dengan tradisi keagamaan tertentu, penyajiannya dipahami secara kontekstual di mana tidak semua masyarakat Bali mengonsumsinya, namun tetap menjadi warisan kultural yang sangat dihormati.

4. Nasi Campur Bali

nasi campur, nasi campur bali, makanan khas bali, bali
info gambar

nasi campur Bali | Sumber Pexels


Nasi Campur Bali menjadi hidangan yang paling populer dan mudah ditemukan oleh wisatawan karena menyajikan keanekaragaman lauk dalam satu piring. Seporsi nasi putih hangat disajikan bersama kombinasi sate lilit, suwiran ayam betutu, lawar, telur bumbu bali, kacang tanah goreng, dan sambal matah segar.

Variasi penyajiannya sangat fleksibel tergantung daerah dan warung yang menyajikannya, menjadikannya perkenalan terbaik bagi Kawan GNFI yang ingin mengeksplorasi banyak cita rasa kuliner Bali sekaligus.

5. Lawar

Menurut pubikasi Universitas Ciputra, Lawar adalah makanan tradisional Bali yang memadukan racikan sayuran, kelapa, terasi, daging cincang, dan bumbu rempah tradisional. Kuliner tradisional ini memiliki beragam sebutan nama yang disesuaikan dengan jenis daging serta sayuran yang digunakan di dalamnya.

Terdapat berbagai ragam lawar, seperti Lawar Putih yang tampil polos tanpa bahan tambahan darah, serta Lawar Merah yang mendapatkan cita rasa gurih khas dari campuran darah segar hewan olahan. Daging yang digunakan bisa berupa ayam, babi, atau bebek (lawar kuwir).

Lawar memegang peran esensial dalam upacara adat Hindu Bali dan hampir selalu dibuat secara bersama-sama oleh warga laki-laki desa saat momen ngayah.

6. Jukut Ares

Jukut Ares merupakan masakan berkuah unik yang memanfaatkan batang muda pohon pisang (ares) sebagai bahan utamanya. Batang pisang diiris tipis-tipis, diremas dengan garam untuk menghilangkan getahnya, kemudian dimasak bersama kuah kaldu tulang ayam atau babi yang dibumbui racikan base genep. Sajian berkuah hangat ini menghadirkan cita rasa gurih, lembut, dan sedikit gurih-pedas yang hangat, serta selalu hadir dalam jamuan makan bersama seusai upacara adat berlangsung.

7. Tum Ayam

Tum Ayam menggunakan teknik memasak tradisional dengan membungkus cincangan daging ayam berbumbu rempah Bali rapat-rapat menggunakan daun pisang, lalu mengukusnya hingga matang sempurna. Berbeda dari pepes Jawa yang sering kali kering, Tum Ayam memiliki tekstur yang sangat juicy dan kaya aroma daun pisang yang menyatu dengan keharuman rempah-rempah alami khas Bali.

8. Serombotan

 

Berasal dari Kabupaten Klungkung, Serombotan adalah hidangan olahan sayuran rebus setengah matang—seperti kangkung, kacang panjang, tauge, terung bulat, dan pare yang disajikan lengkap dengan dua jenis bumbu sekaligus.

Dikutip dari laman Ceraken Dishub Bali, sayuran ini disiram dengan bumbu kalas (santan kental berbumbu kunyit, kencur, dan lengkuas) serta ditambahi bumbu kacang pedas dan taburan kacang goreng renyah, menciptakan paduan rasa segar, pedas, dan gurih yang tiada dua.

9. Sate Plecing

sate plecing bali, makanan khas bali, bali
info gambar

Sate Plecing Bali | sumber: Wikimedia Commons


Sate Plecing menawarkan rasa gurih-pedas yang tajam dan menyegarkan. Potongan daging ayam, sapi, atau babi yang dipanggang diberi curahan sambal plecing khas Bali yang terbuat dari cabai rawit, terasi bakar, tomat, minyak kelapa, dan perasan jeruk limau segar. Perpaduan ini membedakan Sate Plecing dari sate berbumbu kacang manis yang umum ditemui di Jawa.

 

10. Tipat Cantok

Tipat Cantok merupakan makanan rakyat yang sangat populer di seluruh penjuru Bali. Makanan sederhana ini terdiri atas potongan ketupat (tipat) dan sayuran rebus (seperti tauge, kangkung, dan kacang panjang) yang diulek langsung (cantok) bersama bumbu kacang tanah yang diracik segar dari cabai, bawang putih, kencur, gula merah, dan perasan jeruk limau.

11. Rujak Kuah Pindang

Keunikan Rujak Kuah Pindang terletak pada penggunaan kuah kaldu ikan pindang yang gurih dan asin sebagai cairan penyiram potongan buah-buahan segar seperti mangga muda, kedondong, dan bengkuang. Dipadukan dengan cabai, terasi, dan garam, kudapan ini menghadirkan sensasi rasa manis, asam, pedas, dan rasa segarnya laut yang sangat meledak di lidah.

12. Sambal Matah

Sambal Matah telah menjadi pelengkap wajib yang menyempurnakan berbagai sajian makanan khas Bali. Terbuat dari irisan mentah bawang merah, cabai rawit, serai, daun jeruk, terasi bakar, perasan jeruk limau, dan siraman minyak kelapa panas, sambal ini menghadirkan cita rasa mentah yang sangat segar, aromatik, dan renyah.

13. Bulung Buni

Bulung Buni adalah olahan rumput laut hijau segar (Caulerpa spp.) yang populer di kawasan pesisir seperti Pantai Serangan dan Denpasar. Sebagaimana dicatat dalam liputan kegiatan festival kuliner oleh Pemkot Denpasar di Setda Denpasar, keanekaragaman hasil laut Bali dimanfaatkan secara bijak melalui hidangan ini, di mana rumput laut dicuci air panas lalu disajikan bersama siraman kuah pindang, parutan kelapa bakar, dan taburan kedelai goreng yang kaya antioksidan.

14. Pie Susu Bali

Pie Susu Bali berkembang pesat seiring dengan kemajuan industri pariwisata Pulau Dewata. Kudapan manis berkulit renyah dengan isian custard telur-susu yang lembut ini telah menjadi buah tangan favorit wisatawan. Seiring berkembangnya zaman, variasi rasa modern seperti keju, cokelat, dan teh hijau turut memperkaya pilihan oleh-oleh khas Bali ini.

baca juga

15. Laklak Bali

laklak bali, makanan khas bali, bali
info gambar

Laklak Bali | Sumber: Epicure Vietnam


Laklak Bali adalah jajanan tradisional sejenis serabi kecil yang terbuat dari adonan tepung beras dan air daun suji/pandan hijau. Dimasak menggunakan cetakan tanah liat di atas tungku kayu, Laklak disajikan hangat dengan taburan kelapa parut gurih dan siraman juruh (gula merah cair). 

Dikutip dari Repository Pradita University, sejarahnya, jaje laklak awalnya merupakan makanan persembahan sakral dalam berbagai upacara keagamaan Hindu di Bali. Jajanan tradisional ini kerap disajikan dalam ritual penting seperti piodalan, pernikahan, penyambutan tamu, hingga upacara kematian sebagai wujud persembahan untuk para dewa dan leluhur.

baca juga

Eksplorasi Warisan Kuliner Khas Bali Bersama GNFI!

Kekayaan makanan khas Bali adalah satu dari sekian ribu pesona kebudayaan yang dimiliki Indonesia. Keberagaman makanan tradisional Bali membuktikan bahwa sajian kuliner tidak sekadar urusan pemenuh rasa lapar, melainkan bentuk penghormatan terhadap alam, leluhur, tradisi keagamaan, dan ikatan kekeluargaan masyarakatnya. 

Melalui dominasi racikan bumbu rempah base genep serta pelestarian hidangan bernilai budaya tinggi, ragam olahan makanan Bali dan makanan tradisional Bali senantiasa menjaga identitas kultural Pulau Dewata agar tetap harum di mata dunia. Bagi Kawan GNFI, menjelajahi sajian Bali adalah cara terbaik untuk menyelami keindahan tradisi Nusantara secara utuh dan bermakna.

Mari terus kenali, cintai, dan lestarikan keragaman tradisi serta kuliner otentik Tanah Air melalui artikel-artikel budaya terlengkap hanya di Good News From Indonesia (GNFI)!

Referensi:

Repository Pradita University PENGEMBANGAN KULINER TRADISIONAL BALI DENGAN METODE MODIFIKASI MODERN PLATING https://repository.pradita.ac.id/id/eprint/87/1/Wingky%20(SK).pdf

Disbud Bali https://ceraken.baliprov.go.id/detail/sate-lilit-bali-1694054476

Dishub Bali https://ceraken.baliprov.go.id/detail/serombotan-1694055486

Publikasi Universitas Ciputra Filosofi Lawar Bali https://www.ciputra.ac.id/htb/filosofi-lawar-bali/ 

https://www.setda.denpasarkota.go.id/berita/perkenalkan-masakan-tradisional-bali-pemkot-kembali-gelar-food-heritage-festival

https://www.indonesia.travel/id/id/travel-ideas/gastronomy/deretan-kuliner-khas-bali-yang-jadi-favorit-wisatawan-tionghoa

 

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Evita Damayanti lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Evita Damayanti.

ED
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.