Transformasi digital kini tidak lagi menjadi milik kota-kota besar atau institusi dengan fasilitas serba lengkap. Di berbagai daerah, perubahan juga mulai tumbuh melalui kolaborasi sederhana yang lahir dari kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. Salah satunya hadir di SDN Tulungrejo 1 Kota Batu melalui Smart School Hub, sebuah inovasi yang dikembangkan mahasiswa KKN Tematik FIA Universitas Brawijaya untuk mendukung digitalisasi layanan informasi dan administrasi sekolah.
Kawan GNFI, perkembangan teknologi telah mengubah banyak aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Sekolah tidak hanya dituntut memberikan pembelajaran yang berkualitas, tetapi juga mampu menyampaikan informasi secara cepat, terbuka, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Di sisi lain, berbagai administrasi sekolah masih banyak dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu dan tenaga yang tidak sedikit.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN Tematik Kelompok 42 FIA UB menghadirkan Smart School Hub, sebuah program yang dirancang untuk membantu sekolah memanfaatkan teknologi digital secara sederhana, tetapi berkelanjutan.
Program ini tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga memastikan bahwa inovasi yang dikembangkan benar-benar dapat digunakan dan dikelola secara mandiri oleh pihak sekolah setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir.

Tim Pengembang Program KKN Tematik Kelompok 42 FIA UB 2026. Sumber foto: Dokumentasi Pribadi.
Menjawab Kebutuhan Nyata Sekolah
Melalui program ini, SDN Tulungrejo 1 Kota Batu kini memiliki dua inovasi digital yang saling melengkapi, yaitu website profil sekolah dan Digitalisasi Jurnal 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat berbasis Notion.
Kedua platform tersebut resmi diperkenalkan kepada kepala sekolah, guru, komite sekolah, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Batu, paguyuban orang tua, serta berbagai pihak yang hadir dalam kegiatan peluncuran pada 28 Juli 2026.
Website profil sekolah dikembangkan sebagai pusat informasi resmi yang dapat diakses oleh masyarakat kapan saja. Kehadirannya diharapkan mampu memperkuat citra sekolah sekaligus mempermudah orang tua, calon peserta didik, maupun masyarakat memperoleh informasi yang akurat.
Membangun Sekolah yang Lebih Adaptif melalui Inovasi Digital
Selain menghadirkan website, tim KKN juga mengembangkan Digitalisasi Jurnal 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat berbasis Notion sebagai solusi untuk membantu guru memantau pembiasaan positif peserta didik secara lebih efektif.
Selama ini, pencatatan perkembangan kebiasaan siswa masih dilakukan secara manual sehingga membutuhkan waktu lebih lama dalam proses rekapitulasi dan penyimpanan data. Melalui sistem digital ini, proses tersebut menjadi lebih praktis, rapi, dan mudah diakses kapan pun diperlukan.
Platform tersebut memuat 7 indikator kebiasaan positif yang menjadi fokus pembinaan karakter siswa, yaitu bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur lebih awal.
Seluruh indikator tersebut tersusun dalam sistem yang sederhana sehingga memudahkan guru dalam melakukan pencatatan maupun pemantauan perkembangan setiap peserta didik secara berkelanjutan.
Kawan GNFI, menariknya, inovasi ini tidak dibangun menggunakan teknologi yang rumit ataupun membutuhkan perangkat khusus. Tim memilih platform yang mudah dipelajari sehingga guru dapat mengoperasikannya secara mandiri tanpa memerlukan kemampuan teknis yang kompleks.
Pendekatan ini menjadi salah satu kunci agar inovasi yang diberikan benar-benar dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang, bukan sekadar digunakan selama kegiatan KKN berlangsung.

Penyerahan luaran program kepada pihak SDN Tulungrejo 1 Kota Batu. Sumber foto: Dokumentasi Pribadi.
Kolaborasi menjadi Kunci Keberhasilan
Peluncuran kedua inovasi tersebut tidak hanya menjadi momen seremonial, tetapi juga ruang belajar bersama antara mahasiswa dan pihak sekolah. Dalam kegiatan tersebut, tim KKN memperkenalkan fitur-fitur dalam website sekaligus mendemonstrasikan cara penggunaan Digitalisasi Jurnal 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat kepada kepala sekolah, guru, komite sekolah, perwakilan Dinas Pendidikan Kota Batu, serta orang tua yang hadir.
Suasana diskusi berlangsung interaktif dengan berbagai pertanyaan dan masukan mengenai penerapan kedua platform dalam aktivitas sekolah sehari-hari.
Antusiasme peserta menunjukkan bahwa kebutuhan akan inovasi digital di lingkungan sekolah memang semakin besar. Kehadiran website memberikan ruang bagi sekolah untuk menyampaikan informasi secara lebih terbuka kepada masyarakat, sementara jurnal digital membantu guru mengelola administrasi dengan lebih efisien.
Kedua inovasi tersebut saling melengkapi dalam mendukung tata kelola sekolah yang lebih modern dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Agar manfaat program dapat terus dirasakan setelah masa pengabdian mahasiswa berakhir, tim KKN juga menyerahkan modul panduan penggunaan serta video tutorial kepada pihak sekolah.
Dengan demikian, guru memiliki panduan yang dapat digunakan untuk mengelola website maupun jurnal digital secara mandiri sehingga keberlanjutan program tetap terjaga.

Demonstrasi Digitalisasi Jurnal 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat berbasis Notion. Sumber foto: Dokumentasi Pribadi.
Inovasi Sederhana dengan Dampak Berkelanjutan
Bagi SDN Tulungrejo 1 Kota Batu, kehadiran situs sekolah dan Digitalisasi Jurnal 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat bukan sekadar penambahan fasilitas digital. Kedua inovasi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun tata kelola sekolah yang lebih modern, transparan, dan responsif terhadap perkembangan teknologi.
Website sekolah memudahkan masyarakat memperoleh informasi resmi secara cepat, sementara sistem digital membantu guru mengelola administrasi pembiasaan siswa secara lebih efektif dan terdokumentasi dengan baik.
Program ini juga menunjukkan bahwa transformasi digital di dunia pendidikan tidak selalu memerlukan teknologi yang mahal atau sistem yang rumit. Yang lebih penting adalah memahami kebutuhan pengguna dan menghadirkan solusi yang sederhana, mudah digunakan, serta mampu memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Pendekatan inilah yang menjadi dasar pengembangan Smart School Hub selama pelaksanaan KKN Tematik FIA Universitas Brawijaya di Kota Batu.
Melalui kolaborasi bersama pihak sekolah, dosen pembimbing lapangan, serta dukungan dari Dinas Pendidikan Kota Batu, mahasiswa tidak hanya menjalankan program pengabdian masyarakat, tetapi juga berupaya meninggalkan inovasi yang dapat terus dimanfaatkan setelah masa KKN berakhir.
Keberlanjutan menjadi salah satu prinsip utama dalam pengembangan kedua platform tersebut sehingga sekolah dapat mengelola dan mengembangkannya secara mandiri sesuai kebutuhan di masa mendatang.

Diskusi bersama peserta mengenai implementasi luaran digital di lingkungan sekolah. Sumber foto: Dokumentasi Pribadi.
Kawan GNFI, kisah dari SDN Tulungrejo 1 Kota Batu membuktikan bahwa perubahan besar sering kali berawal dari langkah-langkah sederhana. Ketika mahasiswa, guru, sekolah, dan pemerintah daerah bersedia berkolaborasi, teknologi dapat menjadi jembatan untuk menghadirkan layanan pendidikan yang lebih baik, lebih terbuka, dan lebih adaptif terhadap tantangan zaman.
Harapannya, Smart School Hub tidak berhenti sebagai inovasi yang hadir di satu sekolah saja. Semangat kolaborasi dan pemanfaatan teknologi yang dibangun melalui program ini dapat menginspirasi sekolah-sekolah lain untuk mulai mengembangkan solusi digital sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
Dengan begitu, transformasi digital di dunia pendidikan tidak hanya menjadi wacana, tetapi benar-benar tumbuh dari daerah melalui kontribusi nyata berbagai pihak.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


