puton green farm dari kknt ipb university - News | Good News From Indonesia 2026

Puton Green Farm dari KKNT IPB University dan Dinas Pertanian Jombang: Tanah Sehat Menuju Panen Berkelanjutan

Puton Green Farm dari KKNT IPB University dan Dinas Pertanian Jombang: Tanah Sehat Menuju Panen Berkelanjutan
images info

Dokumentasi Pribadi


Ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida kimia masih menjadi tantangan yang dihadapi banyak petani di Indonesia. Penggunaan bahan kimia secara terus-menerus dapat menurunkan kualitas tanah, mengurangi keberagaman mikroorganisme, serta meningkatkan biaya produksi pertanian.

Menyadari kondisi tersebut, KKNT IPB University bersama Dinas Pertanian Kabupaten Jombang dan Pemerintah Desa Puton menghadirkan Puton Green Farm sebagai upaya mendorong pertanian yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan.

Melalui Puton Green Farm, berbagai inovasi berbasis bahan organik dan mikroorganisme lokal diperkenalkan kepada petani sebagai alternatif yang lebih berkelanjutan.

Program ini tidak hanya berfokus pada peningkatan hasil panen, tetapi juga pada pemulihan kesehatan tanah agar produktivitas lahan dapat terjaga dalam jangka panjang.

Tanah yang sehat merupakan fondasi utama dalam sistem pertanian. Ketika unsur organik tanah terus berkurang akibat penggunaan pupuk kimia secara berlebihan, struktur tanah menjadi lebih padat, kemampuan menahan air menurun, dan aktivitas mikroorganisme yang bermanfaat ikut berkurang.

baca juga

Oleh karena itu, Puton Green Farm hadir dengan pendekatan yang mengutamakan keseimbangan ekosistem pertanian melalui pemanfaatan sumber daya lokal yang mudah diterapkan oleh masyarakat.

Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah pembuatan bokashi. Bokashi merupakan pupuk organik hasil fermentasi bahan-bahan seperti jerami, dedak, sekam, dan kotoran ternak dengan bantuan mikroorganisme.

Dibandingkan dengan kompos biasa, bokashi memiliki proses pembuatan yang lebih cepat dan mampu meningkatkan kandungan bahan organik dalam tanah. Penggunaan bokashi diharapkan dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kemampuan tanah menyimpan air, serta menyediakan unsur hara yang lebih seimbang bagi tanaman.

Selain bokashi, Dinas Pertanian Puton serta KKNT IPB University juga melakukan perbanyakan Trichoderma sp., yaitu jamur yang berperan sebagai agen hayati dalam mengendalikan penyakit tanaman yang berasal dari tanah.

Trichoderma mampu menekan perkembangan jamur patogen sekaligus membantu meningkatkan pertumbuhan akar tanaman. Dengan memanfaatkan agen hayati ini, petani dapat mengurangi ketergantungan terhadap fungisida kimia dan membangun sistem budidaya yang lebih aman bagi lingkungan.

Program ini juga memperkenalkan perbanyakan Beauveria bassiana sebagai bioinsektisida alami. Jamur ini dikenal efektif dalam mengendalikan berbagai jenis hama serangga pada tanaman. Penggunaan Beauveria bassiana menjadi salah satu alternatif pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan karena tidak meninggalkan residu kimia yang berlebihan di lahan pertanian.

Dalam mendukung ketersediaan nutrisi tanaman, Puton Green Farm mengembangkan pembuatan pupuk cair rumen. Pupuk ini memanfaatkan limbah rumen dari rumah potong hewan yang diolah melalui proses fermentasi sehingga menghasilkan pupuk organik cair yang kaya akan unsur hara dan mikroorganisme.

Pemanfaatan limbah organik ini tidak hanya mengurangi pencemaran lingkungan, tetapi juga meningkatkan nilai guna limbah menjadi produk yang bermanfaat bagi pertanian.

Upaya peningkatan kesuburan tanah juga dilakukan melalui perbanyakan Paenibacillus sp., bakteri yang memiliki kemampuan membantu melarutkan fosfat di dalam tanah sehingga lebih mudah diserap oleh tanaman. Keberadaan bakteri ini berpotensi meningkatkan efisiensi pemupukan serta mendukung pertumbuhan tanaman secara alami.

Tidak hanya itu, Puton Green Farm turut memperkenalkan pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dari akar bambu. PGPR merupakan kelompok bakteri menguntungkan yang mampu merangsang pertumbuhan tanaman, meningkatkan ketahanan terhadap stres lingkungan, serta membantu penyerapan unsur hara.

baca juga

Akar bambu dipilih sebagai sumber mikroorganisme karena memiliki populasi bakteri yang beragam dan mudah diperoleh di lingkungan sekitar desa.

Sebagai pelengkap sistem pertanian ramah lingkungan, dilakukan pula penanaman refugia di sekitar lahan pertanian. Refugia adalah tanaman berbunga yang berfungsi sebagai habitat bagi musuh alami hama, seperti predator dan parasitoid.

Kehadiran refugia membantu menjaga keseimbangan ekosistem pertanian dengan mengurangi populasi hama secara alami, sehingga kebutuhan penggunaan insektisida kimia dapat ditekan.

Hal yang membedakan Puton Green Farm bukan hanya pada teknologi yang diperkenalkan, tetapi juga pada pendekatan kolaboratif yang diterapkan. Program ini melibatkan petani, pemerintah desa, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, dan mahasiswa KKNT IPB University dalam proses pembelajaran bersama.

Pendampingan dilakukan secara langsung agar pengetahuan yang diberikan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi, melainkan dapat diterapkan secara nyata di lahan pertanian masyarakat.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa pertanian berkelanjutan dapat dimulai dari desa melalui pemanfaatan potensi lokal dan penguatan kapasitas petani. Ketika petani mampu memproduksi pupuk organik, agen hayati, dan mikroorganisme secara mandiri, biaya produksi dapat ditekan, kualitas tanah dapat diperbaiki, dan ketergantungan terhadap input pertanian berbahan kimia dapat dikurangi.

Pada akhirnya, Puton Green Farm menjadi langkah nyata menuju sistem pertanian yang lebih sehat, efisien, dan berkelanjutan. Melalui sinergi antara KKNT IPB University, Dinas Pertanian Kabupaten Jombang, dan Pemerintah Desa Puton, program ini diharapkan mampu menjadi contoh bahwa keberlanjutan pertanian bukan hanya tentang menjaga lingkungan. Namun, juga tentang meningkatkan kesejahteraan petani dan menjaga produktivitas lahan untuk generasi mendatang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AN
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.