digitalisasi syaikh maulana baribin desa sikanco - News | Good News From Indonesia 2026

Mahasiswa IPB Mendigitalisasi Jejak Syaikh Maulana Baribin di Desa Sikanco

Mahasiswa IPB Mendigitalisasi Jejak Syaikh Maulana Baribin di Desa Sikanco
images info

Digitalisasi Wisata Religi Desa Sikanco KKNT Inovasi IPB University 2026


Perkembangan teknologi membuka cara baru dalam merawat sejarah lokal. Warisan yang sebelumnya banyak tersimpan melalui cerita masyarakat, catatan keluarga, papan informasi, dan tradisi lisan kini dapat diperkenalkan kembali melalui ruang digital.

Semangat tersebut menjadi salah satu gagasan yang dibawa mahasiswa KKNT Inovasi IPB University 2026 selama melaksanakan pengabdian di Desa Sikanco, Kecamatan Nusawungu, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Melalui program digitalisasi wisata religi, mahasiswa mengembangkan sebuah situs web yang menghimpun informasi mengenai Makam Syaikh Maulana Baribin.

Situs tersebut dapat diakses melalui syaikh-baribin-sikanco.netlify.app. Kehadirannya tidak hanya berfungsi sebagai media promosi destinasi. Di dalamnya terdapat informasi mengenai sejarah, silsilah, panduan ziarah, fasilitas, lokasi, destinasi wisata sekitar, galeri dokumentasi, permainan edukatif, hingga cerita interaktif mengenai perjalanan Syaikh Maulana Baribin.

Kehadiran platform tersebut menjadi upaya untuk membawa warisan sejarah Desa Sikanco lebih dekat dengan masyarakat, terutama generasi yang semakin terbiasa mencari informasi melalui media digital.

baca juga

Membawa Sejarah Lokal ke Ruang Digital

Makam Syaikh Maulana Baribin menjadi salah satu bagian dari identitas sejarah dan kehidupan religi masyarakat Desa Sikanco. Cerita mengenai tokoh ini berkembang melalui berbagai sumber dan penuturan yang diwariskan di tengah masyarakat.

Dalam narasi sejarah yang dihimpun pada situs tersebut, Syaikh Maulana Baribin dikisahkan memiliki hubungan dengan lingkungan Kerajaan Majapahit sebelum melakukan perjalanan ke arah barat. Perjalanannya kemudian dikaitkan dengan Kerajaan Pajajaran hingga akhirnya jejak kehidupannya sampai pada wilayah yang kini dikenal sebagai Desa Sikanco.

Alih-alih menyajikan seluruh informasi dalam satu teks panjang, tim KKNT menyusunnya ke dalam sejumlah bagian sehingga pembaca dapat mengikuti perjalanan tersebut secara bertahap.

Informasi mengenai silsilah juga ditampilkan secara visual agar hubungan antargenerasi lebih mudah dipahami. Pendekatan ini menjadi penting karena digitalisasi sejarah bukan sekadar memindahkan informasi dari media cetak ke layar. Informasi juga perlu disusun agar dapat dipahami oleh masyarakat dengan latar belakang dan usia yang berbeda.

Tidak Hanya untuk Membaca Sejarah

Salah satu tantangan dalam pengembangan situs wisata adalah bagaimana membuat platform tetap bermanfaat bagi masyarakat yang benar-benar ingin berkunjung.

Atas dasar itu, situs Syaikh Maulana Baribin juga dilengkapi dengan informasi praktis bagi calon peziarah. Pengunjung dapat memperoleh informasi mengenai lokasi makam, petunjuk arah, fasilitas, jadwal ziarah rutin, imam ziarah, hingga narahubung pengelola.

Lokasi makam juga terhubung dengan peta digital sehingga pengunjung dapat memperoleh petunjuk perjalanan menuju Desa Sikanco.

Fitur tersebut menjadikan situs bukan hanya sebagai media dokumentasi, tetapi juga sebagai pusat informasi awal sebelum masyarakat berkunjung secara langsung.

Pengelolaan informasi juga tetap dikaitkan dengan masyarakat setempat. Kontak pengelola dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Sikanco disediakan agar teknologi tidak menggantikan peran masyarakat, melainkan menjadi jembatan antara calon pengunjung dan pengelola destinasi.

Menghubungkan Wisata Religi dengan Potensi Sekitar

Pengembangan wisata religi juga tidak harus berhenti pada satu titik kunjungan.

Melalui situs tersebut, Makam Syaikh Maulana Baribin dihubungkan dengan berbagai destinasi di sekitar Sikanco. Dalam radius sekitar 20 kilometer, pengunjung dapat menemukan pilihan wisata religi, bahari, dan edukasi.

Beberapa destinasi yang diperkenalkan antara lain Makam Adipati Mangku Praja I, Pantai Widarapayung dan Sidayu Indah, Pantai Tambak Banjarsari, Petilasan Suranegara dan Pantai Jetis, serta Pantai Sodong dan kawasan konservasi penyu.

Penyajian informasi tersebut membuka peluang untuk melihat wisata religi sebagai bagian dari perjalanan wisata yang lebih luas. Pengunjung yang datang untuk berziarah dapat sekaligus mengenal potensi wisata lain di kawasan Cilacap dan sekitarnya.

Dengan demikian, digitalisasi tidak hanya berfungsi untuk memperkenalkan satu objek, tetapi juga berpotensi membantu membangun keterhubungan antardestinasi.

baca juga

Belajar Sejarah melalui Permainan

Bagian lain yang dikembangkan adalah permainan edukatif. Situs menyediakan beberapa permainan, seperti Kartu Memori, Kuis Wawasan, Tebak Lokasi, dan Urutkan Silsilah.

Kehadiran permainan tersebut menjadi upaya untuk membuat sejarah lokal lebih dekat dengan generasi muda. Pengguna tidak hanya diminta membaca informasi, tetapi juga dapat berinteraksi dengan materi yang telah dipelajari.

Pendekatan serupa diterapkan melalui cerita digital mengenai perjalanan Syaikh Maulana Baribin. Kisah tersebut dibagi menjadi beberapa bab dengan perpaduan ilustrasi, narasi, dan unsur interaktif.

Salah satu bagian menceritakan tradisi nganco, yaitu aktivitas mencari ikan menggunakan alat berupa jaring bertangkai yang disebut anco. Dalam salah satu penuturan lokal yang disajikan pada situs, aktivitas tersebut dikaitkan dengan cerita mengenai asal-usul nama Sikanco.

Melalui cara ini, sejarah tidak hanya disampaikan sebagai kumpulan nama dan rangkaian peristiwa, tetapi sebagai cerita yang dapat diikuti oleh pembaca.

Digitalisasi wisata religi Syaikh Maulana Baribin menunjukkan bahwa inovasi di desa tidak selalu harus dimulai dengan teknologi yang rumit.

Hal yang paling penting adalah bagaimana teknologi dapat menjawab kebutuhan masyarakat dan membantu menjaga informasi lokal agar tidak semakin sulit ditemukan.

Bagi mahasiswa KKNT Inovasi IPB University 2026, pengembangan situs ini juga menjadi bentuk pengabdian yang diharapkan dapat terus dimanfaatkan setelah masa KKN selesai. Sementara itu, bagi Desa Sikanco, ruang digital dapat menjadi pintu masuk bagi masyarakat luar untuk mengenal sejarah, tradisi, dan potensi wisata desa sebelum berkunjung secara langsung.

Pada akhirnya, teknologi tidak menggantikan cerita yang hidup di tengah masyarakat.

Teknologi justru dapat menjadi salah satu cara untuk merawat cerita masa lalu, menghadirkannya pada masa kini, dan meneruskannya kepada generasi yang akan datang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

KI
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.