Paduan suara asal Tangerang Selatan, Svara Nusantara, menorehkan prestasi di ajang The 8th Tokyo International Choir Competition 2026. Dalam kompetisi yang berlangsung pada 24–26 Juli 2026 di Tokyo, Jepang, kelompok ini berhasil meraih gelar Category Winner untuk kategori Mixed Choir dengan skor 91,35 sekaligus menjadi Grand Prix Round Finalist, memperkuat posisi Indonesia di panggung paduan suara internasional.
Sebagai satu-satunya wakil Indonesia pada kategori Mixed Choir, Svara Nusantara tampil unggul atas peserta dari berbagai negara. Mereka mencatat skor tertinggi di kategorinya, mengungguli paduan suara asal Jepang yang berada di posisi kedua dengan skor 87,77.
Hasil tersebut mengantarkan Svara Nusantara melaju ke Grand Prix Round, babak yang mempertemukan para juara dari setiap kategori untuk memperebutkan gelar tertinggi kompetisi.
Melaju ke Babak Grand Prix
Momen ketika Svara Nusantara dipastikan lolos ke Grand Prix Round menjadi salah satu pengalaman paling berkesan bagi seluruh anggota tim. Artistic Director Tokyo International Choir Competition, Ko Matsushita, menyampaikan kabar tersebut secara langsung kepada para peserta Indonesia.
“Saya tidak bisa menunggu lebih lama lagi untuk menyampaikan bahwa kalian akan melaju ke Grand Prix Round,” ujar Ko Matsushita, dalam keterangan yang diterima GNFI.
Meski belum berhasil membawa pulang gelar Grand Champion, keberhasilan menjadi juara kategori dan tampil di babak Grand Prix dinilai sebagai pencapaian penting bagi komunitas yang baru berdiri pada 2023 tersebut.
Melewati Proses Panjang
Choir Master sekaligus salah satu pendiri Svara Nusantara, Ahmad Yani atau Javert, mengatakan pencapaian tersebut merupakan hasil dari proses panjang yang dibangun bersama seluruh anggota.
“Menjadi Category Winner di kategori Mixed Choir dan mendapatkan kesempatan tampil di Grand Prix Round adalah pengalaman yang sangat berarti bagi Svara Nusantara. Kami datang ke Tokyo bukan hanya untuk berkompetisi, tetapi juga untuk membawa cerita, kerja keras, dan semangat anak muda Indonesia ke panggung internasional,” ujarnya.
Menurut Ahmad Yani, perjalanan menuju kompetisi internasional tidak terlepas dari berbagai tantangan yang dihadapi komunitas independen, mulai dari proses latihan, produksi pertunjukan, pendanaan, hingga membangun kesiapan mental seluruh anggota.
“Perjalanan ini tidak selalu mudah. Sebagai komunitas independen, banyak hal yang harus kami bangun dan perjuangkan bersama, mulai dari proses musikal, produksi, pendanaan, sampai kesiapan mental seluruh tim. Karena itu, capaian ini bukan hanya tentang skor atau gelar, tetapi tentang bagaimana kami membuktikan bahwa kerja kolektif, disiplin, dan rasa percaya terhadap proses dapat membawa kami sejauh ini,” katanya.
Mendapat Apresiasi Juri Internasional
Penampilan Svara Nusantara juga mendapat apresiasi dari salah satu dewan juri, Paul Smith, musisi asal Britania Raya yang juga merupakan co-founder VOCES8, penulis The VOCES8 Method, serta CEO VOCES8 Foundation.
Dalam catatan penilaiannya, Paul Smith memuji energi yang ditampilkan kelompok asal Indonesia tersebut. “Terima kasih atas penampilan yang sangat dramatis ini. Saya sangat menyukai energi tersebut. Sesekali, saya akan menyarankan agar beberapa bagian dibawakan sedikit lebih perlahan untuk memberi ruang bagi musik dan teks agar dapat berbicara dengan lebih jelas. Secara keseluruhan, saya menyukai suara paduan suara kalian,” tulisnya.
Selain mengikuti kompetisi utama, Svara Nusantara juga tampil dalam satellite concert di Edozakura-dori Street dan berpartisipasi dalam TICC Exchange Party bersama peserta dari berbagai negara, seperti Jepang, Taiwan, Bulgaria, Amerika Serikat, dan Polandia. Pada kesempatan tersebut mereka membawakan lagu daerah Mana Lolo Banda dari Rote, Nusa Tenggara Timur, yang diaransemen Arga Rakasiwi sebagai upaya memperkenalkan kekayaan musik Indonesia kepada audiens internasional.
Terus Berkarya dari Tangerang Selatan
Didirikan pada 2023, Svara Nusantara merupakan komunitas paduan suara independen yang menjadi ruang bagi anak muda Jabodetabek untuk mengembangkan kemampuan bermusik sekaligus memperkenalkan budaya Indonesia melalui seni paduan suara. Sebelum tampil di Tokyo, kelompok ini telah mencatat sejumlah prestasi, di antaranya Grand Champion National Folklore Festival 2024, peringkat ketiga dan Best Choreography pada Jakarta National Choir Competition 2024, serta penghargaan Komunitas Berbasis Seni Terbaik dalam Tangsel Creative Award 2024.
Bagi Svara Nusantara, pencapaian di Tokyo bukanlah akhir dari perjalanan. Ahmad Yani menegaskan komunitasnya akan terus belajar dan meningkatkan kualitas penampilan pada kompetisi maupun pertunjukan berikutnya.
“Kami sangat bersyukur atas pencapaian ini, tetapi perjalanan Svara Nusantara tidak berhenti di sini. Kami percaya bahwa setiap panggung adalah ruang belajar. Setelah Tokyo, kami ingin terus bertumbuh, memperbaiki diri, dan membawa karya-karya yang semakin matang. Harapan kami, Svara Nusantara dapat terus menjadi ruang bagi anak muda untuk berkarya, berproses, dan membawa nama Indonesia dengan rasa hormat dan kebanggaan,” tutupnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

