Yogyakarta dikenal sebagai kota yang memberi ruang bagi tumbuhnya berbagai gagasan baru, termasuk kuliner. tidak sedikit anak muda yang memulai usaha dari langkah sederhana, lalu mengembangkannya menjadi tempat yang memiliki identitas sendiri.
Salah satu kisah tersebut datang dari Muhammad Winesqi Nibras atau yang akrab disapa Ibas. Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Gadjah Mada (UGM) ini dikenal aktif di berbagai kegiatan kepemudaan, mulai dari menjadi perwakilan Indonesia dalam Asia Youth Leaders Program di Jepang pada 2023, Duta SMA Nasional 2022, hingga masuk dalam 72 Ikon Prestasi Indonesia yang mendapat apresiasi Presiden Joko Widodo pada 2018.
Berangkat dari ketertarikannya pada dunia kuliner, Ibas kemudian membangun Ninoms, sebuah usaha yang berawal dari penjualan dimsum mentai dan kini berkembang menjadi House of Ninoms di kawasan Tegalrejo, Yogyakarta.
Berawal dari Open PO

Pembukaan House of Ninoms Tegalrejo Yogyakarta | Foto: GNFI/Pierre Rainer
Perjalanan Ninoms tidak dimulai dari restoran besar. Dalam company profile House of Ninoms dijelaskan bahwa usaha ini berawal pada 2024 melalui sistem open pre-order di lingkungan sekolah, kemudian berkembang menjadi stan sederhana di depan rumah. Setelah membuka outlet dine-in pertama, Ninoms terus memperluas jangkauannya hingga membuka restoran House of Ninoms.
House of Ninoms memadukan menu khas Jepang yang disesuaikan dengan cita rasa lokal serta menu dimsum yang telah lebih dulu dikenal pelanggan. Selain menghadirkan ragam menu, tempat ini juga dirancang sebagai ruang berkumpul bagi keluarga, mahasiswa, maupun komunitas di Yogyakarta.
Dalam wawancara dengan GNFI, Ibas menceritakan bahwa kecintaannya pada dunia kuliner muncul sejak lama. Awalnya, memasak menjadi cara sederhana untuk menghemat pengeluaran saat masih bersekolah. Dari situ ia mulai mencoba berjualan kepada teman-temannya, lalu membuka penjualan saat bulan Ramadan di depan rumah.
"Awalnya saya memang suka makan, lalu lama-lama juga suka mengolah makanan. Dulu memasak menjadi cara saya berhemat. Dari situ saya mencoba jualan lewat open PO ke teman-teman sekolah, kemudian berjualan saat puasa di depan rumah. Ternyata banyak yang menyukai dimsum mentai yang saya buat. Dari situlah Ninoms saya seriuskan hingga akhirnya berkembang menjadi beberapa cabang di Jogja."
Membangun Kedekatan dengan Pelanggan

Winesqi Nibras pada Pembukaan House of Ninoms Tegalrejo Yogyakarta | Foto: GNFI/Pierre Rainer
Persaingan bisnis kuliner yang semakin ramai tidak membuat Ibas ragu untuk terus mengembangkan usahanya.
Ia menjelaskan bahwa optimisme tersebut tumbuh seiring hadirnya pelanggan yang terus kembali. Baginya, makanan bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman yang menyertainya.
"Salah satu yang membuat saya yakin adalah banyak pelanggan yang punya cerita sendiri bersama Ninoms. Ada yang bilang setelah sembuh dari sakit, hadiah untuk dirinya adalah makan dimsum Ninoms. Itu menyentuh buat saya," papar Ibas.
"Karena kami percaya yang kami sajikan bukan hanya makanan, tetapi juga cerita dan suasana. Selain itu, bumbu yang kami racik juga sudah kami sesuaikan dengan lidah masyarakat Jogja," tutup Ibas kepada GNFI.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


