siapa sangka limbah tempurung kelapa ternyata bisa disulap jadi baterai dan biofuel - News | Good News From Indonesia 2026

Siapa Sangka, Limbah Tempurung Kelapa Ternyata Bisa Disulap Jadi Baterai dan Biofuel

Siapa Sangka, Limbah Tempurung Kelapa Ternyata Bisa Disulap Jadi Baterai dan Biofuel
images info

Foto oleh Daniel Dan di Unsplash


Keberadaan limbah pertanian seperti tempurung kelapa di Indonesia yang sangat melimpah kini mulai dilirik sebagai komoditas energi masa depan.

Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menginisiasi kerja sama internasional bersama Xiamen University dari Tiongkok untuk mengkonversi batok kelapa menjadi produk bernilai ekonomi tinggi. Kolaborasi ini didanai melalui skema RIIM Kolaborasi Internasional yang melibatkan Kementerian Sains dan Teknologi (MOST) Tiongkok.

Proyek riset bertajuk COCOPYRO ini dibedah dalam forum Focus Group Discussion (FGD) di Kawasan Sains dan Teknologi (KST) B.J. Habibie, Serpong, Tangerang Selatan. Agenda ilmiah ini mempertemukan para ilmuwan, akademisi, serta pelaku industri dari empat negara sekaligus, yaitu Indonesia, Tiongkok, Malaysia, dan India.

Kerja sama lintas negara ini dirancang untuk memadukan ketersediaan bahan baku biomassa Indonesia dengan keahlian teknologi pemrosesan material maju milik para mitra global.

"Kolaborasi dengan Tiongkok menjadi peluang untuk memperkuat pengembangan riset dengan menggabungkan potensi sumber daya biomassa Indonesia dan keahlian dalam pengembangan material serta teknologi penyimpanan energi," kata Kepala Pusat Riset Biomassa dan Bioproduk BRIN, Akbar Hanif Dawam.

 

Teknologi Pirolisis Katalitik dan Karbon Berpori

Pilihan teknologi yang diadopsi dalam proyek ini adalah teknik pirolisis katalitik. Proses pembakaran tanpa oksigen yang dibantu oleh zat katalis ini mampu memecah komponen kimia batok kelapa secara presisi untuk menghasilkan dua produk utama sekaligus, yaitu bahan bakar cair (biofuel) dan karbon aktif berkinerja tinggi.

Untuk memastikan ketercapaian target riset, alur kerja tim dibagi ke dalam empat kelompok tugas utama. Pembagian ini mencakup tahap peracikan materi katalis, optimasi reaksi pirolisis katalitik, modifikasi struktur karbon berpori, hingga perakitan prototipe perangkat penyimpanan energi berbasis biomassa.

"Berbagai masukan dalam FGD menjadi bahan penting untuk menentukan arah pengembangan penelitian selanjutnya sekaligus memperkuat sinergi antaranggota tim," ujar Koordinator proyek COCOPYRO sekaligus Peneliti Ahli Utama BRIN, Prof. Widya Fatriasari.

Rangkaian pengujian material ini disokong penuh oleh ketersediaan fasilitas laboratorium canggih di KST B.J. Habibie Serpong, seperti laboratorium baterai, laboratorium fisika, serta unit pengujian bahan bakar cair.

Guna mencegah hasil riset ini terhenti di atas kertas, BRIN mendorong keterlibatan aktif dari sektor manufaktur dan industri swasta sejak awal pengembangan. Sentuhan industri diperlukan agar proses pengolahan limbah ini memiliki skema bisnis yang logis serta ramah modal saat diproduksi secara masif.

Pemanfaatan ulang ampas tempurung kelapa menjadi komponen penyimpan listrik ini sejalan dengan prinsip ekonomi sirkular yang minim buangan sampah.

Penerapan teknologi konversi biomassa ini diharapkan mampu memberi nilai tambah pada sektor perkebunan lokal, sekaligus mendukung upaya pemerintah dalam mempercepat transisi menuju penggunaan energi bersih nasional.

 

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.