mengenal logam tanah jarang potensi indonesia yang berlimpah dan bikin baterai dunia menyala - News | Good News From Indonesia 2026

Mengenal Logam Tanah Jarang, Potensi Indonesia yang Berlimpah dan Bikin Baterai Dunia Menyala

Mengenal Logam Tanah Jarang, Potensi Indonesia yang Berlimpah dan Bikin Baterai Dunia Menyala
images info

Foto oleh Paul-Alain Hunt di Unsplash


Logam tanah jarang (rare earth elements) merupakan kelompok 17 unsur kimia di dalam tabel periodik yang mencakup scandium, yttrium, serta 15 unsur kelompok lantanida. 

Meskipun menyandang nama "tanah jarang", keberadaan unsur-unsur ini sebenarnya melimpah di kerak bumi. Sebutan tersebut muncul karena sifat kimianya yang sangat sulit dipisahkan dari mineral lain dan jarang ditemukan dalam konsentrasi tinggi yang mudah ditambang.

Keberadaan kumpulan unsur ini memegang peran yang sangat vital dalam manufaktur modern.

Logam tanah jarang menjadi bahan baku utama pembuatan berbagai perangkat teknologi masa depan, mulai dari komponen semikonduktor, magnet permanen berdaya tinggi untuk kendaraan listrik, baterai isi ulang, pembangkit listrik energi terbarukan, hingga komponen sistem pertahanan canggih.

Nilai guna unsur ini tidak terletak pada wujud mentahnya saat ditambang. Nilai terbesar dari komoditas ini baru tercipta setelah melalui proses ekstraksi, pemisahan, dan pemurnian tingkat tinggi hingga menjadi produk olahan berteknologi maju.

"Logam tanah jarang dipahami sebagai pembangunan rantai nilai industri nasional," kata Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman.


Peluang Besar dan Nilai Tambah Ekonomi

Indonesia menyimpan potensi cadangan logam tanah jarang yang sangat besar, yakni mencapai sekitar 350 ribu ton rare earth oxides (REO).

Harta karun mineral kritis ini berpeluang besar menjadi mesin penggerak baru bagi pertumbuhan sektor ekonomi nasional jika dikelola lewat skema industri terintegrasi.

Penguasaan rantai pasok dari hulu ke hilir diproyeksikan mampu mendongkrak daya saing industri dalam negeri di kancah global. Sehingga, Indonesia tidak lagi berhenti pada kegiatan pengerukan mineral mentah semata.

Pembentukan fasilitas pemurnian hingga pembuatan komponen siap pakai seperti magnet permanen akan membuka peluang investasi bernilai tinggi.

Skema pengembangan ekosistem ini secara langsung dapat memperkuat struktur manufaktur dalam negeri.

Pemrosesan mineral kritis secara mandiri di dalam negeri juga ditargetikan akan menghemat devisa dari impor komponen industri sekaligus membuka banyak lapangan kerja.

Meskipun begitu, pengembangan sektor ekonomi berbasis mineral kritis ini masih menghadapi beberapa kendala di lapangan. Keterbatasan teknologi ekstraksi serta pemurnian di dalam negeri masih menjadi tantangan utama.

Di samping itu, pengawasan pencatatan rantai pasok dan regulasi yang ada perlu diperkuat untuk mencegah risiko kebocoran sumber daya dari ekspor mentah yang minim nilai tambah.

Kini, strategi yang disiapkan adalah pengembangan yang mencakup lima pilar utama. Pilar tersebut meliputi penguatan regulasi dan tata kelola, pembangunan ekosistem teknologi pengolahan, penerapan standar lingkungan yang berkelanjutan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan diplomasi ekonomi global.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.