Belakangan video ikan lepu ramai menghiasi FYP TikTok. Dalam berbagai unggahan, warganet dibuat terpukau karena ikan tersebut nyaris tidak terlihat saat berada di dasar laut.
Tubuhnya menyatu dengan batu karang dan bebatuan, sehingga baru tampak ketika mulai bergerak atau mengembangkan siripnya yang menyerupai kipas. Penampilannya memang memikat, tetapi di balik kemampuan kamuflasenya, ikan ini menyimpan duri berbisa yang dapat membahayakan manusia.
Ikan lepu merupakan kelompok ikan laut dari famili Scorpaenidae. Salah satu spesies yang paling dikenal adalah Pterois volitans, yang secara internasional lebih populer dengan nama lionfish. Di berbagai daerah di Indonesia, ikan ini juga dikenal sebagai lepu ayam atau lapu-lapu. Selain lionfish, ikan ini memiliki sejumlah nama lain, seperti firefish, dragon fish, hingga scorpion fish.
Ahli Berkamuflase di Terumbu Karang
Kemampuan menyatu dengan lingkungan menjadi salah satu keunggulan utama ikan lepu. Habitat alaminya berada di kawasan terumbu karang dan dasar laut berbatu di perairan tropis maupun subtropis. Pola loreng pada tubuhnya yang memadukan warna merah, marun, cokelat, oranye, hitam, dan putih membuat keberadaannya sulit dibedakan dari karang maupun bebatuan di sekitarnya.
Kemampuan kamuflase inilah yang membuat video-video ikan lepu viral di media sosial. Banyak penyelam memperlihatkan bagaimana ikan tersebut hampir tidak terlihat hingga akhirnya menggerakkan sirip atau berenang perlahan. Di alam liar, kemampuan ini bukan sekadar untuk bersembunyi dari predator, tetapi juga menjadi strategi berburu yang sangat efektif.
Ikan lepu umumnya hidup di kedalaman sekitar 13 hingga 90 meter, meski paling sering ditemukan pada kedalaman 20 hingga 50 meter. Di Indonesia, spesies ini dapat dijumpai di berbagai kawasan laut yang masih memiliki ekosistem terumbu karang yang sehat, seperti Bunaken, Karimunjawa, hingga Kepulauan Alor.
Pemburu Malam dengan Serangan Kilat
Ikan lepu merupakan hewan nokturnal yang lebih aktif berburu pada malam hari. Pada siang hari, mereka biasanya berdiam diri di sela-sela karang atau celah bebatuan untuk menghindari perhatian predator sekaligus menghemat energi.
Sebagai predator karnivora, ikan lepu memangsa ikan-ikan kecil, udang, kepiting, hingga cumi-cumi kecil. Saat berburu, ia bergerak perlahan mendekati mangsa tanpa menimbulkan kecurigaan. Begitu jaraknya cukup dekat, ikan lepu membuka mulutnya dengan sangat cepat dan mengisap mangsa hanya dalam waktu sekitar 15 milidetik. Kecepatan tersebut membuat mangsanya hampir tidak memiliki kesempatan untuk melarikan diri.
Selain mengandalkan kamuflase, ikan ini juga memiliki tentakel lembut di sekitar mulut yang berfungsi sebagai alat sensor untuk mendeteksi keberadaan mangsa. Dalam urusan reproduksi, ikan lepu juga tergolong produktif. Seekor betina mampu menghasilkan sekitar 25.000 hingga 30.000 telur setiap kali bertelur, sementara usia hidupnya dapat mencapai 15 hingga 16 tahun.
Indah Dilihat, Jangan Disentuh
Meski tampak anggun ketika mengembangkan siripnya, ikan lepu sebaiknya tidak disentuh. Di sepanjang sirip punggungnya terdapat 13 duri yang terhubung dengan kelenjar racun. Duri berbisa juga terdapat pada beberapa bagian sirip lainnya dan berfungsi sebagai alat pertahanan ketika ikan merasa terancam.
Sebenarnya ikan lepu bukan hewan yang agresif terhadap manusia. Saat merasa terganggu, ia lebih sering menegakkan siripnya sebagai peringatan atau memilih bersembunyi. Namun, sengatan kerap terjadi karena penyelam, nelayan, atau wisatawan laut tidak sengaja menginjak atau menyentuh tubuhnya yang tersamar di antara karang.
Racun ikan lepu dapat menyebabkan nyeri hebat, pembengkakan, pusing, hingga kesulitan bernapas. Pada kondisi tertentu, sengatan yang tidak segera ditangani dapat menimbulkan komplikasi serius. Karena racunnya bersifat heat-labile, struktur toksinnya dapat rusak oleh suhu panas. Meski demikian, korban tetap perlu segera mendapatkan pertolongan medis untuk mengeluarkan duri yang mungkin tertinggal di dalam kulit, mencegah infeksi, dan memperoleh penanganan seperti vaksin tetanus bila diperlukan.
Di sisi lain, ikan lepu juga memiliki peran penting dalam ekosistem laut sebagai predator. Menariknya, meski memiliki duri berbisa, dagingnya tetap dapat dikonsumsi apabila bagian yang mengandung racun dibuang dengan benar sebelum dimasak. Rasanya bahkan disebut-sebut mirip dengan ikan kerapu. Namun, bagi penyelam maupun wisatawan yang menjumpainya di alam, cara terbaik tetaplah menikmati keindahan ikan lepu dari kejauhan tanpa mencoba menyentuhnya.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


