Sektor pertanian Indonesia hari ini berada di persimpangan jalan yang krusial. Di satu sisi, tantangan kedaulatan dan ketahanan pangan nasional makin mendesak; di sisi lain, ancaman krisis regenerasi petani membayang di depan mata.
Namun, harapan baru bertumbuh dari Desa Ciburayut ketika akademisi kampus, Pemerintah Desa, kelompok tani, dan pemuda Karang Taruna bersatu padu dalam satu meja kolaborasi.
Aksi Nyata Pengabdian: Menjawab Tantangan Pertanian Desa
Sering kali wacana pembangunan pertanian terjebak pada narasi makro di atas kertas, namun melupakan simpul terpenting di akar rumput: siapa yang akan mengelola tanah dan menjaga pangan kita di masa depan?
Berdasarkan data nasional, mayoritas petani produktif kini didominasi oleh generasi senior berusia di atas 45 tahun. Tanpa langkah nyata yang inklusif dan integratif, keberlanjutan sektor pangan akan menghadapi tantangan berat.
Menjawab tantangan tersebut, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ), melalui koordinasi panitia Hafizah Salsabilah, menginisiasi dan mengawal pembukaan program Sahabat Tani 2026. Kegiatan ini resmi dibuka pada Selasa, 28 Juli 2026 pukul 13.00 WIB bertempat di GOR Desa Ciburayut, dengan periode pelaksanaan penuh selama empat hari (28–31 Juli 2026)
"Ruang kuliah terbaik tidak hanya berada di dalam gedung atau laboratorium modern, melainkan langsung di atas tanah desa bersama para petani yang setiap hari menjaga benteng ketahanan pangan bangsa."
Peran Kunci Karang Taruna: Menjadi Jembatan Sustainabilitas
Salah satu elemen paling krusial dari program ini adalah pelibatan aktif Karang Taruna Desa Ciburayut. Pelibatan pemuda desa bukan sekadar pelengkap kehadiran, melainkan kunci utama agar keberlanjutan (sustainability) inovasi pertanian terus berjalan meskipun masa pengabdian kampus telah selesai
- Pendamping Teknis Digital & Inovasi: Mengawal adopsi aplikasi dan teknologi pertanian bagi para petani senior.
- Penggerak & Mobilisator Warga: Memastikan partisipasi aktif dan sinergi bapak-bapak Kelompok Tani di setiap sesi.
- Dokumentasi & Media Desa: Menyebarluaskan kabar baik dan potensi pertanian Ciburayut melalui kanal media digital.
- Fasilitator Kelembagaan: Menjadi jembatan komunikasi antara pengurus Kelompok Tani, mahasiswa, dan lembaga desa

Sambutan dan pemaparan program dari BEM Universitas Muhammadiyah | sumber: Dok. Pribadi Belgi Alhuda
Mengalir dalam Empat Hari: Rangkaian Alur Kegiatan
Sebagai pengurus Karang Taruna yang mendampingi langsung di lapangan, kami melihat bagaimana program ini dirancang secara terstruktur agar dampaknya benar-benar terasa oleh warga.
Perjalanan ini diawali pada Selasa, 28 Juli 2026 pukul 13.00 WIB di GOR Desa Ciburayut. Sesi pembukaan menjadi momen krusial tempat bertemunya tiga pilar utama: rekan-rekan BEM Faperta UMJ, Kementerian Pertanian, Pemerintah Desa Ciburayut serta jajaran Karang Taruna Desa Ciburayut. Pada hari pertama ini, agenda difokuskan pada pemetaan awal kebutuhan para petani serta penyamaan persepsi agar seluruh rangkaian program berjalan selaras dengan kondisi riil pertanian Ciburayut.
Memasuki hari kedua, Rabu, 29 Juli 2026, fokus kegiatan bergeser ke transfer pengetahuan teknis dan edukasi. Para mahasiswa dan pemuda desa mendampingi petani dalam pelatihan budidaya ramah lingkungan, pengenalan teknik pemupukan terpadu, hingga introduksi teknologi pertanian terapan yang tepat guna dan mudah diterapkan di lahan warga.
Pada hari ketiga, Kamis, 30 Juli 2026, alur kegiatan menekankan pada optimalisasi hasil panen dan sentuhan digitalisasi. Di sini Karang Taruna harus berperan aktif mendampingi bapak-bapak petani mempelajari tata cara penanganan pascapanen demi meningkatkan nilai jual produk, sekaligus mengenalkan potensi digitalisasi pemasaran agar hasil tani Ciburayut memiliki jangkauan pasar yang lebih luas.
Rangkaian pengabdian ini ditutup pada hari keempat, Jumat, 31 Juli 2026. Agenda difokuskan pada pendampingan tata kelola dan manajemen kelembagaan Kelompok Tani agar lebih solid dan berkelanjutan. Hari terakhir ini diakhiri dengan perumusan rencana tindak lanjut bersama serta penutupan resmi kegiatan.
Mari Bersinergi untuk Ciburayut yang Lebih Maju dan Berdaya!
Terima kasih sebesar-besarnya kami sampaikan kepada BEM Faperta UMJ atas ruang kolaborasi yang luar biasa ini, serta salam hormat setinggi-tingginya untuk bapak-bapak Kelompok Tani Desa Ciburayut yang tak pernah lelah menjaga benteng pangan kita.
Perjalanan baru saja dimulai! Mari dukung bersama aksi nyata ini hingga 31 Juli 2026. Bagikan artikel ini, berikan dukungan moral Anda, dan mari terus bersinergi demi mewujudkan Desa Ciburayut yang lebih maju, mandiri, dan berdaya.
Kolaborasi ini menaruh harapan besar pada terciptanya ekosistem pertanian desa yang mandiri, modern, dan berdaya saing. Ketika kearifan lokal bapak-bapak Kelompok Tani menyatu dengan wawasan akademis BEM Faperta UMJ serta didukung energi kreatif pemuda Karang Taruna, Desa Ciburayut siap menjadi pelopor kedaulatan pangan desa.
Semoga langkah kecil yang diayunkan dari GOR Desa Ciburayut ini menjadi inspirasi nasional bahwa pemuda dan pertanian adalah dua pilar yang tak terpisahkan dalam menyongsong masa depan Indonesia yang sejahtera.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


