AIESEC in Untan kembali melanjutkan rangkaian program AIESEC Future Leaders (AFL) Summer Peak 2026 melalui sesi Capacity Building 1, yang digelar pada Sabtu, 2 Mei 2026, bertempat di Gedung Kuliah Bersama A, Universitas Tanjungpura.
Kegiatan ini diikuti oleh 30 delegasi AFL Summer Peak 2026 dan menjadi sesi lanjutan setelah Induction Meeting yang berlangsung minggu sebelumnya. Fokus utamanya adalah pada penguatan kemampuan public speaking sebagai salah satu kompetensi dasar kepemimpinan.
AFL merupakan program pengembangan kepemimpinan unggulan AIESEC in Untan yang dirancang secara bertahap agar delegasi tidak hanya memahami nilai kepemimpinan secara teori, tetapi juga mampu mempraktekkannya secara langsung.
Pada tahap Capacity Building 1 ini, delegasi diajak mendalami materi bertajuk "Finding Your Voice: the Moana Way", sebuah sesi yang dirancang khusus untuk membekali delegasi dengan struktur pesan yang jelas, teknik penyampaian yang efektif, hingga kepercayaan diri dalam berbicara di depan umum.
Kegiatan dibuka dengan sesi ice breaking bersama untuk mencairkan suasana, dilanjutkan dengan sesi check-in di mana setiap delegasi sangat berantusias menjalani rangkaian AFL Summer Peak 2026.
Memasuki sesi inti, Irwansyah hadir sebagai pembicara tamu, dalam pemaparannya beliau menekankan bahwa kemampuan berbicara di depan umum bukan sekadar keterampilan teknis, melainkan soal energi dan keyakinan yang ditularkan kepada audiens.
Ia juga membedah empat pilar utama dalam public speaking, yakni relaksasi tubuh, kontak mata, artikulasi serta variasi vokal, hingga bahasa tubuh yang intensional.
Materi ini kemudian diperkuat dengan sesi tanya jawab interaktif, di mana delegasi diberi ruang untuk menggali lebih dalam persoalan yang kerap mereka hadapi saat tampil di depan umum, seperti rasa gugup berlebihan hingga kekhawatiran terlihat tidak autentik ketika meniru gaya bicara idola.
"Berbicara di depan publik pada dasarnya adalah proses mentransfer energi dan keyakinan. Ketika kita berdiri di atas panggung, kita bukan sekadar menyampaikan kata-kata, tetapi menjadi saluran bagi sebuah gagasan. Jika kita sendiri belum sepenuhnya yakin, audiens akan langsung merasakannya" tegas Irwansyah.
Ia menambahkan bahwa rasa gugup yang sering dialami banyak orang bukan disebabkan oleh kurangnya bakat, melainkan pola pikir yang masih terjebak dalam ketakutan akan penilaian.
Menurutnya, setiap kesalahan saat berbicara di depan umum semestinya dipandang sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai kegagalan.

Setelah sesi pemaparan dan tanya jawab, kegiatan dilanjutkan dengan sesi interaktif berupa simulasi debat kelompok dengan mosi "Apakah teknologi AI akan menggantikan peran pemimpin manusia di masa depan?".
Melalui sesi ini, delegasi diajak mempraktikkan langsung teknik intonasi, kontak mata, dan bahasa tubuh yang telah dipelajari sebelumnya dalam bentuk argumentasi yang terstruktur.
Sebagai tindak lanjut, setiap kelompok delegasi turut diberikan tantangan berupa challenge pembuatan video bertema public speaking yang akan diunggah melalui akun Instagram kelompok masing-masing.
Salah satu delegasi, Muhammad Rizqan Karima, membagikan kesannya selama mengikuti kegiatan. "Saya akui saya sedikit gugup, tapi karena ini pertama kalinya saya mengikuti AFL, saya sangat bersemangat untuk belajar hal-hal baru dan bertemu banyak orang hebat di sini," ujarnya.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan sesi Reward and Recognition sebagai bentuk apresiasi kepada delegasi yang menunjukkan antusiasme dan kontribusi aktif selama sesi berlangsung. Disusul dengan pemberian penghargaan kepada pembicara sebagai ucapan terima kasih atas ilmu yang telah dibagikan.
Sebelum mengakhiri pertemuan, delegasi turut diberikan call to action untuk merefleksikan pelajaran yang paling berkesan dari sesi hari itu, sekaligus sesi check-out di mana setiap delegasi saling berbagi kesan positif terhadap rekan di sebelahnya.
Melalui Capacity Building 1 ini, AIESEC in Untan berharap para delegasi tidak hanya memperoleh pengetahuan teknis seputar public speaking, tetapi juga membangun kepercayaan diri dan kesadaran bahwa kemampuan berbicara di depan umum merupakan salah satu fondasi penting dalam kepemimpinan.
Program AFL Summer Peak 2026 akan terus berlanjut ke tahap berikutnya, meliputi sesi mentoring, capacity building lanjutan, hingga proyek sosial bagi masyarakat.
Sebagai bagian dari jaringan organisasi kepemudaan internasional yang hadir di lebih dari seratus negara, AIESEC in Untan terus berkomitmen menghadirkan program-program yang relevan dengan kebutuhan mahasiswa masa kini, khususnya dalam membentuk generasi muda yang berani mengambil peran aktif di tengah masyarakat maupun dunia global.
Melalui AFL Summer Peak 2026, AIESEC in Untan berharap dapat mencetak lebih banyak talenta muda Kalimantan Barat yang memiliki kapasitas kepemimpinan sekaligus kepekaan sosial yang kuat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


