Penemuan rahang purba di Jetak Bojonegoro mengingatkan bahwa sejarah tak selalu ditemukan melalui penggalian besar. Kadang ia muncul dari ketelitian melihat sesuatu, yang mungkin hanya tampak seperti batu.
Sungai Bengawan tidak hanya mengalirkan air. Sungai terpanjang di Pulau Jawa itu juga mengalirkan waktu. Di setiap lapisan pasir, kerikil, dan endapan lumpur purbanya, tersimpan kisah yang jauh lebih tua dari kerajaan, prasasti, bahkan definisi itu sendiri. Pada Juni 2026, ingatan panjang itu kembali terbuka.
Di bantaran sungai Bengawan, Kelurahan Jetak, Bojonegoro, ditemukan fosil rahang bawah (mandibula) diduga kuat berasal dari rumpun manusia purba homo erectus. Temuan ini segera menarik perhatian karena berasal dari kawasan yang selama ini relatif jarang disebut dalam peta besar penelitian paleoantropologi Indonesia.
Fosil tersebut pertama kali didata secara resmi oleh Achmad Satria Utama, pendata Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB) Wilayah Kerja Bakorwil II Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, sekaligus guru sejarah di Bojonegoro.
Hasil pendataan kemudian dilaporkan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bojonegoro, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, serta Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur sebagai dasar perlindungan dan kajian ilmiah lebih lanjut.
Baca Selengkapnya

