Peta pariwisata kuliner global kembali mencatatkan sejarah baru bagi sektor gastronomi Indonesia.
Makanan lokal sukses menembus jajaran sepuluh besar dalam daftar Top 50 Food Destinations Around the World 2026 yang dirilis oleh publikasi Travel and Tour World (TTW). Indonesia mengamankan posisi ke-10 sekaligus menjadi satu-satunya negara dari kawasan Asia Tenggara yang berhasil masuk ke dalam daftar elit tersebut.
Capaian ini terbilang istimewa karena posisi Indonesia berada di atas negara-negara tetangga yang selama ini sangat populer dengan wisata kulinernya, seperti Thailand di posisi 13, Vietnam di urutan 14, Malaysia di peringkat 24, serta Singapura di urutan 30.
Bahkan, racikan rasa masakan Nusantara juga sukses mengungguli negara-negara kuliner dunia seperti Prancis yang tertahan di posisi 11, Korea Selatan di urutan 15, dan Turki di peringkat 18.
Penilaian daftar ini disusun berdasarkan indikator komprehensif. Elemen yang diukur mencakup kekuatan warisan kuliner, variasi cita rasa antardaerah, budaya jajanan kaki lima, kualitas restoran, penggunaan bahan baku lokal, keaslian resep hidangan, hingga pengalaman langsung wisatawan saat menikmati kuliner di lapangan.
"Top 50 Food Destinations Around the World for 2026 merayakan negara-negara yang gastronominya mencerminkan identitas budaya, inovasi, dan komunitas, sekaligus mendorong keberlanjutan serta pariwisata yang bertanggung jawab," ujar Pemimpin Redaksi TTW, Anup Kumar Keshan.
Peta Sepuluh Kota Pusat Buruan Kuliner Nusantara
Guna memberikan panduan lengkap bagi para wisatawan dunia, lembaga pemeringkat ini memilih sepuluh kota di Indonesia yang dinilai memiliki karakter kuliner paling kuat dan otentik. Kekayaan rempah serta keanekaragaman budaya antarpulau menjadikan pengalaman berburu makanan di kota-kota ini sangat berbeda.
Jakarta berada di urutan teratas berkat kekuatan menu populer seperti nasi goreng, sate, dan gado-gado yang mudah ditemui di trotoar jalan hingga restoran berbintang. Bali menyusul di posisi kedua lewat racikan babi guling, nasi campur, dan olahan hasil laut.
Yogyakarta mengisi peringkat ketiga lewat kelezatan gudeg, disusul Bandung di posisi keempat yang mengandalkan batagor, siomay, serta perkembangan budaya kafenya yang pesat.
Surabaya berada di peringkat kelima lewat sajian rawon berkuah hitam yang khas. Selanjutnya, Medan, Makassar, dan Lombok turut melengkapi daftar berkat sajian lokal seperti soto Medan, coto Makassar, sop konro, hidangan laut segar, hingga rasa pedas gurih ayam taliwang.
Daftar sepuluh besar ini ditutup oleh Semarang dan Padang. Semarang dikenal luas lewat olahan lumpia tradisionalnya, sementara Padang mendapat pengakuan dunia berkat rendang serta kelezatan aneka masakan khas Minangkabau.
Masuknya Indonesia ke dalam deretan sepuluh besar destinasi kuliner terbaik dunia memberikan dorongan positif bagi branding pariwisata nasional. Kekayaan racikan bahan lokal serta keaslian cara memasak tradisional terbukti menjadi magnet kuat yang dicari oleh para pelancong internasional.
Keberagaman cita rasa dari Sabang sampai Merauke ini menjadi modal investasi jangka panjang yang sangat berharga bagi perkembangan industri pariwisata berkelanjutan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

