kebun raya kendari bekas tambang pasir yang menjadi kebun raya konservasi - News | Good News From Indonesia 2026

Kebun Raya Kendari, Bekas Tambang Pasir yang Menjadi Kebun Raya Konservasi

Kebun Raya Kendari, Bekas Tambang Pasir yang Menjadi Kebun Raya Konservasi
images info

Dok. ademadon adon (Google Maps)


Perbukitan di kawasan Nanga-Nanga memberikan pilihan tempat rekreasi yang berbeda dari wilayah pelabuhan di pusat kota Kendari. Di lahan hutan ini, pemerintah setempat mengelola area bekas tambang menjadi kawasan pelestarian tanaman dan tempat wisata edukasi.

Kebun Raya Kendari berlokasi di Jalan Kebun Raya Nanga-Nanga, Kelurahan Anduonohu, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara. Tempat ini difungsikan sebagai ruang terbuka hijau untuk menjaga keberadaan berbagai jenis tumbuhan asli pulau Sulawesi.

Area kebun raya ini menyediakan suasana yang tenang dengan pepohonan dan aliran sungai kecil di bagian dalamnya. Lokasi ini cocok bagi warga lokal maupun wisatawan luar daerah yang ingin berolahraga, bersantai, atau mempelajari jenis-jenis tanaman.

 

Sekilas Mengenai Kebun Raya Kendari

Lahan seluas 113 hektare ini berada di dalam Kawasan Hutan Nanga-Nanga yang mencakup area hutan produksi dan hutan lindung. Sebelum dikembangkan menjadi tempat konservasi, kawasan ini sempat mengalami kerusakan akibat aktivitas penebangan kayu serta penambangan pasir dan batu secara liar.

Pemerintah mulai membenahi infrastruktur lokasi ini pada tahun 2015 melalui kerja sama antara Kementerian Pekerjaan Umum dan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Kawasan ini resmi dibuka untuk umum pada Oktober 2019 dengan fokus pada Konservasi Tumbuhan Ultrabasa.

Tema tersebut merujuk pada pemeliharaan jenis tanaman yang dapat tumbuh di atas tanah dengan kandungan logam tinggi. Keberadaan koleksi tanaman spesifik ini menjadi keunikan tersendiri bagi Kebun Raya Kendari dibanding tempat sejenis lainnya.

 

Daya Tarik Utama Kebun Raya Kendari

Daya tarik utama tempat ini ada pada koleksi botaninya yang mencakup ribuan pohon serta sekitar 140 jenis tanaman anggrek. Area kebun terbagi ke dalam beberapa zona taman tematik, seperti Taman Pakuli untuk tanaman obat tradisional, Taman Etnobotani, dan Taman Ultrabasa.

Di dalam kawasan kebun raya juga terdapat aliran sungai dangkal yang melintasi pepohonan. Pengunjung biasanya duduk di sekitar tepian batu sungai atau membiarkan anak-anak bermain air di tempat yang aman.

Fasilitas penunjang di area ini sudah tersedia lengkap, mulai dari gedung pengelola, gazebo, musala, hingga menara pandang. Pengunjung dapat menaiki menara pandang untuk melihat gambaran seluruh kawasan kebun dari atas ketinggian.

Pengelola juga menyediakan area camping ground bagi masyarakat yang ingin mengadakan kegiatan perkemahan atau acara komunitas. Pemulihan lingkungan di kawasan ini membuat beberapa satwa seperti kera, ayam hutan, dan burung enggang kadang terlihat di area pohon.

Setiap taman tematik dipasangi papan informasi yang memuat nama Latin serta fungsi dari tanaman yang dipajang. Jalur pejalan kaki yang rata memudahkan rombongan keluarga untuk berjalan menyusuri seluruh area tanpa kesulitan.

 

Akses Menuju Kebun Raya Kendari

Lokasi Kebun Raya Kendari berjarak sekitar 12 hingga 14 kilometer dari pusat Kota Kendari. Wisatawan dapat mencapai tempat ini menggunakan sepeda motor atau mobil dengan waktu tempuh sekitar 25 hingga 30 menit.

Rute perjalanan dari pusat kota mengarah ke Kelurahan Anduonohu di Kecamatan Poasia melalui jalan raya yang sudah beraspal. Jalur di sekitar Nanga-Nanga sedikit menanjak di beberapa titik namun masih mudah dilalui oleh kendaraan biasa.

Papan petunjuk arah terpasang di persimpangan jalan utama untuk memudahkan navigasi pengunjung. Karena angkutan umum menuju lokasi ini belum banyak tersedia, wisatawan disarankan membawa kendaraan sendiri atau menyewa transportasi lokal.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

Kebun Raya Kendari buka setiap hari mulai pukul 07.00 hingga 17.30 WITA. Tarif tiket masuk serta biaya parkir kendaraan ditetapkan dengan harga yang terjangkau bagi masyarakat umum.

Pengunjung yang butuh tempat berkumpul dapat menyewa gazebo atau area perkemahan melalui petugas di lokasi. Fasilitas penunjang seperti toilet dan keran air bersih juga tersedia di sekitar area parkir dan pusat informasi.

Biaya retribusi yang terkumpul dipergunakan pengelola untuk biaya perawatan tanaman dan kebersihan area taman. Seluruh pengunjung diharapkan ikut menjaga kebersihan dengan membuang sampah pada tempat yang disediakan.

 

Ayo Berkunjung ke Kebun Raya Kendari!

Mendatangi Kebun Raya Kendari memberikan kesempatan untuk melihat langsung hasil pemulihan lahan bekas tambang menjadi area konservasi seluas seratus hektare lebih. Kawasan ini menjadi pilihan yang pas untuk rekreasi sambil mengenal keanekaragaman tanaman Sulawesi Tenggara.

Jika sedang berada di Kota Kendari, luangkan waktu untuk mampir ke kawasan Nanga-Nanga di Kecamatan Poasia ini. Gunakan sepatu yang nyaman, jelajahi area taman tematiknya, dan nikmati suasana terbuka di Kebun Raya Kendari.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.