Menjadi lanjut usia yang sehat tidak dimulai ketika rambut mulai memutih, tetapi jauh sebelumnya. Semangat itulah, Kawan, yang dihadirkan dalam kolaborasi Ikatan Istri Karyawan Perhutani KPH Malang bersama PUSAKA Nursing (Pusat Kajian dan Perawatan Holistik Berbasis Transcultural and Spiritual Nursing) STIKES Widyagama Husada Malang melalui edukasi kesehatan yang mengajak perempuan mempersiapkan masa menopause sekaligus membangun kesehatan jiwa menuju lansia yang aktif, mandiri, dan bahagia.
Kegiatan ini merupakan bagian dari pengabdian kepada masyarakat yang diinisiasi oleh Tim Klaster Keperawatan Jiwa, Komunitas, dan Gerontik (JAMU GENDONG) STIKES Widyagama Husada Malang. Melalui pendekatan holistik, peserta diajak memahami bahwa kesehatan bukan hanya tentang bebas dari penyakit, tetapi juga mencakup keseimbangan fisik, psikologis, sosial, budaya, dan spiritual.
Kesadaran untuk mempersiapkan masa lanjut usia menjadi hal penting, khususnya bagi perempuan yang akan menghadapi fase menopause. Perubahan hormonal pada masa tersebut dapat memengaruhi kondisi fisik maupun psikologis. Oleh karena itu, pemahaman yang tepat diperlukan agar menopause tidak selalu dipandang sebagai fase yang menakutkan, melainkan bagian alamiah dari perjalanan kehidupan perempuan.
Sebanyak 42 peserta mengikuti rangkaian kegiatan yang diawali dengan pemeriksaan kesehatan meliputi tekanan darah, kadar gula darah, indeks massa tubuh (IMT), lingkar perut, serta lingkar lengan atas. Pemeriksaan ini menjadi langkah sederhana namun penting untuk mengenali faktor risiko penyakit tidak menular sejak dini sekaligus menjadi dasar dalam menerapkan gaya hidup sehat.

Penyampaian Materi Oleh Mizam Ari Kurniyanti
Materi pertama disampaikan oleh Mizam Ari Kurniyanti mengenai persiapan sehat menuju menopause. Dalam paparannya dijelaskan bahwa menopause merupakan fase alamiah yang dapat dijalani dengan nyaman apabila perempuan mempersiapkan diri melalui pola makan bergizi, aktivitas fisik yang teratur, manajemen stres, serta dukungan keluarga dan lingkungan.
Persiapan tersebut perlu dilakukan secara konsisten sejak usia produktif. Kebiasaan sederhana, seperti menjaga pola tidur, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, rutin bergerak, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, dapat menjadi investasi kesehatan jangka panjang. Dengan demikian, perempuan diharapkan lebih siap menghadapi berbagai perubahan yang muncul menjelang maupun selama menopause.

Penyampaian Materi oleh Ahmad Guntur Alfianto
Sementara itu, Ahmad Guntur Alfianto mengajak peserta melihat proses menua dari sudut pandang yang lebih positif melalui materi “Sehat Jiwa Menuju Lansia”. Ia menekankan bahwa menjaga kesehatan mental sama pentingnya dengan menjaga kesehatan fisik. Tahukah Kawan, kemampuan mengelola stres, membangun hubungan sosial yang sehat, memperkuat nilai spiritual, dan mempertahankan makna hidup menjadi fondasi penting agar seseorang dapat menikmati masa lanjut usia dengan kualitas hidup yang baik.
Menjadi lansia bukan berarti kehilangan kesempatan untuk terus berkembang dan berkontribusi. Dukungan keluarga, lingkungan sosial yang positif, serta kemampuan menerima perubahan dalam diri dapat membantu seseorang menjalani proses menua dengan lebih sehat. Kesehatan jiwa yang terjaga juga memungkinkan individu tetap produktif, percaya diri, dan memiliki semangat dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Sebagai bentuk praktik langsung, seluruh peserta mengikuti latihan Relaksasi Otot Progresif atau Progressive Muscle Relaxation (PMR). Teknik relaksasi ini membantu mengurangi ketegangan otot, menurunkan stres, serta meningkatkan rasa nyaman secara psikologis. Peserta juga mengisi self-report kesehatan jiwa sebagai upaya skrining dini kondisi psikologis dan refleksi terhadap kesehatan mental masing-masing.
Antusiasme peserta tampak sepanjang kegiatan. Sesi diskusi berlangsung hangat dengan 10 peserta yang bertanya mengenai berbagai persoalan seputar perubahan fisik menjelang menopause, cara mengendalikan kecemasan, menjaga kesehatan mental, hingga langkah-langkah sederhana agar tetap sehat, produktif, dan bahagia saat memasuki usia lanjut. Beragam pertanyaan tersebut menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap edukasi kesehatan yang dekat dengan persoalan kehidupan sehari-hari.
Bagi PUSAKA Nursing, kegiatan ini menjadi wujud nyata pengembangan keperawatan holistik yang memadukan pendekatan ilmiah dengan nilai-nilai budaya dan spiritual masyarakat Indonesia. Melalui perspektif Transcultural and Spiritual Nursing, setiap individu dipandang memiliki latar belakang budaya, keyakinan, dan pengalaman hidup yang perlu dihargai dalam proses promosi kesehatan.
Kolaborasi ini menunjukkan bahwa membangun masyarakat sehat dapat dimulai dari komunitas. Ketika perempuan memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan dukungan untuk menjaga kesehatan fisik maupun jiwa, mereka tidak hanya mempersiapkan diri menghadapi menopause dan lanjut usia, tetapi juga dapat menjadi agen perubahan kesehatan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Melalui langkah-langkah sederhana seperti pemeriksaan kesehatan berkala, pengelolaan stres, latihan relaksasi, serta peningkatan literasi kesehatan, masa lanjut usia bukan lagi dipandang sebagai akhir perjalanan. Sebaliknya, usia lanjut dapat menjadi fase kehidupan yang tetap dijalani secara sehat, mandiri, bermakna, dan penuh harapan. Sebab, Kawan, menua adalah proses alami, tetapi mempersiapkan diri untuk menua dengan sehat adalah pilihan yang dapat dimulai sejak hari ini.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


