Setelah menempuh perjalanan darat, udara, dan laut selama lebih dari dua hari, Tim Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN PPM) Universitas Gadjah Mada, Manguyung Maratua, akhirnya tiba di Pulau Maratua, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, pada Senin siang, 22 Juni 2026, pukul 14.00 WITA. Kedatangan tim ini menandai dimulainya babak baru pengabdian mahasiswa UGM di salah satu destinasi wisata bahari unggulan Indonesia tersebut.
Perjalanan panjang ini dimulai pada Sabtu malam, 20 Juni 2026, ketika rombongan bertolak dari Yogyakarta menggunakan bus menuju Surabaya. Tiba di Bandara Internasional Juanda pada pukul 05.00 WIB, tim kemudian melanjutkan perjalanan udara pukul 12.00 WIB dan mendarat di Bandara Kalimarau, Berau, pada pukul 15.00 WITA. Setelah bermalam satu hari di Berau untuk memulihkan stamina sekaligus berkoordinasi dengan pihak terkait, tim melanjutkan perjalanan menyeberangi laut menggunakan speedboat pada Senin, 22 Juni 2026, pukul 12.00 WITA, dan tiba di Pulau Maratua dua jam kemudian.
Rangkaian perjalanan yang melintasi tiga moda transportasi — darat, udara, dan laut — ini bukan sekadar rute administratif, melainkan simbol kesungguhan tim dalam menembus jarak demi hadir langsung di tengah masyarakat Maratua. Begitu tiba, tim tidak hanya disambut oleh keindahan alam kepulauan, tetapi juga oleh kehangatan sambutan dari Pemerintah Kabupaten Berau dan Keluarga Alumni Gadjah Mada (Kagama) Berau, yang turut memfasilitasi kelancaran kedatangan dan mempererat sinergi antara tim KKN dengan pemangku kepentingan lokal sejak hari pertama.
Kehadiran KKN PPM UGM "Manguyung Maratua" merupakan bagian dari komitmen UGM untuk terus hadir dan berkontribusi nyata di wilayah 3T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal) serta destinasi strategis nasional. Selama masa pengabdian, tim akan tinggal dan berbaur langsung dengan masyarakat di Pulau Maratua, menjalankan berbagai program kerja lintas bidang mulai dari pendidikan, kesehatan, ekonomi kreatif, hingga pariwisata dan lingkungan.
Pemilihan Pulau Maratua sebagai lokasi pengabdian bukan tanpa alasan. Sebagai salah satu gugusan pulau di Kepulauan Derawan yang menyimpan potensi wisata bahari kelas dunia, Pulau Maratua menghadapi berbagai tantangan pembangunan khas wilayah kepulauan terluar, mulai dari keterbatasan akses pendidikan, layanan kesehatan, hingga pengelolaan potensi ekonomi lokal yang belum tergarap secara optimal.
Melalui program KKN ini, tim berupaya hadir bukan sebagai pihak luar yang sekadar singgah, melainkan sebagai mitra masyarakat yang turut merasakan dan mencari solusi atas persoalan yang ada. Dengan latar belakang keilmuan yang beragam, setiap anggota tim membawa perspektif dan keahlian masing-masing untuk dirancang secara kolaboratif bersama warga, sehingga program kerja yang dijalankan benar-benar menjawab kebutuhan riil masyarakat Pulau Maratua, bukan sekadar program yang dipaksakan dari luar.
Kormanit (Koordinator Mahasiswa Unit) KKN PPM UGM "Manguyung Maratua", Muhammad Irfan Setiawardhana, menyampaikan rasa syukur atas penerimaan yang diberikan sejak momen pertama tim tiba di Berau.
"Kami disambut hangat oleh pemerintah dan Kagama Berau, dan kami sangat berterima kasih serta bersyukur atas penerimaan yang luar biasa ini." — Muhammad Irfan Setiawardhana, Kormanit KKN PPM UGM "Manguyung Maratua"
Sambutan hangat ini menjadi modal awal yang berharga bagi tim untuk membangun kepercayaan dan kedekatan dengan masyarakat Maratua selama masa pengabdian berlangsung. Tim berharap kehadirannya dapat memberikan manfaat nyata dan berkelanjutan bagi kemajuan Pulau Maratua.
Ikuti terus perjalanan pengabdian Tim KKN PPM UGM Manguyung Maratua di Pulau Maratua melalui media sosial resmi kami, @ManguyungMaratua. Jangan lewatkan update program kerja dan kegiatan kami selanjutnya!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


