Healing di Solo ternyata tidak harus menguras isi dompet. Dengan budget sekitar Rp200 ribu, Kawan GNFI sudah bisa menikmati kuliner legendaris, berburu foto centil, menjelajahi kampung batik, hingga mengunjungi wisata sejarah yang sedang naik daun.
Kalau akhir pekan ini sedang mencari destinasi singkat yang ramah di kantong, Kota Solo bisa jadi jawabannya. Kota yang dikenal sebagai "Kota Bengawan" ini menawarkan pengalaman wisata yang lengkap, mulai dari wisata budaya, kuliner, hingga ruang kreatif dengan suasana yang tenang.
Nah, berikut itinerary one day trip di Solo dengan budget Rp200 ribu yang bisa jadi inspirasi healing hemat untuk anak muda.
Perjalanan Dimulai dari Kota Gudeg
Kalau Kawan GNFI sedang berada di Yogyakarta, jangan lewatkan kesempatan untuk mampir ke Kota Solo yang sering dijuluki sebagai "kota kembar" Yogyakarta. Jaraknya yang dekat membuat Solo cocok dijadikan destinari one day trip tanpa harus menginap.
Dari Yogyakarta, kalian bisa naik KRL Commuter Line dari Stasiun Tugu maupun Stasiun Lempuyangan menuju Stasiun Purwosari. Tarifnya hanya Rp8.000 sekali jalan sehingga sangat ramah untuk backpacker maupun wisatawan dengan budget terbatas.
Setelah masuk ke area stasiun, cukup menuju gate Commuter Line dan lakukan tap menggunakan kartu elektronik.
Pro Tips: Kalau belum memiliki kartu elektronik, tiket KRL juga bisa dibeli melalui aplikasi GoPay maupun Access by KAI.
First Stop: Isi Energi di Selat Tenda Biru
Destinasi pertama adalah Selat Tenda Biru, salah satu kuliner legendaris yang wajib dicoba saat berkunjung ke Solo. Berjarak sekitar 1,9 kilometer dari Stasiun Purwosari, lokasi ini dapat ditempuh menggunakan ojek online dengan tarif sekitar Rp20 ribuan.
Di sini Kawan GNFI bisa mencicipi berbagai hidangan khas Solo, mulai dari selat solo, aneka sup, hingga gudeg solo. Meski populer di kalangan wisatawan, harga makanannya tetap bersahabat, mulai Rp5.000 hingga sekitar Rp40.000.
Second Stop: Foto-foto Centil di Kampung Batik Kauman
Setelah perut kenyang, saatnya berjalan santai menuju Kampung Batik Kauman, salah satu sentra batik tertua di Kota Solo. Kawasan cagar budaya ini masih mempertahankan deretan rumah dengan arsitektur tradisional yang membuat suasananya terasa khas.
Menyusuri gang-gang kecil di Kauman serasa berjalan di galeri seni terbuka. Dinding bermotif batik, mural warna-warni, hingga etalase toko batik menjadi latar yang pas untuk berburu foto estetik.
Kalau tertarik membawa pulang oleh-oleh, tersedia berbagai pilihan batik tulis maupun batik cap dengan harga yang beragam. Namun, jika hanya ingin menikmati suasana dan berfoto, kawasan ini bisa dikunjungi secara gratis.
Third Stop: Ngadem di New Es Krim Tentrem

Setelah puas berburu foto, saatnya rehat sambil menikmati camilan manis di New Es Krim Tentrem yang hanya berjarak sekitar 10 menit berjalan kaki dari Kampung Batik Kauman.
Kedai yang sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu ini terkenal dengan es krim homemade yang memiliki tekstur lembut dan cita rasa klasik. Menu favoritnya mulai dari es krim waffle, hingga es krim tutti frutti. Dengan harga mulai Rp20 ribuan, Kawan GNFI sudah bisa menikmati camilan manis sambil melepas penat sebelum melanjutkan perjalanan.
Last Stop: Mengenal Sejarah Lokananta

Menjelang sore, perjalanan ditutup dengan mengunjungi Lokananta, studio rekaman pertama di Indonesia yang kini bertransformasi menjadi ruang kreatif sekaligus destinasi wisata sejarah di Solo.
Di dalamnya, Kawan GNFI bisa melihat koleksi piringan hitam, mesin rekaman lawas, arsip musik Indonesia, hingga menikmati berbagai sudut bangunan bergaya industrial yang estetik untuk berfoto.
Tiket masuk berkisar Rp30.000–45.000 dan sudah termasuk tur berpemandu pada jam-jam tertentu. Kalau ingin proses masuk lebih praktis sekaligus berkesempatan mendapatkan harga promo, sebaiknya lakukan reservasi terlebih dahulu melalui akun Instagram resmi Lokananta.
Ternyata, healing di Solo tidak selalu membutuhkan budget besar. Dengan sekitar Rp200 ribu, Kawan GNFI sudah bisa menikmati perjalanan sehari yang lengkap, mulai dari wisata kuliner, berburu spot foto estetik, menikmati suasana kampung batik, hingga belajar sejarah musik Indonesia di Lokananta.
Jadi, kalau sedang mencari destinasi one day trip yang dekat dari Yogyakarta dan ramah di kantong, Solo bisa menjadi pilihan untuk menghabiskan akhir pekan tanpa membuat dompet menjerit.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

