kkn ppm ugm perkuat rantai pasok kakao desa kuwum - News | Good News From Indonesia 2026

KKN-PPM UGM Perkuat Rantai Pasok Kakao Desa Kuwum

KKN-PPM UGM Perkuat Rantai Pasok Kakao Desa Kuwum
images info

Dokumentasi Kegiatan (Sumber: Dokumen Pribadi)


Rantai pasok kakao Desa Kuwum menjadi fokus pengabdian mahasiswa KKN-PPM UGM melalui sosialisasi rekomendasi policy brief kepada Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan Kelompok Tani Kakao.

Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa juga menyerahkan buku panduan pengolahan kakao dari lahan hingga menjadi produk bernilai tambah sebagai upaya memperkuat tata kelola komoditas unggulan desa.

Kegiatan yang berlangsung di Desa Kuwum, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali, ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok tani, dan sektor swasta dalam mendorong pengembangan kakao yang berkelanjutan.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Kepala Desa Kuwum, I Putu Yoga Andika, S.T. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif mahasiswa KKN-PPM UGM yang menghadirkan program berbasis potensi desa melalui penguatan rantai pasok kakao.

baca juga

Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, kelompok tani, dan sektor swasta menjadi langkah strategis dalam meningkatkan nilai tambah komoditas kakao sekaligus memperkuat perekonomian masyarakat.

Mahasiswa KKN-PPM UGM menggandeng Cau Chocolates Bali, perusahaan pengolah cokelat asal Bali yang berpengalaman mendampingi petani kakao, untuk berbagi praktik baik mengenai peningkatan kualitas biji kakao, pengolahan pascapanen, hingga pengembangan produk cokelat bernilai tambah.

Salah satu luaran utama program adalah penyampaian policy brief, yakni dokumen rekomendasi kebijakan yang disusun secara ringkas berdasarkan hasil observasi, wawancara, dan analisis kondisi di lapangan.

Dokumen tersebut diserahkan kepada BUMDes dan Kelompok Tani Kakao sebagai bahan pertimbangan dalam merancang strategi penguatan rantai pasok kakao di Desa Kuwum.

Rekomendasi yang disampaikan menitikberatkan pada penguatan peran BUMDes sebagai penghubung rantai pasok (supply chain hub) yang mempertemukan petani dengan pasar.

Skema tersebut diharapkan mampu menjadi alternatif pemasaran selain tengkulak sehingga petani memiliki posisi tawar yang lebih baik, memperoleh harga yang lebih kompetitif, serta menciptakan sistem perdagangan kakao yang lebih transparan dan berkelanjutan.

Selain penyampaian rekomendasi kebijakan, mahasiswa KKN-PPM UGM juga menyerahkan buku panduan pengolahan kakao yang memuat tahapan budidaya, penanganan pascapanen, fermentasi, pengeringan, penyimpanan, hingga pengolahan biji kakao menjadi berbagai produk olahan.

Buku tersebut disusun sebagai referensi praktis bagi petani, pengelola BUMDes, maupun masyarakat yang ingin mengembangkan usaha berbasis kakao.

Perwakilan Cau Chocolates Bali mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN-PPM UGM yang menggabungkan kajian akademik dengan kebutuhan masyarakat. Menurutnya, peningkatan kualitas kakao tidak hanya bergantung pada proses budidaya, tetapi juga pada sistem pascapanen, kelembagaan petani, dan tata niaga yang mampu memberikan nilai tambah bagi produk lokal.

Mahasiswa KKN-PPM UGM, Leila Keumala Raseuki, menjelaskan bahwa penyusunan policy brief dan buku panduan merupakan hasil kajian yang disesuaikan dengan potensi serta tantangan pengembangan kakao di Desa Kuwum.

"Melalui policy brief ini, kami berharap BUMDes dapat berperan sebagai penghubung utama dalam rantai pasok kakao di Desa Kuwum. Dengan adanya alternatif pemasaran yang lebih terorganisasi, petani memiliki peluang memperoleh posisi tawar yang lebih baik dan nilai ekonomi yang lebih optimal dari hasil panennya. Sementara itu, buku panduan pengolahan kakao kami susun sebagai referensi praktis bagi masyarakat, mulai dari pengelolaan pascapanen hingga pengembangan produk olahan yang memiliki nilai tambah," ujar Leila.

baca juga

Program ini sekaligus memperlihatkan pentingnya sinergi berbagai pihak dalam membangun ekosistem kakao yang lebih kuat. Kehadiran perguruan tinggi melalui KKN-PPM UGM, dukungan pemerintah desa, penguatan kelembagaan BUMDes, partisipasi kelompok tani, serta pendampingan sektor swasta menjadi fondasi untuk meningkatkan daya saing kakao Desa Kuwum.

Melalui sosialisasi rekomendasi policy brief dan penyerahan buku panduan pengolahan kakao, mahasiswa KKN-PPM UGM tidak hanya menghadirkan solusi berbasis kajian ilmiah, tetapi juga meninggalkan luaran yang dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.

Kolaborasi tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok kakao Desa Kuwum, meningkatkan nilai tambah komoditas lokal, serta membuka peluang berkembangnya industri cokelat berbasis potensi desa di masa mendatang.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AA
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.