sama sama ada stop kontak di kereta kenapa gerbong restorasi bisa pakai freezer tapi penumpang tak boleh pakai hair dryer - News | Good News From Indonesia 2026

Sama-Sama Ada Stop Kontak di Kereta, Kenapa Gerbong Restorasi Bisa Pakai Freezer tapi Penumpang Tak Boleh Pakai Hair Dryer?

Sama-Sama Ada Stop Kontak di Kereta, Kenapa Gerbong Restorasi Bisa Pakai Freezer tapi Penumpang Tak Boleh Pakai Hair Dryer?
images info

Fasilitas stop kontak atau soket di gerbong penumpang.


Sekarang ini, cari colokan listrik di ruang publik bukan perkara sulit lagi. Kafe, mal, ruang tunggu bandara, sampai transportasi umum, hampir semuanya sudah menyediakan stop kontak. Baterai ponsel lowbat di tengah perjalanan pun tak lagi jadi masalah besar.

Kereta api termasuk salah satu moda transportasi yang cukup royal soal ini. Hampir di setiap kursi penumpang, tersedia stop kontak yang siap dipakai kapan saja selama perjalanan. 
Akan tetapi, ada yang perlu diluruskan bahwa stop kontak atau soket di kereta api tidak bisa multifungsi atau digunakan untuk apa saja.

Banyak orang menyamaratakan semua stop kontak di kereta, padahal tidak. Kesalahpahaman ini sempat memicu kejadian yang viral di media sosial: ada penumpang menanak nasi pakai rice cooker mini, menyalakan kipas angin portable yang digantung di atas kursi, sampai memakai catokan rambut selama perjalanan.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) pun angkat bicara. Bukan sekali, tapi berulang kali, lewat berbagai saluran resmi.

baca juga

Di Restorasi Bukan Colokan Biasa

Banyak yang mengira semua stop kontak di kereta itu setara. Padahal tidak. Letak stop kontak menentukan fungsi dan kapasitas dayanya.

Di gerbong restorasi atau kereta makan, memang ada instalasi listrik khusus yang dirancang untuk mendukung operasional layanan makanan dan minuman selama perjalanan. Karena itu, di sana microwave, freezer, boiler, bahkan chiller bisa dipakai, karena sistemnya sudah disiapkan untuk beban tinggi dan diawasi petugas.

Stop kontak di kabin penumpang cerita lain. Fasilitas ini disediakan khusus untuk perangkat elektronik ringan.

"Fasilitas stop kontak atau colokan listrik yang ada di kereta api hanya diperuntukan buat mengisi daya gadget, seperti: hand phone, tablet, laptop, TWS, power bank, dan perangkat lain yang tidak memiliki konsumsi daya watt besar," tulis PT KAI, sebagaimana dikutip VP Public Relations KAI, Anne Purba dari unggahan Instagram resmi perusahaan pada Jumat (9/2/2024).

baca juga

Kenapa Rice Cooker dan Hair Dryer Dilarang?

Ketentuan ini berkaitan dengan beban listrik. Alat seperti penanak nasi, pengering rambut, atau alat dengan elemen pemanas lain punya konsumsi daya yang jauh lebih tinggi dibanding charger ponsel atau laptop.

Manager Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menjelaskan bahwa daya listrik di dalam kereta punya prioritas utama yang sudah ditentukan.

"Daya listrik di dalam kereta diprioritaskan untuk menunjang fasilitas utama, seperti AC, penerangan, sistem pintu otomatis, serta perangkat informasi penumpang. Tidak tersedia kapasitas tambahan untuk penggunaan alat listrik berdaya besar," katanya di Jakarta, sebagaimana dikutip dari Antara, Jumat, 24 April 2026.

Jika alat berdaya besar tetap dipaksakan, sistem bisa mengalami kelebihan beban atau overload. Akibatnya, sistem kelistrikan bisa mengalami trip sehingga pasokan listrik terputus. Fasilitas utama seperti AC dan lampu padam, dan kenyamanan seluruh gerbong terganggu.

Bukan cuma soal kenyamanan. Franoto juga mengingatkan bahaya yang lebih serius, yaitu potensi panas berlebih pada instalasi, korsleting, risiko kebakaran, hingga munculnya asap di ruang tertutup yang tentu mengganggu penumpang lain.

Jadi, kalau sebelumnya berpikir "semua colokan sama saja,” sekarang jelas alasannya kenapa tidak bisa sembarangan.

baca juga

Bukan Sekadar Aturan, Tapi Soal Keselamatan Bersama

Franoto menegaskan, persoalan ini bukan cuma soal boleh atau tidak boleh, melainkan soal tanggung jawab bersama menjaga fasilitas publik.

"Kami menegaskan bahwa setiap fasilitas di stasiun maupun di dalam kereta merupakan bagian dari sistem pelayanan yang harus dijaga bersama. Penyalahgunaan fasilitas tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan seluruh pelanggan," tegasnya.

Ia berharap penumpang semakin memahami pentingnya menjaga fasilitas publik, dan tidak melakukan tindakan yang berpotensi mengganggu operasional maupun keselamatan perjalanan kereta api.

Jadi lain kali kalau lapar di perjalanan, mungkin lebih aman mampir ke gerbong restorasi daripada bawa rice cooker sendiri dari rumah.

baca juga

Fasilitas Pengganti untuk Kebutuhan Listrik Lebih

Menariknya, KAI sebenarnya tidak menutup akses bagi penumpang yang butuh daya lebih besar atau ingin bekerja dengan nyaman. Solusinya ada di stasiun, bukan di dalam kereta.

Selain menyediakan fasilitas pengisian daya di area stasiun, KAI juga sudah melengkapi sejumlah stasiun dengan coworking space, yang memungkinkan penumpang bekerja lebih nyaman sebelum keberangkatan.

Artinya, kalau memang butuh alat elektronik dengan daya besar atau ingin bekerja dengan laptop dalam waktu lama, stasiun jadi tempat yang lebih tepat dibanding memaksakan diri di kursi kereta.

baca juga

Kalau Ada Kendala, Ini yang Bisa Dilakukan

KAI juga membuka jalur komunikasi bagi penumpang yang mengalami masalah selama perjalanan, termasuk soal kelistrikan seperti AC yang kurang optimal. Anne Purba menjelaskan, penumpang bisa langsung menghubungi kondektur yang sedang bertugas, karena nomor telepon petugas kondektur sudah tertera di masing-masing dinding kereta.

Selain itu, keluhan juga bisa disampaikan lewat pesan langsung (direct message) ke Contact Center KAI di media sosial, dengan menyertakan kode booking, sebagaimana dikutip dari siaran pers PT KAI.

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aslamatur Rizqiyah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aslamatur Rizqiyah.

AR
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.