Selama 46 tahun, Yayasan Astra – Yayasan Dharma Bhakti Astra (Yayasan Astra-YDBA) terus memperkuat perannya dalam menciptakan UMKM Indonesia yang lebih tangguh, kompetitif, dan siap bersaing di industri nasional. Pendampingan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada peningkatan omzet, tetapi juga membangun fondasi bisnis yang kuat agar pelaku usaha mampu naik kelas hingga masuk ke dalam rantai pasok industri besar.
Hingga 2026, Yayasan Astra-YDBA tercatat mendampingi sebanyak 2.030 UMKM aktif yang tersebar di 21 wilayah Indonesia. Program pembinaan tersebut dirancang secara menyeluruh, mulai dari membangun mentalitas wirausaha, meningkatkan kemampuan manajerial, hingga memastikan pelaku usaha mampu memenuhi standar industri melalui penerapan prinsip Quality, Cost, and Delivery (QCD).
Pendekatan tersebut menjadi bekal penting agar UMKM mampu menghasilkan produk maupun layanan yang memenuhi kebutuhan pelanggan sekaligus memiliki daya saing di pasar yang semakin kompetitif.
Salah satu upaya nyata diwujudkan melalui Program Development bagi UMKM Manufaktur, hasil kolaborasi Yayasan Astra-YDBA bersama enam Agen Pemegang Merek (APM) di lingkungan Grup Astra. Program ini menghadirkan pelatihan, pendampingan intensif, hingga asesmen sebagai tahapan untuk mempersiapkan UMKM menjadi bagian dari ekosistem industri Astra.
Perjalanan Tiga Dekade Kawani Bersama Yayasan Astra-YDBA
Salah satu kisah sukses lahir dari PT Kawani Tekno Nusantara (Kawani), perusahaan manufaktur dan fabrikasi berbasis job order yang berasal dari Bandung. Hubungan Kawani dengan Yayasan Astra-YDBA telah terjalin sejak sekitar tahun 1990, hanya beberapa tahun setelah yayasan tersebut berdiri.
Selama lebih dari tiga dekade, Kawani mendapatkan berbagai pendampingan yang membantu perusahaan bertransformasi. Sistem manajemen yang sebelumnya dijalankan secara manual kini telah beralih ke sistem digital. Proses quality control semakin terstruktur, sementara efisiensi produksi terus meningkat melalui berbagai program perbaikan berkelanjutan.
Konsistensi dalam menerapkan hasil pembinaan membuahkan berbagai pencapaian. Kawani berhasil meraih Juara 1 Kompetisi 5R UMKM selama tiga tahun berturut-turut pada 2023, 2024, dan 2025. Perusahaan juga menyandang status UMKM Mandiri sejak 2024 serta telah mengantongi sertifikasi ISO sebagai bukti peningkatan standar operasionalnya.
Direktur PT Kawani Tekno Nusantara, Yadi Nugraha, mengatakan tantangan terbesar dalam bisnis berbasis job order adalah kemampuan beradaptasi terhadap kebutuhan pelanggan yang terus berubah.
“Tantangan terbesar dalam bisnis job order seperti kami adalah harus selalu siap menghadapi perubahan setiap saat. Justru dari situ saya paling senang ketika mendapat pekerjaan unik yang bisa menurunkan biaya produksi dan meningkatkan profit, itu yang terus menjadi semangat kami,” ujar Yadi Nugraha.
Transformasi perusahaan juga diteruskan generasi ketiga keluarga. Amjad Nugraha yang bergabung penuh pada 2021 setelah menyelesaikan pendidikan di Politeknik Manufaktur (Polman) Bandung kini dipercaya sebagai General Manager.
Menurut Amjad, berbagai inovasi yang diterapkan perusahaan tidak lepas dari proses pendampingan Yayasan Astra-YDBA.
“Dari inovasi manajemen sistem, quality control, hingga produksi, semuanya mengalami perkembangan dari yang dulunya serba konvensional menjadi digital. Ini semua berkat bantuan dan pelatihan dari Yayasan Astra-YDBA,” kata Amjad Nugraha.
Membuka Peluang Menjadi Mitra Strategis Grup Astra
Saat ini Kawani mengikuti Program Development bagi UMKM Manufaktur yang membuka peluang untuk menjadi bagian dari rantai pasok Grup Astra. Selama program berlangsung, perusahaan memperoleh pelatihan, pendampingan, dan asesmen guna memastikan seluruh proses bisnis memenuhi standar industri sebelum menjalani evaluasi akhir pada November 2026.
Apabila lolos seluruh tahapan, Kawani berpeluang mengikuti jejak UMKM binaan lainnya yang telah menjadi pemasok berbagai produk dan jasa di lingkungan Grup Astra. Pada 2025, nilai transaksi produk dan jasa yang dipasok UMKM binaan Yayasan Astra-YDBA kepada Grup Astra mencapai Rp4,9 triliun.
Keberhasilan Kawani menjadi salah satu gambaran dampak nyata program pembinaan yang dijalankan Yayasan Astra-YDBA. Hingga akhir 2025, yayasan telah melahirkan 449 UMKM Mandiri yang tergabung dalam Advance Club. Selain itu, program pembinaan juga berhasil menciptakan 1.688 lapangan kerja baru dan menopang 12.394 tenaga kerja yang tersebar di berbagai UMKM binaan di Indonesia.
Memasuki usia ke-46, Yayasan Astra-YDBA menegaskan komitmennya untuk terus memperluas dampak pembinaan melalui peningkatan jumlah UMKM aktif, memperkuat kolaborasi dengan berbagai mitra, serta mewujudkan visi sebagai National Center of Excellence dalam pengembangan UMKM Indonesia. Melalui upaya tersebut, semakin banyak UMKM diharapkan mampu naik kelas, menjadi lebih berdaya saing, dan berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


