sampai 288 gigawatt ternyata energi laut indonesia punya potensi besar untuk sumber energi - News | Good News From Indonesia 2026

Sampai 288 Gigawatt! Ternyata Energi Laut Indonesia Punya Potensi Besar untuk Sumber Energi

Sampai 288 Gigawatt! Ternyata Energi Laut Indonesia Punya Potensi Besar untuk Sumber Energi
images info

Hendropranyoto / Shutterstock.com


Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia dikelilingi oleh bentangan samudera yang menyimpan potensi energi laut yang sangat masif. Sayangnya, kekayaan alam yang melimpah ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk kepentingan hajat hidup orang banyak.

Padahal, pemanfaatan ombak sebagai alternatif penyediaan energi terbarukan bisa menjadi jalan keluar taktis untuk mengatasi masalah kesenjangan akses dan mahalnya harga setrum di wilayah Indonesia Timur.

Belakangan ini, tim peneliti dari BRIN merancang desain Pembangkit Listrik Tenaga Gelombang Laut (PLTGL) berbasis teknologi Oscillating Water Column (OWC) multi-ruang. Sistem ini disiapkan sebagai solusi fundamental untuk menerangi kawasan tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang selama ini sulit dijangkau oleh kabel transmisi konvensional milik PLN.

Cara kerja sistem OWC ini sebenarnya meniru prinsip pompa udara. Alat ini memanfaatkan gerakan naik-turun permukaan air di dalam ruang tertutup akibat dorongan ombak laut. Pergerakan air tersebut memicu tekanan udara berkekuatan tinggi yang terdorong ke atas, yang kemudian digunakan untuk memutar turbin generator penghasil listrik di permukaan tanah.

"Ekstraksi energi gelombang laut melalui teknologi OWC menawarkan peluang integrasi yang strategis dengan infrastruktur pelindung pantai, seperti pemecah gelombang (breakwater) atau Proyek Strategis Nasional Giant Sea Wall," ungkap Manajer Laboratorium Dinamika Pesisir dan Rekayasa Pantai BRIN, Adnan Sandy Dwi Marta.

Konsep penggabungan ini dinilai menguntungkan karena struktur bangunan sipil di tepi pantai tidak hanya berfungsi menahan abrasi air laut, tetapi juga bisa diproduktifkan sebagai wadah pembangkit energi yang andal dan mandiri.

 

Modifikasi Desain untuk Efisiensi Turbin

Kunci utama dari performa pembangkit model OWC ini terletak pada ketepatan rekayasa bentuk atau geometri ruang tangkapan airnya. Melalui serangkaian pengujian simulasi komputer dan eksperimen laboratorium, tim peneliti membuang model konvensional berbentuk U dan beralih menggunakan desain khusus berbentuk huruf L (L-shaped OWC).

Struktur L ini terbukti jauh lebih unggul dalam melipatgandakan ketinggian osilasi air bebas serta memompa kecepatan aliran udara ke ruang turbin. Tim juga memodifikasi bagian dalam wadah dengan sistem multi-ruang yang dipasang miring membentuk sudut inklinasi 40 derajat.

"Konfigurasi multi-chamber dengan sudut inklinasi 40° teridentifikasi sebagai desain paling optimal, dengan tingkat efisiensi sistem mencapai 86%," jelas Adnan Sandy Dwi Marta.

Rancangan spesifik ini sukses membuat distribusi tekanan udara di dalam ruangan menjadi lebih merata, sehingga konversi daya mekanis menjadi energi listrik tetap berjalan maksimal meskipun kondisi ombak di luar sedang tidak menentu.

 

Laut Nusantara yang Penuh Potensi

Inovasi rekayasa bentuk ruang ini memiliki prospek yang sangat strategis untuk segera direalisasikan dalam skala nasional demi mengejar target bauran energi hijau.

Berdasarkan kalkulasi data geografi, dikutip dari BRIN, Indonesia sebenarnya mengantongi potensi energi laut teoretis yang sangat fantastis, yakni mencapai angka 288 Gigawatt.

Namun, rapor pemanfaatannya saat ini masih berada di angka nol persen alias belum ada satu pun yang beroperasi secara komersial di atas air.

Kelebihan utama dari cetak biru model L-OWC buatan BRIN ini adalah tingkat adaptabilitas hidrodinamikanya yang sangat tinggi terhadap karakter ombak lokal.

Karakteristik ruangan bisa disesuaikan dengan mudah, baik untuk menangkap gelombang berperiode pendek yang jamak ditemui di sekitar perairan Laut Banda dan Laut Arafura di Maluku, hingga untuk menjinakkan ombak besar khas Samudra Hindia yang menggulung di sepanjang pesisir Pulau Jawa, Bali, hingga Sumba.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.