Jakarta terus bersolek untuk memberikan kenyamanan mobilitas bagi warga dan pendatang melalui sistem transportasi terpadu. Pemerintah Jakarta membuat moda transportasi saling terhubung demi mewujudkan ekosistem perjalanan yang lebih efisien dan modern.
Upaya ini membuat Jakarta masuk ke dalam salah satu kota di dunia dengan transportasi terbaik di dunia. Dalam laporan Urban Mobility Index, Jakarta ada di peringkat 28 dunia dan peringkat tujuh di Asia sebagai kota dengan sistem transportasi yang baik.
10 Kota di Asia dengan Transportasi Umum Terbaik
Berdasarkan laporan 2024 Urban Mobility Readiness Index yang disusun oleh Oliver Wyman Forum berikut adalah 10 kota di Asia yang memiliki performa transportasi umum terbaik di dunia berdasarkan sub-indeks Public Transit:
- Singapura: Peringkat 1 Dunia
- Hong Kong: Peringkat 2 Dunia
- Tokyo: Peringkat 10 Dunia
- Seoul: Peringkat 13 Dunia
- Shanghai: Peringkat 17 Dunia
- Beijing: Peringkat 21 Dunia
- Jakarta: Peringkat 28 Dunia
- Dubai: Peringkat 32 Dunia
- Kuala Lumpur: Peringkat 41 Dunia
- Bangkok: Peringkat 46 Dunia
Mengapa Transportasi Umum Jakarta Diakui Dunia?
Keberhasilan Jakarta didorong oleh skor Public Transit sebesar 52,6 persen. Hal ini menunjukkan bahwa Jakarta memiliki sistem yang cukup matang dan efisien. Jumlah ini disebut juga naik dibandingkan tahun sebelumnya.
Salah satu faktor utama yang membuat Jakarta unggul adalah keberagaman moda transportasi massal yang tersedia bagi masyarakat. Warga Jakarta memiliki akses luas untuk bepergian dengan berbagai moda transportasi unggulan, mulai dari Bus Rapid Transit (TransJakarta), MRT, LRT, hingga jaringan kereta komuter yang saling terintegrasi.
Selain itu, efisiensi waktu menjadi keunggulan lain karena rata-rata jam operasional transportasi publik di Jakarta mencapai 19 jam setiap harinya. Selain itu, pemerintahnya juga kebijakan harga tiket yang sangat terjangkau memudahkan masyarakat dari berbagai lapisan ekonomi untuk beralih dari kendaraan pribadi.
Integrasi sistem pembayaran melalui aplikasi multimodal juga menjadi nilai plus. Jakarta dinilai sukses menyediakan layanan satu pintu yang memudahkan pengguna dalam merencanakan perjalanan dan membayar ongkos dalam satu genggaman.
Ambisi Jakarta untuk terus memperluas jangkauan layanan terlihat dari proyek ekspansi jaringan MRT Jakarta yang didukung investasi swasta dan pinjaman luar negeri.
Pemerintah juga membatasi penggunaan kendaraan pribadi melalui kebijakan ganjil-genap. Kebijakan ini mendorong efektivitas penggunaan transportasi publik di titik-titik tersibuk ibu kota.
Oliver Wyman Forum mencatatkan, pembangunan fasilitas pendukung seperti terowongan pejalan kaki bawah tanah yang menghubungkan enam moda transportasi sekaligus juga menjadi catatan emas. Inovasi infrastruktur ini sangat membantu meningkatkan aspek keamanan dan kenyamanan akses bagi para penumpang di pusat mobilitas.
Di sisi lain, Jakarta juga tengah berupaya untuk mewujudkan konsep 15 minutes city. Konsep ini menempatkan aksesibilitas sebagai prioritas utama untuk menjangkau fasilitas publik esensial, dari tempat kerja, sekolah, layanan kesehatan, pusat perbelanjaan, hingga ruang hijau, hanya dalam waktu 15 menit dari tempat tinggal, baik dengan berjalan kaki, bersepeda, atau bertransportasi umum.
Akan tetapi, mengingat lalu lintas Jakarta yang sangat padat, konsep ini hanya bisa diwujudkan jika ruang kota ditata kembali.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


