rumah radakng pontianak rumah adat terpanjang di indonesia kebanggaan dayak kanayatn - News | Good News From Indonesia 2026

Rumah Radakng Pontianak, Rumah Adat Terpanjang di Indonesia Kebanggaan Dayak Kanayatn

Rumah Radakng Pontianak, Rumah Adat Terpanjang di Indonesia Kebanggaan Dayak Kanayatn
images info

Dok. disporapar.pontianak.go.id


Di Kompleks Perkampungan Budaya, Jalan Sutan Syahrir, Kota Pontianak, berdiri sebuah bangunan yang menarik perhatian. Panjangnya 138 meter, lebarnya 30 meter, tingginya 7 meter, serta mampu menampung hingga 600 orang di ruang utamanya.

Ini adalah Rumah Radakng, replika rumah adat Suku Dayak Kanayatn yang diresmikan pada 2 Juli 2013, sehingga kini menjadi salah satu ikon Kota Pontianak selain Tugu Khatulistiwa.

Radakng adalah sebutan untuk rumah panjang dalam tradisi Suku Dayak Kanayatn di Kalimantan Barat. Bentuknya yang memanjang inilah yang membuat bangunan ini kerap disebut Rumah Panjang, dan kebesarannya menjadikannya sebagai rumah adat terbesar di Indonesia.

Berdasarkan catatan sejarah, dahulu bahkan ada Rumah Radakng asli yang panjangnya mencapai 300 meter sehingga mampu dihuni hingga 60 kepala keluarga sekaligus.

Bagi masyarakat Dayak, bangunan agung ini merupakan simbol semangat kekeluargaan, persaudaraan, gotong royong, dan kebersamaan. Setiap detail arsitekturnya menyimpan makna mendalam yang tidak hadir secara kebetulan.

 

Sekilas Mengenai Rumah Radakng

Rumah Radakng yang berdiri di Pontianak ini merupakan replika, bukan bangunan asli yang ditinggali secara turun-temurun. Meskipun demikian, bangunan ini aktif digunakan untuk berbagai kegiatan budaya, pertunjukan seni, dan acara adat. Ruang utamanya yang luas juga memiliki aula dan teater terbuka, sehingga kerap dijadikan lokasi pergelaran acara seni dan budaya berskala besar.

Rumah Radakng asli yang masih berdiri dan dihuni dapat ditemukan di beberapa lokasi di Kalimantan Barat. Salah satunya di Dusun Sahapm, Kabupaten Landak, yang sudah dihuni sekitar 140 tahun dan masih ditempati ratusan warga hingga sekarang. Ada juga Rumah Betang di Kabupaten Sanggau, Sekadau, Sintang, serta beberapa yang masih lestari di kawasan Kabupaten Kapuas Hulu.

Rumah Radakng mulai langka sejak tahun 1960-an seiring perubahan pola hunian masyarakat modern, sehingga keberadaan replika di Pontianak memiliki peran penting sebagai media pelestarian dan pengenalan budaya Dayak kepada masyarakat luas.

 

Daya Tarik Utama Rumah Radakng

Rumah Radakng menarik bukan hanya karena ukurannya yang luar biasa, melainkan karena setiap bagian bangunannya mengandung nilai filosofis yang kaya untuk dipelajari.

Kolong atau pondasi yang tinggi dirancang sebagai proteksi kuno dari ancaman binatang buas dan musuh. Di bagian atas rumah terdapat enam pilar yang masing-masing dilengkapi patung Burung Enggang Gading, burung yang bagi masyarakat Dayak melambangkan kekuatan dan kegagahan. Tangga kayu yang disebut hejot sengaja dibuat dalam jumlah ganjil sesuai dengan tradisi kepercayaan setempat.

Seluruh material bangunan didominasi elemen kayu yang secara simbolis mencerminkan kekayaan alam pulau Kalimantan, sedangkan lantainya berbahan bambu. Arah bangunan pun penuh pertimbangan, yaitu bagian depan menghadap ke timur arah matahari terbit dan bagian belakang menghadap ke barat arah matahari terbenam, sehingga melambangkan etos kerja keras yang dimulai dari pagi hingga sore hari.

Bagian belakang rumah difungsikan untuk menyimpan hasil panen dan alat pertanian. Area dapur dibangun menghadap ke arah aliran sungai, yang dalam kepercayaan masyarakat Dayak dipercaya dapat mendatangkan rezeki yang mengalir. Sementara itu, halaman depan yang luas biasa digunakan sebagai pusat ritual dan upacara adat.

 

Akses Menuju Rumah Radakng

Rumah Radakng berlokasi di Kompleks Perkampungan Budaya, Jalan Sutan Syahrir, Kota Baru, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Dari pusat Kota Pontianak, lokasi ini bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi maupun transportasi kota dalam waktu yang relatif singkat. Lokasinya berada di area strategis tengah kota sehingga mudah ditemukan menggunakan bantuan peta digital.

 

 

Ayo Berkunjung ke Rumah Radakng!

Kawasan Rumah Radakng dapat dikunjungi setiap hari sepanjang pagi hingga sore hari. Pengunjung umumnya tidak dikenakan biaya tiket masuk reguler alias gratis, kecuali saat diadakan pergelaran seni atau festival budaya tertentu yang dikelola secara khusus.

Di sekitar kawasan ini juga tersedia berbagai perajin suvenir berupa miniatur Rumah Radakng yang bisa dibawa pulang sebagai oleh-oleh khas.

Rumah Radakng cocok untuk Kawan GNFI yang sedang berada di Pontianak dan ingin mengenal kebudayaan Dayak Kanayatn secara lebih dekat dan nyata.

Datang saat ada pergelaran seni atau acara gawai adat akan membuat kunjungan terasa lebih hidup. Bangunan ini memang paling berkesan saat diisi oleh aktivitas bersama yang mencerminkan nilai luhur persaudaraan di balik keberadaannya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.