chai kue pontianak kuliner peranakan yang bertahan di tengah perubahan zaman - News | Good News From Indonesia 2026

Chai Kue Pontianak Kuliner Peranakan yang Bertahan di Tengah Perubahan Zaman

Chai Kue Pontianak Kuliner Peranakan yang Bertahan di Tengah Perubahan Zaman
images info

Choi Pan/ Choi Kue Pontianak oleh Fitri Penyalai (Wikimedia Commons)


Pernahkah Kawan GNFI menemukan sebuah makanan yang terlihat sederhana, tetapi ternyata menyimpan perjalanan panjang tentang budaya dan kehidupan masyarakat?

Di Pontianak, Kalimantan Barat, ada chai kue, kuliner yang bukan hanya dikenal karena rasanya, tetapi juga karena cerita yang melekat di dalamnya. Makanan berbentuk kecil dengan kulit lembut dan isian gurih ini menjadi salah satu warisan kuliner peranakan yang masih bertahan hingga sekarang.

Chai kue atau choi pan merupakan makanan yang memiliki pengaruh budaya Tionghoa dan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Pontianak. Kehadirannya menggambarkan bagaimana berbagai budaya dapat bertemu dan berkembang bersama dalam satu wilayah.

Bagi masyarakat Pontianak, chai kue bukan sekadar camilan. Makanan ini menjadi bagian dari kenangan keluarga, tradisi, dan kebiasaan yang diwariskan dari generasi ke generasi.

Jejak Kuliner Peranakan di Kota Pontianak

Keberadaan chai kue tidak dapat dipisahkan dari perjalanan masyarakat Tionghoa di Kalimantan Barat. Sejak ratusan tahun lalu, masyarakat Tionghoa telah datang dan menetap di wilayah ini, membawa berbagai tradisi, termasuk kebiasaan memasak.

Seiring waktu, makanan yang dibawa tersebut mengalami penyesuaian dengan lingkungan dan bahan yang tersedia di daerah setempat. Dari proses panjang itulah kemudian muncul kuliner yang memiliki karakter khas Pontianak.

Chai kue menjadi salah satu contoh bagaimana makanan dapat menjadi jembatan antara budaya yang berbeda. Teknik memasaknya memiliki pengaruh dari tradisi Tionghoa, tetapi keberadaannya telah menjadi bagian dari identitas kuliner masyarakat Kalimantan Barat.

Kawan GNFI, menarik untuk melihat bahwa sebuah makanan dapat menceritakan perjalanan suatu kelompok masyarakat. Dari sebuah hidangan sederhana, kita bisa mengenal bagaimana budaya berpindah, beradaptasi, dan akhirnya menjadi bagian dari kehidupan bersama.

baca juga

Proses Pembuatan Chai Kue yang Mempertahankan Tradisi

Salah satu hal yang membuat chai kue menarik adalah proses pembuatannya yang membutuhkan ketelitian.

Kulit chai kue dibuat dari adonan tepung yang kemudian dibentuk tipis. Setelah itu, kulit tersebut diisi dengan berbagai isian seperti bengkuang, kucai, atau talas yang telah diolah menggunakan bumbu tertentu.

Setelah dibentuk, chai kue kemudian dikukus hingga matang. Proses ini menghasilkan tekstur kulit yang lembut dengan rasa gurih dari isian di dalamnya.

Biasanya, chai kue disajikan bersama taburan bawang putih goreng yang memberikan aroma khas. Perpaduan antara tekstur lembut, isian gurih, dan aroma bawang goreng menjadi ciri yang membuat kuliner ini tetap digemari.

Meski terlihat sederhana, proses membuat chai kue membutuhkan keterampilan. Banyak penjual masih mempertahankan cara lama agar cita rasa yang dihasilkan tetap memiliki karakter khas.

baca juga

Chai Kue dan Tantangan Kuliner Tradisional

Di tengah perkembangan kuliner modern, makanan tradisional menghadapi tantangan untuk tetap dikenal oleh masyarakat luas.

Berbagai makanan baru bermunculan dengan tampilan yang lebih modern dan mudah ditemukan. Namun, chai kue tetap memiliki daya tarik karena membawa cerita yang tidak hanya tentang rasa.

Bagi sebagian masyarakat Pontianak, chai kue memiliki hubungan emosional. Makanan ini dapat mengingatkan seseorang pada keluarga, suasana rumah, atau kebiasaan yang sudah dilakukan sejak lama.

Hal tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kuliner tradisional seperti chai kue masih bertahan.

Melestarikan chai kue bukan hanya menjaga sebuah makanan, tetapi juga menjaga cerita masyarakat yang ada di baliknya.

Mengenal Indonesia melalui Cerita Kuliner

Chai kue Pontianak menjadi salah satu contoh bahwa kuliner Indonesia memiliki perjalanan yang panjang dan beragam.

Sebuah makanan dapat membawa cerita tentang sejarah, perpaduan budaya, hingga kehidupan masyarakat yang terus menjaganya.

Kawan GNFI, masih banyak kuliner daerah Indonesia yang menyimpan kisah menarik dan belum banyak diketahui. Setiap makanan memiliki asal-usul, proses, dan nilai yang membuatnya lebih dari sekadar hidangan.

Melalui cerita kuliner, kita dapat mengenal Indonesia dari sisi yang lebih dekat. Karena setiap rasa memiliki perjalanan, dan setiap makanan memiliki cerita yang layak untuk dikenalkan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

SH
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.