bukan sekadar upacara adat ngertakeun bumi lamba membawa pesan untuk masa depan indonesia - News | Good News From Indonesia 2026

Bukan Sekadar Upacara Adat, Ngertakeun Bumi Lamba Membawa Pesan untuk Masa Depan Indonesia

Bukan Sekadar Upacara Adat, Ngertakeun Bumi Lamba Membawa Pesan untuk Masa Depan Indonesia
images info

Foto: milik pribadi


Di tengah berbagai persoalan lingkungan yang semakin sering terjadi, mulai dari berkurangnya kawasan hutan, pencemaran sungai, hingga perubahan iklim, ternyata masih ada tradisi budaya yang terus mengingatkan manusia tentang pentingnya menjaga hubungan dengan alam. Salah satunya adalah Ngertakeun Bumi Lamba, sebuah tradisi tahunan yang diselenggarakan di kawasan Gunung Tangkuban Parahu, Jawa Barat.

Sekilas, kegiatan ini mungkin terlihat seperti upacara adat biasa. Namun di balik prosesi yang berlangsung khidmat, tersimpan pesan besar tentang bagaimana manusia seharusnya hidup berdampingan dengan alam.

Tradisi yang Berangkat dari Rasa Syukur kepada Alam

Ngertakeun Bumi Lamba merupakan tradisi yang berakar dari budaya Sunda. Secara sederhana, tradisi ini dapat dipahami sebagai ungkapan rasa syukur sekaligus penghormatan kepada bumi, gunung, hutan, air, dan seluruh unsur kehidupan yang menopang keberadaan manusia.

Dalam pandangan masyarakat adat, manusia bukanlah penguasa alam. Sebaliknya, manusia merupakan bagian dari alam itu sendiri. Karena itu, keseimbangan antara manusia dan lingkungan harus terus dijaga agar kehidupan dapat berlangsung dengan baik.

Pesan tersebut terasa semakin relevan di tengah berbagai tantangan lingkungan yang saat ini dihadapi Indonesia, mulai dari kerusakan hutan, berkurangnya sumber mata air, hingga meningkatnya risiko bencana ekologis.

baca juga

Ketika Air dari Berbagai Daerah Disatukan

Salah satu rangkaian yang menarik perhatian dalam Ngertakeun Bumi Lamba adalah prosesi penyatuan air.

Air yang berasal dari berbagai daerah dikumpulkan dan dipersatukan sebagai simbol persaudaraan, solidaritas, serta kesadaran bahwa seluruh masyarakat Indonesia memiliki tanggung jawab yang sama dalam menjaga alam.

Prosesi ini mengandung makna yang mendalam. Meskipun berasal dari wilayah, budaya, dan latar belakang yang berbeda, seluruh masyarakat Indonesia pada akhirnya hidup di bumi yang sama dan bergantung pada sumber daya alam yang sama pula.

Melalui simbol air, masyarakat diajak untuk memahami bahwa menjaga lingkungan bukan hanya tanggung jawab kelompok tertentu, melainkan tanggung jawab bersama.

Menyatukan Keberagaman dalam Satu Ruang Budaya

Foto: milik pribadi

Hal menarik lainnya adalah keterlibatan berbagai komunitas adat dari berbagai daerah di Indonesia.

Dalam kegiatan ini, peserta tidak hanya berasal dari masyarakat Sunda. Berbagai perwakilan masyarakat adat dari beragam wilayah turut hadir dengan pakaian adat, kesenian, dan tradisi masing-masing.

Keberagaman tersebut menghadirkan pemandangan yang unik. Perbedaan budaya tidak menjadi penghalang, melainkan menjadi kekuatan yang memperlihatkan bagaimana Indonesia dapat bersatu dalam satu tujuan yang sama, yaitu menjaga kelestarian alam.

Di tengah maraknya perdebatan identitas dan perbedaan di ruang digital, peristiwa seperti ini menjadi pengingat bahwa keberagaman justru dapat menjadi jembatan untuk membangun kepedulian bersama.

Pelajaran Lingkungan yang Datang dari Budaya

Saat ini isu lingkungan sering disampaikan melalui data, laporan penelitian, atau kampanye media sosial. Semua itu tentu penting. Namun Ngertakeun Bumi Lamba menawarkan pendekatan yang berbeda.

Tradisi ini menunjukkan bahwa kesadaran lingkungan juga dapat tumbuh melalui budaya.

Nilai-nilai pelestarian alam diwariskan melalui simbol, ritual, dan pengalaman bersama. Dengan cara seperti ini, pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan tidak hanya dipahami secara intelektual, tetapi juga dirasakan secara emosional dan kultural.

Bagi generasi muda, pendekatan seperti ini dapat menjadi cara yang menarik untuk memahami isu lingkungan tanpa harus merasa sedang mengikuti ceramah atau pelajaran formal.

Mengingatkan Bahwa Kemajuan Tidak Hanya Soal Ekonomi

Salah satu pesan yang paling kuat dari Ngertakeun Bumi Lamba adalah bahwa kemajuan suatu bangsa tidak seharusnya hanya diukur dari angka pertumbuhan ekonomi.

Kemajuan juga dapat dilihat dari kemampuan masyarakat menjaga sumber airnya, merawat hutannya, melestarikan budayanya, dan menciptakan hubungan yang harmonis dengan lingkungan.

Ketika alam tetap lestari, kehidupan masyarakat juga memiliki peluang yang lebih besar untuk berkembang secara berkelanjutan.

Pesan inilah yang membuat Ngertakeun Bumi Lamba tetap relevan hingga hari ini.

baca juga

Menjaga Bumi, Menjaga Masa Depan

Pengalaman menyaksikan langsung rangkaian Ngertakeun Bumi Lamba di kawasan Tangkuban Parahu memberikan kesan bahwa tradisi ini bukan sekadar acara budaya tahunan.

Di balik iringan musik tradisional, doa-doa adat, dan prosesi yang berlangsung tenang, tersimpan sebuah pengingat penting bahwa manusia hidup dari alam dan pada akhirnya akan kembali kepada alam.

Karena itu, menjaga bumi bukan hanya tentang melestarikan lingkungan, tetapi juga tentang menjaga masa depan generasi yang akan datang.

Di tengah dunia yang bergerak semakin cepat, Ngertakeun Bumi Lamba mengajak kita untuk berhenti sejenak, melihat kembali hubungan kita dengan alam, dan menyadari bahwa bumi yang sehat adalah warisan terbaik yang bisa diberikan kepada masa depan Indonesia.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

YM
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.