bali jadi provinsi dengan tingkat pengangguran terbuka terendah di indonesia apa faktor pendorongnya - News | Good News From Indonesia 2026

Bali Jadi Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terbuka Terendah di Indonesia, Apa Faktor Pendorongnya?

Bali Jadi Provinsi dengan Tingkat Pengangguran Terbuka Terendah di Indonesia, Apa Faktor Pendorongnya?
images info

Bali | Harry Kessell/Unsplash


Tingkat pengangguran merupakan salah satu indikator fundamental yang mencerminkan kesehatan ekonomi dan efektivitas penyerapan tenaga kerja di suatu daerah. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per Februari 2026, jumlah pengangguran di Indonesia tercatat sebesar 7,24 juta orang.

Jumlah ini mengalami penurunan sebanyak 35 ribu orang dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Sementara itu, secara nasional, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) berada di posisi 4,68 persen.

Ditinjau dari data BPS tersebut, Provinsi Bali tercatat sebagai provinsi dengan tingkat pengangguran terendah di Indonesia dengan 1,59 persen. Kira-kira, apa yang membuat provinsi di Pulau Dewata ini memiliki tingkat pengangguran yang rendah dibanding provinsi lain?

Daftar 10 Provinsi dengan Pengangguran Terendah di Indonesia

Di bawah ini adalah sepuluh provinsi yang memiliki tingkat pengangguran terendah secara nasional berdasarkan data BPS per Februari 2026:

  • Bali: 1,59%

  • Papua Pegunungan: 1,70%

  • Sulawesi Barat: 2,93%

  • Sulawesi Tengah: 2,95%

  • Nusa Tenggara Barat: 2,99%

  • DI Yogyakarta: 3,05%

  • Nusa Tenggara Timur: 3,16%

  • Gorontalo: 3,17%

  • Bengkulu: 3,23%

  • Sulawesi Tenggara: 3,25%

  • baca juga

    Kenapa Tingkat Pengangguran di Bali Rendah?

    Disadur dari situs resmi Pemerintah Provinsi Bali, faktor utama yang mendorong pencapaian ini adalah kebangkitan industri pariwisata pascapandemi yang memberikan dampak berantai sangat luas.

    Ramainya kembali wisatawan mancanegara dan domestik tidak hanya menghidupkan kembali hotel-hotel besar, tetapi juga menggerakkan sektor UMKM dan ekonomi kreatif. Sektor ini merupakan penyerap tenaga kerja terbesar di Bali. Tahun 2025 lalu, Bali menerima sekitar 2,46 juta wisatawan mancanegara yang berkontribusi langsung pada pendapatan daerah dan penciptaan lapangan kerja di berbagai lini jasa pariwisata.

    Selain itu, pada tahun 2025, ekonomi Bali tercatat tumbuh sebesar 5,82%. Angka ini melampaui rata-rata pertumbuhan nasional sebesar 5,11% dan merupakan pertumbuhan tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

    Pertumbuhan yang ekspansif ini secara otomatis meningkatkan permintaan akan tenaga kerja di sektor-sektor produktif. Selain itu, Pemerintah Provinsi Bali di bawah visi "Nangun Sat Kerthi Loka Bali" melakukan langkah diversifikasi agar ekonomi tidak hanya bergantung pada pariwisata konvensional.

    Transformasi ini mencakup penguatan sektor pertanian organik, industri lokal, serta pengembangan ekonomi digital dan kreatif. Hal ini memberikan alternatif peluang kerja baru bagi angkatan kerja muda.

    Infrastruktur juga memegang peranan krusial dalam pemerataan lapangan kerja di Bali. Pembangunan berbagai proyek strategis seperti shortcut Singaraja-Mengwitani dan pengembangan transportasi publik berhasil membuka aksesibilitas yang lebih baik dan menyerap tenaga kerja.

    baca juga

    Lebih lanjut, ambisi Bali untuk menjadi "pulau digital" diperkuat dengan pembangunan fasilitas seperti Turyapada Tower yang diharapkan menjadi pusat konektivitas dan pertumbuhan ekonomi baru di wilayah Bali Utara. Dengan adanya pusat-pusat ekonomi baru ini, penyerapan tenaga kerja tidak lagi terpusat di Bali Selatan, sehingga angka pengangguran dapat ditekan secara merata di seluruh wilayah kabupaten/kota.

    Stabilitas pasar kerja di Bali turut berkorelasi positif dengan indikator kesejahteraan lainnya. Dengan tingkat pengangguran yang rendah, Bali juga berhasil mencatatkan tingkat kemiskinan terendah secara nasional, yakni sebesar 3,42% pada tahun 2025.

    Hal ini didukung oleh peningkatan pendapatan per kapita masyarakat yang mencapai Rp72,66 juta, serta pemerataan pendapatan yang lebih baik dibandingkan rata-rata nasional. Dengan sinergi antara pembangunan infrastruktur, transformasi digital, dan penguatan ekonomi riil berbasis kearifan lokal, Bali mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang inklusif di mana masyarakatnya memiliki peluang yang luas untuk bekerja dan produktif.

    Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

    Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firda Aulia Rachmasari lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firda Aulia Rachmasari.

    FA
    Tim Editorarrow

    Terima kasih telah membaca sampai di sini

    🚫 AdBlock Detected!
    Please disable it to support our free content.