Tidak jauh dari Masjid Agung Banten, sekitar 500 meter ke arah barat laut, berdiri reruntuhan benteng yang menyimpan salah satu cerita berlapis dalam sejarah Banten. Namanya Benteng Speelwijk, berlokasi di Kampung Pamarican, Desa Banten, Kecamatan Kasemen, Kota Serang.
Benteng ini dibangun oleh VOC mulai 1681, selesai 1684, lalu diperluas lagi pada 1731. Namanya diambil dari Cornelis Janszoon Speelman, Gubernur Jenderal Hindia Belanda yang menjabat pada periode awal pembangunannya.
Yang membuat latar belakang benteng ini tidak bisa dipisahkan dari dinamika politik Kesultanan Banten adalah cara VOC mendapatkan izin membangunnya.
Belanda meminta izin kepada Sultan Haji dengan dalih benteng itu dibutuhkan sebagai perlindungan dari ancaman pengikut Sultan Ageng Tirtayasa, ayah Sultan Haji sendiri yang dikenal sangat anti-Belanda. Sultan Haji menyetujuinya, sehingga konflik antara ayah dan anak ini menjadi salah satu faktor yang mempercepat kemunduran Kesultanan Banten, dan Benteng Speelwijk berdiri tepat di tengah pusaran peristiwa tersebut.
Satu fakta penting adalah bahwa benteng ini dibangun di atas bekas puing Keraton Surosowan. Pondasi batu karangnya yang direkatkan kapur masih bisa dilihat sampai sekarang, sehingga kondisi itu menjadi bukti bahwa VOC menggunakan sisa-sisa kehancuran keraton sebagai material pembangunan.
Sekilas Mengenai Benteng Speelwijk
Benteng Speelwijk dirancang oleh arsitek Belanda Hendrick Loocaszoon Cardeel, nama yang juga melekat pada desain menara Masjid Agung Banten. Orang yang sama yang merancang menara masjid bersejarah itu juga yang membangun benteng kolonial ini, sebuah ironi yang menarik untuk dicermati dalam linimasa sejarah Banten Lama.
Pembangunannya melibatkan tenaga kerja dari etnis Tionghoa dengan upah rendah. Benteng dengan denah persegi panjang berukuran sekitar 70 x 70 meter ini dikelilingi tembok setinggi tiga meter dan dilengkapi bastion atau ruang jaga di setiap sudutnya. Di luar tembok terdapat parit pertahanan selebar 1,5 hingga 2 meter yang berfungsi mempersulit serangan dari luar.
Di dalam kompleks benteng dahulu terdapat rumah komandan, gereja, gudang senjata dan mesiu, kantor administrasi, serta kamar dagang. Kini hampir semua bangunan itu sudah hancur dan hanya tersisa pondasinya. Salah satu hal yang masih bisa diamati adalah makam pejabat VOC dan militer Belanda di dalam kompleks, termasuk makam komandan benteng dan beberapa pejabat tinggi lainnya.
Pada 1998, kawasan Banten Lama termasuk Benteng Speelwijk ditetapkan sebagai cagar budaya. Benteng ini mulai ditinggalkan setelah situasi politik dan keamanan di Banten memburuk pada masa Gubernur Jenderal Daendels.
Daya Tarik Utama Benteng Speelwijk
Benteng Speelwijk menarik justru karena kondisinya yang tidak lagi utuh, dan apa yang tersisa berbicara lebih banyak dari yang tampak secara kasatmata.
Tembok tebal dari batu bata merah yang masih berdiri adalah hal pertama yang menarik perhatian saat masuk ke kawasan ini. Di bagian utara pintu masuk, menara pengintai atau bastion masih cukup kokoh berdiri. Di dalamnya terdapat lubang seukuran satu meter yang dahulu digunakan sebagai tempat meriam, sehingga dari bastion ini bayangan fungsi pertahanan benteng masih bisa dirasakan cukup jelas.
Parit yang mengelilingi benteng juga masih bisa diamati, meskipun kondisinya sudah jauh berbeda dari fungsi aslinya. Di dalam area benteng yang cukup luas, sebagian besar lahannya kini berubah menjadi lapangan sepak bola aktif yang digunakan warga sekitar untuk bermain bola. Perpaduan antara reruntuhan benteng bersejarah dan aktivitas olahraga warga lokal ini menjadi pemandangan yang unik dan tidak banyak dijumpai di situs sejarah lain.
Makam pejabat dan militer Belanda di dalam kompleks menambah satu lapisan lagi dari tempat ini. Bagi Kawan yang tertarik pada sejarah kolonial, keberadaan makam tersebut memperkuat kesan bahwa Benteng Speelwijk bukan sekadar bangunan pertahanan, melainkan juga ruang hidup komunitas VOC yang besar di zamannya.
Akses Menuju Benteng Speelwijk
Benteng Speelwijk terletak di Kampung Pamarican, Kecamatan Kasemen, Kota Serang, sekitar 600 meter ke arah barat laut dari Keraton Surosowan dan sekitar 500 meter dari Masjid Agung Banten. Posisinya yang berada di kawasan Banten Lama membuat kunjungan ke benteng ini bisa digabungkan dengan situs lain di kawasan yang sama dalam satu rute perjalanan.
Dari pusat Kota Serang, perjalanan menuju kawasan Kasemen bisa ditempuh sekitar 10 hingga 15 menit menggunakan kendaraan bermotor. Kendaraan pribadi adalah pilihan paling praktis, meskipun angkutan kota dari pusat kota menuju kawasan ini juga tersedia. Akses jalan sudah beraspal rata dan mudah dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.
Ayo Berkunjung ke Benteng Speelwijk!
Benteng Speelwijk sebagai situs cagar budaya bisa dikunjungi setiap hari tanpa tiket masuk alias gratis. Mengunjungi lokasi di pagi hari lebih disarankan agar lebih nyaman menelusuri kawasan yang cukup luas ini tanpa terik matahari yang menyengat.
Benteng Speelwijk cocok untuk Kawan GNFI yang tertarik pada sejarah kolonial dan ingin melihat langsung bagaimana cerita politik antara VOC dan Kesultanan Banten meninggalkan jejaknya dalam bentuk bangunan fisik.
Gabungkan kunjungan ini dengan Masjid Agung Banten dan Keraton Surosowan yang berada di kawasan yang sama, agar perjalanan ke Banten Lama bisa lebih lengkap dalam satu rute rekreasi sejarah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


