"Sebagai satpam, saya tidak pernah membayangkan bisa sampai di titik ini," kata Agung Sulistyo.
Mantan satpam ini resmi menyandang gelar doktor dari Program Doktor Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Namanya makin panjang sekarang: Dr. Agung Sulistyo, S.E., M.M., CHE.
Jelas ia sendiri tak pernah menyangka bisa meraih gelar itu. Sebab, belasan tahun lalu, kehidupan Agung jauh dari bayangan itu.
Orang tuanya bekerja sebagai buruh. Sementara dirinya sempat menjalani profesi sebagai satpam. Ya, Agung pernah bertugas menjaga keamanan kantor Harian Kedaulatan Rakyat di Yogyakarta.
Yang menarik, saat menjadi satpam itulah ia sedang sibuk-sibuknya kuliah. Makanya, ia kerap manfaatkan pos satpam sebagai ruang untuk menyelesaikan tugas kuliahnya.
"Tantangan terbesar waktu itu adalah membagi waktu. Kalau sedang jaga malam, setelah kuliah saya langsung ke tempat kerja, lalu mengerjakan tugas di pos satpam sampai pagi," kata Agung, dikutip dari UMY.
Gagal Jadi TNI dan Polisi, Malah Jadi Akademisi
Agung lahir di Tangerang dan menamatkan pendidikan STM jurusan Teknik Gambar Bangunan pada 2002. Seperti banyak anak muda lain saat itu, ia juga pernah punya cita-cita mengenakan seragam. Oleh karena itu, ia sempat mengikuti seleksi TNI dan Polri. Sayangnya, ia harus tertampar realita bahwa ia belum lolos seleksi.
Pada 2005, Agung berangkat ke Yogyakarta sebagai relawan. Di sana, ia mencoba berbagai peruntungan. Tiga tahun kemudian, ia diterima bekerja sebagai satpam.
Walaupun sudah bekerja, Agung tidak berpuas diri. Malahan, ia mulai berpikir untuk melanjutkan pendidikan. Keputusan yang jelas tidak mudah. Apalagi, gajinya kala itu dinilai pas-pasan dan waktu luangnya juga tidak banyak.
Meski demikian, pada 2009, ia nekat mendaftar kuliah kelas karyawan di sebuah sekolah tinggi ilmu ekonomi di Yogyakarta. Pada akhirnya, keputusan tersebut menjadi titik balik paling penting dalam hidupnya.
Dari Menjaga Gerbang Menjadi Berdiri di Depan Kelas
Keputusan Agung melanjutkan pendidikan tinggi ternyata bukan pilihan yang sia-sia. Ia malah makin senang dan semangat melanjutkan pendidikan. Ia menyelesaikan pendidikan sarjana pada 2013. Dua tahun kemudian, gelar magister juga berhasil diraih.
Yang menarik, ada peran istri yang membuat Agung terus berkembang. Agung mengaku istrinya, Bdn. Intan Mutiara Putri, S.ST., M.Keb., menjadi sosok yang mendorongnya melihat kemungkinan-kemungkinan yang sebelumnya tidak pernah ia bayangkan, salah satunya menjadi dosen.
"Saya tidak pernah membayangkan menjadi pengajar. Tapi istri saya terus mendorong dan membuka cara pandang baru tentang masa depan," ujar Agung.
Agung lalu mencoba dan kesempatan itu akhirnya datang pada 2015. Agung diterima sebagai dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Ambarrukmo Yogyakarta program studi Perhotelan.
Doa Ketika Jadi Satpam Kini Dikabulkan
Bagi sebagian orang, menjadi dosen mungkin sudah cukup. Apalagi bagi Agung yang memulainya dari profesi satpam. Akan tetapi, Agung merasa masih perlu belajar lebih jauh.
Setelah mengajar beberapa tahun, Agung menyadari bahwa dunia pendidikan menuntut dosen untuk terus meningkatkan kapasitas diri. Bukan hanya mengajar di kelas, tetapi juga meneliti dan mengembangkan keilmuan. Karena itulah ia memutuskan melanjutkan studi ke Program Doktor Manajemen UMY.
Selain itu, meraih pendidikan tinggi adalah harapannya dari dulu. Sejak masih menjadi satpam, Agung kerap berdoa agar hidupnya bisa berubah melalui pendidikan.
Ia berharap ilmu pengetahuan dapat menjadi jalan untuk mengangkat kualitas hidupnya dan keluarganya Ketika akhirnya ia meraih gelar doktor di UMY, doa yang dipanjatkan bertahun-tahun lalu itu terasa tidak lagi sekadar harapan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


