leuwi tonjong ngarai sungai tersembunyi di kaki gunung gong - News | Good News From Indonesia 2026

Leuwi Tonjong, Ngarai Sungai Tersembunyi di Kaki Gunung Gong

Leuwi Tonjong, Ngarai Sungai Tersembunyi di Kaki Gunung Gong
images info

Dok. Siti Nurhasanah (Google Maps)


Tidak banyak orang yang tahu nama Leuwi Tonjong sebelum datang ke Garut. Padahal tempat ini sudah pernah mendapat pengakuan nasional, yaitu meraih juara kedua kategori Surga Tersembunyi dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia 2018 yang digelar Kementerian Pariwisata. Lokasinya berada di Desa Jayamukti, Kecamatan Cihurip, sekitar 67 kilometer dari pusat Kota Garut, tepatnya di kaki Gunung Gong di dalam kawasan hutan.

Leuwi Tonjong adalah lubuk sungai yang diapit oleh dua tebing batu setinggi 90 hingga 120 meter. Air di lubuknya jernih kebiruan, cukup dangkal untuk berenang dan berendam dengan aman, sehingga di antara kedua tebing mengalir air terjun kecil.

Dalam bahasa Sunda, "leuwi" berarti lubuk atau bagian terdalam sungai, sedangkan "tonjong" merujuk pada tebing yang menonjol, sehingga namanya menggambarkan kondisi lokasi ini dengan cukup tepat.

Banyak pengunjung menyebut suasana di Leuwi Tonjong mengingatkan mereka pada destinasi alam di luar negeri, terutama saat menyusuri sungai menggunakan perahu rakit dengan tebing tinggi di kanan kiri. Perbandingan itu tentu subjektif, tetapi paling tidak menggambarkan betapa tempat ini terasa berbeda dari wisata air pada umumnya di Jawa Barat.

 

Sekilas Mengenai Leuwi Tonjong

Leuwi Tonjong dikelola secara alami oleh masyarakat sekitar dan masuk dalam kategori ekowisata Garut. Kawasannya berada di dalam hutan di kaki Gunung Gong, sehingga udara di sekitarnya terasa sejuk khas pegunungan dan pepohonan rindang mengelilingi jalur menuju lokasi.

Meskipun sudah cukup dikenal dan pernah mendapat penghargaan nasional, tempat ini tetap terjaga keasriannya karena aksesnya yang tidak mudah. Pengunjung harus berjalan kaki sekitar 30 menit melalui jalur setapak berbatu dan cukup curam setelah memarkirkan kendaraan.

 

Daya Tarik Utama Leuwi Tonjong

Leuwi Tonjong menawarkan beberapa hal yang jarang ditemukan sekaligus dalam satu lokasi wisata sungai.

Tebing yang mengapit sungai adalah pemandangan pertama yang langsung menyambut saat tiba di lokasi. Dua dinding batu setinggi 90 hingga 120 meter berdiri di kanan dan kiri, dengan air terjun kecil mengalir di antara celahnya. Kombinasi ini menciptakan ruang yang terasa tertutup dan tenang, jauh berbeda dari pantai atau air terjun yang terbuka luas.

Air lubuknya jernih hingga dasar sungai terlihat jelas, dengan warna biru kehijauan yang muncul saat cahaya matahari masuk di antara celah tebing. Saat siang dan menjelang sore, sinar matahari memantul di permukaan air dan menciptakan gradasi warna yang kerap dijadikan latar foto oleh pengunjung. Airnya cukup dangkal dan arusnya tidak deras, sehingga aman untuk berendam dan berenang.

Perahu rakit tersedia untuk disewa dan bisa digunakan menyusuri sungai di antara kedua tebing. Dari atas perahu, Kawan bisa merasakan skala tebing yang sebenarnya dari sudut yang berbeda, sehingga suasananya memang mengingatkan pada sungai berbatu di tempat terkenal. Pengalaman naik rakit di antara tebing tinggi dengan air jernih di bawahnya adalah bagian yang paling sering disebut pengunjung sebagai favorit mereka.

Area camping ground juga tersedia bagi yang ingin bermalam, dengan langit berbintang yang cukup jelas karena jauh dari polusi cahaya kota.

 

Akses Menuju Leuwi Tonjong

Dari pusat Kota Garut, rute menuju Leuwi Tonjong adalah melalui Jalan Raya Garut menuju Cikajang, lalu melanjutkan ke Kecamatan Cihurip hingga tiba di Desa Jayamukti. Jaraknya sekitar 67 kilometer dengan waktu tempuh sekitar dua jam lebih.

Kendaraan roda dua lebih disarankan dibanding mobil karena jalan menuju lokasi cukup menantang di beberapa bagian. Bagi yang menggunakan angkutan umum, Kawan bisa naik angkutan menuju Cihurip lalu melanjutkan perjalanan dengan ojek lokal.

Dari titik parkir, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki sekitar 30 menit melalui jalur setapak berbatu dan tanjakan curam. Stamina yang cukup perlu disiapkan untuk jalur ini, terutama saat pulang karena medannya sama.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

Leuwi Tonjong buka setiap hari pukul 07.30 hingga 17.30 WIB. Tiket masuk Rp10.000 per orang di hari biasa dan Rp15.000 di akhir pekan. Biaya tambahan berlaku untuk sewa perahu rakit dan jasa pemandu lokal jika diperlukan. Di lokasi tersedia area parkir, toilet, musala, warung makan, dan camping ground.

Waktu terbaik berkunjung adalah pagi hingga sore hari, sehingga sebaiknya tidak pulang terlalu sore agar perjalanan kembali melalui jalur setapak masih dalam kondisi terang.

 

Ayo Berkunjung ke Leuwi Tonjong!

Leuwi Tonjong cocok untuk Kawan GNFI yang ingin wisata sungai yang berbeda dan tidak keberatan dengan jalur trekking cukup menantang untuk sampai ke lokasi. Bawa alas kaki yang nyaman untuk medan berbatu, siapkan pakaian ganti jika berencana masuk ke air, dan pastikan berangkat cukup pagi agar punya waktu leluasa menikmati lokasi sebelum harus kembali.

Jadi, kapan Kawan mau berkunjung ke Leuwi Tonjong?

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.