mengintip jurus cuan pt kai tak cuma jual tiket penumpang asetnya juga dibikin menghasilkan duit - News | Good News From Indonesia 2026

Mengintip Jurus Cuan PT KAI: Tak Cuma Jual Tiket Penumpang, Asetnya Juga Dibikin Menghasilkan Duit

Mengintip Jurus Cuan PT KAI: Tak Cuma Jual Tiket Penumpang, Asetnya Juga Dibikin Menghasilkan Duit
images info

Ilustrasi. PT KAI punya platform digital yang bernama Space by KAI./Pemkab Banyuwangi


Sebagai perusahaan operator kereta api, PT Kereta Api Indonesia (Persero) alias KAI sudah tentu berjualan tiket penumpang. Namun, lebih dari itu, mereka juga punya langkah lain untuk mendapatkan pemasukan, termasuk dengan memanfaatkan aset-asetnya.

Soal bisnis, KAI memang tidak lagi sekadar bicara soal jadwal keberangkatan atau urusan tiket. Perusahaan pelat merah ini mengoptimalkan ribuan hektare lahan serta bangunan strategis milik perusahaan yang tersebar luas dari ujung Pulau Jawa hingga Sumatra.

Bicara soal modal "dagangan", aset yang dimiliki KAI memang tergolong fantastis dan mencakup luasan yang luar biasa. Perusahaan mengelola total tanah mencapai 327,8 juta meter persegi yang terbagi dalam wilayah Daerah Operasi (Daop) dan Divisi Regional (Divre). Selain tanah, portofolio aset strategis ini juga mencakup 3.881 bangunan dinas serta 16.463 rumah perusahaan yang memiliki nilai sejarah dan komersial yang sangat tinggi.

Lantas, bagaimana cara KAI memasarkan potensi aset-asetnya? Ternyata, mereka punya platform digital yang bernamaSpace by KAI. Platform ini hadir sebagai jembatan modern bagi para investor, pelaku usaha, hingga calon mitra bisnis yang ingin mencicipi gurihnya ekosistem transportasi rel yang setiap harinya dipadati jutaan orang dengan pergerakan ekonomi yang sangat aktif.

PT KAI punya platform digital yang bernama Space by KAI.

Space by KAI tak ubahnya marketplace yang isinya katalog aset-aset milik KAI. Menurut Executive Vice President of Sales KAI, Zuhril Alim, Space by KAI dihadirkan untuk memudahkan interaksi antara KAI selaku pemilik dengan pihak lain yang berminat untuk bekerja sama dalam memanfaatkan aset KAI.

“Kita punya banyak lokasi strategis, dimulai dari stasiun, kemudian ada rumah dinas, ada bangunan dinas, dan juga lahan atau tanah yang tersebar di daerah operasi dan juga di divisi regional, ada di Jawa, ada di Sumatra. Dan dengan kehadiran Space by KAI ini, kita harapkan itu bisa mempermudah mitra atau calon mitra untuk kemudian bekerja sama dengan KAI," ujarnya di Jakarta, Rabu (10/6/2026).

Yang menarik dari Space by KAI, siapa pun bisa mengakses informasi aset perusahaan yang selama ini mungkin dianggap tertutup. Melalui kanal digital terpusat ini, semua orang bisa mendapatkan gambaran jelas mengenai peluang kerja sama, potensi ekonomi di setiap titik, serta memiliki jalur komunikasi langsung untuk mulai menjajaki kolaborasi tanpa proses birokrasi yang berbelit-belit.

Bisa dibilang, tidak sulit untuk memahami betapa menggiurkannya potensi bisnis di aset milik KAI. Di berbagai stasiun saja, banyak lapak yang berdiri, mulai dari minimarket hingga restoran dan penyewaan kursi pijat. Bahkan, ada pula tempat bermain gim seperti yang ada di Stasiun Gambir.

Lapak-lapak tersebut pun ramai dikunjungi. Bayangkan, sepanjang Januari hingga Maret 2026 saja, KAI Group telah melayani 128.055.072 pelanggan. Dengan rata-rata 1,4 juta orang beraktivitas di ekosistem stasiun setiap hari, ditambah durasi perjalanan penumpang yang menghabiskan waktu 40 hingga 90 menit, peluang bagi pelaku usaha untuk membangun kedekatan dengan pelanggan menjadi sangat besar.

Zuhril mengakui jika sebenarnya tidak semua aset KAI cocok dimanfaatkan untuk keperluan bisnis. Untuk itulah, aset yang ditampilkan di Space by KAI juga tidak asal pilih, melainkan harus melewati proses kurasi terlebih dulu untuk memetakan potensinya.

"Kalau secara total luasan lahan, kita ada 327 juta meter persegi. Namun dengan space ini, teman-teman akan bisa melihat lokasi-lokasi mana yang punya potensial, punya nilai komersial tinggi, karena tidak seluruh aset yang tidak memiliki nilai komersial kami masukkan," pungkasnya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Aulli Atmam lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Aulli Atmam.

AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.