Siapa Kawan GNFI di sini yang dulu suka mendengar lagu-lagu girl group Indonesia di CD seperti Cherrybelle dan 7icons?
Pada awal 2010-an, girl group menjadi salah satu fenomena besar di industri musik Indonesia. Dengan konsep yang ceria, koreografi yang mudah diingat, dan basis penggemar yang besar, sejumlah grup berhasil mencuri perhatian publik.
Memasuki era tahun 2020-an sekarang, munculnya no na menunjukkan bagaimana konsep girl group terus berkembang mengikuti selera generasi baru dan dinamika industri musik global.
Perubahan tersebut tidak hanya terlihat dari genre musik yang mereka bawakan, tetapi juga strategi promosi, gaya visual, hingga cara membangun kedekatan dengan para fans.
Dari era televisi hingga era digital, bagaimana sebenarnya evolusi girl group Indonesia dari masa ke masa? Yuk, kita simak sekaligus mengenang masa lalu.
Ketika Girl Group jadi Idola Generasi Indonesia di Era 2010-an
Pada era 2010-an, girl group sempat mendominasi industri musik Indonesia dengan menyanyikan lagu dengan lirik yang ceria sambil menari dengan pakaian yang imut dan berwarna-warni di panggung acara TV Indonesia. Beberapa girl group yang ikonik pada zamannya adalah:
- Cherrybelle (sekarang dikenal sebagai 'Chibi Chibi')
- 7icons
- Princess
- Blink
Lagu-lagu mereka seperti ‘Love is You’, ‘Playboy’, ‘Jangan Pergi’, dan ‘Sendiri Lagi’ berhasil menarik perhatian para remaja dan menjadi soundtrack masa muda bagi banyak orang.
Beberapa dari mereka bahkan pernah menjadi bintang utama di film dan serial TV seperti filmnya Cherrybelle ‘Love Is You’ dan serial TV-nya 7icons yang berjudul ‘Go Go Girls’.
Kehadiran mereka di berbagai platform hiburan menunjukkan betapa besarnya pengaruh girl group pada masa itu. Para fans tidak hanya dapat menikmati lagu-lagu mereka, tetapi juga mengikuti kisah dan aktivitas idolanya melalui berbagai tayangan di TV maupun bioskop.
Mengapa Popularitas Girl Group Indonesia Sempat Meredup?
Seiring berkembangnya zaman, minat girl group lokal menjadi semakin berkurang dengan bertambahnya minat girl group dari negara asing seperti K-Pop di Indonesia.
Dengan menawarkan ragam konsep, produksi yang lebih besar, serta interaksi yang intens dengan fans mancanegara, grup-grup asal Korea Selatan menjadi saingan di industri musik Indonesia.
Ini menjadi salah satu penyebab musik girl group lokal yang sempat berjaya perlahan mulai meredup. Bukan hanya itu, perkembangan teknologi juga menjadi salah satu faktornya.
Dengan adanya internet, masyarakat Indonesia bisa melihat dan mendengar grup lain dari negara manapun sehingga mereka dapat berpindah keminatan dari girl group Indonesia. Adapun alasan lainnya yaitu kecenderungan girl group Indonesia yang berganti-ganti formasi awal grup. Padahal, masyarakat biasanya sudah terikat pada formasi kesayangannya.
Akibatnya, sejumlah dari mereka mengalami kesulitan mempertahankan popularitas mereka dalam jangka panjang dan perlahan mulai kehilangan sorotan publik.
no na dan Babak Baru Girl Group Indonesia
Kembali ke masa modern sekarang, no na hadir sebagai artis di bawah naungan label rekaman asal Amerika Serikat bernama 88rising untuk mengembalikan cinta Indonesia kepada girl group.
no na dipromosikan dengan teaser dan foto konsep di media sosial sehingga menarik banyak perhatian sebelum debut mereka. Lagu-lagu yang dibawakan merupakan genre Pop-R&B dengan menampilkan kekhasan Indonesia, dari kolaborasi musik maupun pemandangannya.
Tidak hanya mendapatkan perhatian dari masyarakat Indonesia, no na juga berhasil mencuri perhatian penikmat musik internasional melalui penampilan perdana mereka di festival Head in the Clouds Los Angeles 2025.
Dalam penampilan tersebut, mereka membuka panggung dengan nuansa gamelan Indonesia sebelum membawakan ‘Superstitious’ dan ‘Falling in Love’. Cara ini menarik antusiasme penonton di salah satu festival musik Asia terbesar di Amerika Serikat itu.
Setelah mendapatkan perhatian dari seluruh dunia, VOI.id mewartakan bahwa no na telah membuat bangga Indonesia dengan prestasi dan pencapaian di kancah internasional seperti tampil di THE FIRST TAKE, kanal YouTube musik bergensi di Jepang.
Mereka juga mendominasi Chart Global seperti Melon Music di Korea Selatan dan Chart Shazam Indonesia dengan lagu debut mereka ‘Shoot’ dan 'Rollerblade'.
Dilansir dari Kompas.com, baru-baru ini no na mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi girl group Indonesia pertama yang berhasil masuk Forbes 30 under 30 bersama dengan solois Tiara Andini.
Akan tetapi, bukan hanya no na saja yang akan menjadi girl group favorit Indonesia saat ini. Seperti no na sebelumnya, salah satu girl group Indonesia yang tengah mencuri perhatian netizen dengan konsep dan teaser unik mereka adalah MARBLES.
Mereka disebut akan debut di 12 Juni 2026 nanti dengan lagu yang berjudul ‘Hompimpa’. Kebangkitan girl group Indonesia tampaknya baru saja dimulai.
Jadi, Kawan GNFI, sudah siap menyambut era baru bersama no na dan MARBLES belum? Yuk, ikuti perjalanan mereka dan dukung talenta-talenta Indonesia untuk terus berkarya!
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

