Banyak anak muda memiliki kepedulian terhadap berbagai isu sosial yang terjadi di sekitar mereka. Namun, tidak sedikit yang masih kesulitan mengubah kepedulian tersebut menjadi sebuah inisiatif yang terarah dan mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Padahal, dengan ruang belajar, kolaborasi, dan pendampingan yang tepat, ide sederhana dapat berkembang menjadi solusi yang menjawab berbagai tantangan sosial.
Berangkat dari semangat tersebut, AIESEC in Unila menghadirkan Final Project Expo AFL Summer Peak 2026 yang mengusung tema “From Ideas to Impact: Showcasing Youth-Led Social Solutions and Future Opportunities”. Kegiatan yang diselenggarakan di Gedung D 1.1 Fakultas Hukum Universitas Lampung ini menjadi puncak dari rangkaian pembelajaran AFL Summer Peak 2026 sekaligus wadah bagi para delegates untuk menampilkan berbagai solusi sosial yang telah mereka kembangkan selama program berlangsung.
Final Project Expo dirancang sebagai ruang bagi generasi muda untuk menunjukkan bahwa ide yang berangkat dari kepedulian terhadap masyarakat dapat diterjemahkan menjadi aksi yang lebih nyata. Melalui kegiatan ini, para delegates tidak hanya ditantang untuk merancang solusi atas berbagai isu sosial, tetapi juga mengkomunikasikan nilai, tujuan, serta dampak dari proyek yang mereka kembangkan secara profesional di hadapan audiens yang lebih luas.

Dalam pelaksanaannya, setiap kelompok mempresentasikan proyek yang telah mereka kembangkan di hadapan dewan juri yang terdiri dari Endriko Bagus Pratama selaku Local Committee President AIESEC in Unila, Devan Ahmad Pramudia selaku Founder of Gham Buceghita dan Chairman of Leuweung Hub Foundation, serta Cindy Dwi Islami selaku Urban Planner dan Program Manager di YSC Indonesia. Ketiga juri memberikan berbagai masukan dan evaluasi yang membantu peserta memahami potensi pengembangan proyek mereka di masa mendatang.
Selain sesi presentasi, kegiatan juga menghadirkan booth exhibition yang memungkinkan para delegates memperkenalkan proyek mereka secara lebih interaktif kepada pengunjung. Melalui booth tersebut, peserta menampilkan berbagai konsep, prototype, dan campaign yang telah mereka susun selama AFL Summer Peak 2026. Kehadiran booth exhibition juga membuka ruang diskusi yang lebih luas antara peserta, juri, dan pengunjung mengenai berbagai isu sosial yang diangkat dalam setiap proyek.
Kegiatan berlangsung secara dinamis sejak sesi pembukaan hingga penutupan. Para delegates tidak hanya mempresentasikan ide yang telah mereka kembangkan, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk melatih kemampuan public speaking, kerja sama tim, berpikir kritis, serta kemampuan memecahkan masalah. Interaksi yang terjalin selama kegiatan turut menciptakan suasana pembelajaran yang kolaboratif dan inspiratif bagi seluruh peserta yang hadir.
Sebanyak 110 delegates AFL Summer Peak 2026 berpartisipasi dalam kegiatan ini. Para delegates merupakan mahasiswa berusia 18–21 tahun yang berasal dari berbagai latar belakang akademik dan memiliki minat tinggi terhadap pengembangan diri, kepemimpinan, serta kontribusi sosial. Selain dihadiri oleh delegates, Final Project Expo juga terbuka bagi general participant sehingga memungkinkan lebih banyak anak muda untuk mengenal berbagai solusi sosial yang dikembangkan oleh peserta AFL Summer Peak 2026.
Kegiatan ini turut didukung oleh TOMORO Coffee, BarePlus Skincare, dan Senyoom Photobooth sebagai mitra pendukung AFL Summer Peak 2026. TOMORO Coffee memberikan dukungan berupa konsumsi dan minuman untuk menunjang jalannya kegiatan. BarePlus Skincare turut mendukung pelaksanaan acara sebagai salah satu mitra pendukung program. Sementara itu, Senyoom Photobooth hadir memberikan pengalaman interaktif bagi peserta melalui layanan photobooth yang dapat dinikmati selama kegiatan berlangsung.
Bagi para delegates, Final Project Expo menjadi pengalaman yang tidak hanya memberikan ruang untuk menampilkan hasil pembelajaran, tetapi juga membantu mereka memahami bagaimana sebuah ide dapat berkembang menjadi solusi yang berdampak. Syahra Aulia Pradani, salah satu delegates AFL Summer Peak 2026, mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut membantunya melihat hubungan antara ide yang dimiliki dengan berbagai isu sosial yang ada di sekitar.
“Final project AFL menjadi pengalaman yang menyenangkan karena saya tidak hanya belajar tentang teamwork, tetapi juga memahami bagaimana mengembangkan ide menjadi sesuatu yang berdampak dan relevan dengan isu sosial yang ada di sekitar,” ujarnya.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Riyan Daris, delegates AFL Summer Peak 2026, yang mengembangkan proyek bertema SDG 13: Climate Action bersama kelompoknya. Menurutnya, proses penyusunan proyek memberikan banyak pembelajaran mengenai kolaborasi, pengembangan ide, serta pencarian solusi terhadap isu lingkungan.
“Melalui final project ini saya belajar banyak tentang kerja sama tim, menyusun ide, dan mencari solusi untuk isu lingkungan. Kegiatan ini juga memberikan banyak insight baru karena berlangsung secara edukatif, inspiratif, dan interaktif,” katanya.
Melalui Final Project Expo AFL Summer Peak 2026, AIESEC in Unila berharap semakin banyak generasi muda yang berani mengambil peran dalam menjawab berbagai tantangan sosial di lingkungan sekitar. Kegiatan ini menjadi bukti bahwa ide yang sederhana sekalipun dapat berkembang menjadi solusi yang bermakna ketika didukung oleh ruang belajar, kolaborasi, dan kesempatan untuk bertumbuh bersama.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


