Pisang kepok grecek menjadi salah satu komoditas pertanian yang semakin dikenal di Indonesia. Varietas pisang khas Kabupaten Kutai Timur ini memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya diminati pasar domestik maupun internasional.
Keunggulan utama pisang kepok grecek terletak pada rasa yang manis, tekstur daging buah yang lembut dan padat, serta warna daging buah kuning keputihan. Karakteristik tersebut menjadikannya cocok untuk konsumsi langsung maupun sebagai bahan baku berbagai produk olahan pangan.
Dari sisi budidaya, kualitas benih menjadi faktor penting dalam menghasilkan buah yang memenuhi standar pasar. Petani di Kutai Timur umumnya menggunakan metode perbanyakan konvensional melalui tunas, anakan, dan bonggol yang dinilai masih efektif untuk memenuhi kebutuhan pengembangan kebun.
Pengembangan pisang kepok grecek juga didukung oleh luas areal perkebunan yang tersebar di sejumlah kecamatan, termasuk Kaubun, Kaliorang, Sangkulirang, dan Karangan. Produksi yang terus meningkat membuka peluang perluasan pasar sekaligus peningkatan kesejahteraan petani.
Meski demikian, petani masih menghadapi sejumlah tantangan, salah satunya penyakit layu fusarium yang dapat memengaruhi produktivitas tanaman. Berbagai upaya pencegahan dilakukan melalui perawatan kebun, pengelolaan sanitasi lahan, serta penerapan praktik budidaya yang baik.
Dengan kombinasi kualitas produk, dukungan kelembagaan, serta akses pasar yang semakin luas, pisang kepok grecek berpotensi menjadi salah satu ikon agribisnis Kalimantan Timur dan memperkuat posisi Indonesia sebagai pemasok produk hortikultura ke pasar global.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


