pohpohan lalapan sunda yang harum dan renyah ternyata kaya senyawa fitokimia - News | Good News From Indonesia 2026

Pohpohan, Lalapan Sunda yang Harum dan Renyah, Ternyata Kaya Senyawa Fitokimia

Pohpohan, Lalapan Sunda yang Harum dan Renyah, Ternyata Kaya Senyawa Fitokimia
images info

Daun Pohpohan


Di berbagai daerah di Jawa Barat, terutama kawasan dataran tinggi di sekitar kaki Gunung Salak, daun pohpohan sudah lama menjadi bagian dari tradisi makan sehari-hari. Tanaman ini dikenal sebagai lalapan khas Sunda yang hampir selalu hadir bersama sambal, nasi, dan lauk pendamping lainnya.

Pohpohan berasal dari tumbuhan Pilea trinervia Wight yang termasuk dalam famili Urticaceae. Tanaman ini merupakan jenis herba yang tumbuh tegak dengan tinggi dapat mencapai sekitar dua meter. Daunnya bertekstur lunak, memiliki bulu-bulu halus di permukaan, dan mengeluarkan aroma harum yang menjadi ciri khasnya.

Tanaman pohpohan dapat tumbuh subur di daerah pegunungan pada ketinggian sekitar 500 hingga 2.500 meter di atas permukaan laut. Selain itu, pohpohan juga mampu beradaptasi di lingkungan yang lembap dengan kondisi tanah yang mengandung sedikit maupun banyak humus. Selama ini, petani umumnya memperbanyak tanaman pohpohan melalui biji atau stek batang.

Cita Rasa Unik

Salah satu alasan pohpohan tetap populer hingga sekarang adalah cita rasanya yang khas. Daun muda pohpohan biasanya dikonsumsi dalam keadaan segar sebagai lalapan. Ketika dimakan, teksturnya terasa renyah dan lembut sekaligus. Aroma harumnya cukup kuat sehingga memberikan sensasi berbeda dibandingkan lalapan lain seperti selada atau mentimun.

Banyak orang menggambarkan rasa pohpohan sebagai perpaduan antara segar, sedikit manis, dan memiliki aroma yang unik. Karena aromanya cukup menonjol, daun ini sering menjadi pelengkap yang mampu menambah kenikmatan saat menyantap sambal atau hidangan berbumbu kuat.

Konsumsi dalam keadaan segar juga menjadi pilihan karena kandungan gizi tertentu, terutama vitamin dan serat, cenderung lebih terjaga dibandingkan jika melalui proses pemasakan yang lama. Itulah sebabnya pohpohan lebih sering hadir sebagai lalapan daripada diolah menjadi masakan matang.

Kaya Nutrisi dan Senyawa Fitokimia

Selain rasanya yang disukai, pohpohan juga menarik perhatian karena kandungan gizinya. Daun ini mengandung protein, karbohidrat, serat, berbagai vitamin, mineral, serta sejumlah senyawa fitokimia yang berpotensi memberikan manfaat bagi kesehatan.

Penelitian menunjukkan bahwa daun pohpohan mengandung senyawa steroid atau triterpenoid, alkaloid, dan flavonoid. Selain itu, daun pohpohan juga mengandung senyawa fenolik yang dikenal memiliki aktivitas antioksidan.

Kandungan antioksidan yang tinggi terutama ditemukan pada daun muda. Antioksidan berperan membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan akibat radikal bebas yang terbentuk selama proses metabolisme maupun akibat paparan lingkungan. Karena itulah, sayuran yang kaya antioksidan umumnya dianjurkan sebagai bagian dari pola makan sehat.

Kandungan serat dalam pohpohan juga memberikan manfaat tersendiri. Serat membantu menjaga kesehatan saluran pencernaan, mendukung kelancaran buang air besar, dan berkontribusi dalam menjaga keseimbangan mikroorganisme baik di dalam usus.

Berkhasiat untuk Kesehatan

Di masyarakat, pohpohan tidak hanya dikenal sebagai lalapan, tetapi juga dipercaya memiliki manfaat kesehatan. Salah satu kegunaan tradisional yang cukup dikenal adalah membantu meredakan gangguan pencernaan, termasuk sakit perut ringan.

Kepercayaan tersebut diduga berkaitan dengan kandungan berbagai senyawa bioaktif yang terdapat di dalam daun pohpohan. Meski demikian, para peneliti masih terus mempelajari lebih jauh bagaimana mekanisme kerja senyawa-senyawa tersebut serta manfaat kesehatannya secara ilmiah.

Menariknya, pohpohan juga mulai mendapat perhatian dalam bidang bioteknologi tanaman. Beberapa peneliti menilai tanaman ini memiliki potensi untuk dikembangkan melalui teknik kultur jaringan. Metode tersebut memungkinkan produksi bibit dalam jumlah besar dalam waktu relatif singkat dengan karakteristik yang sama seperti tanaman induknya.

Selain untuk perbanyakan bibit, kultur jaringan juga berpotensi digunakan untuk menghasilkan metabolit sekunder, yaitu senyawa-senyawa alami yang menjadi sumber berbagai manfaat biologis pada tanaman. Karena kandungan fitokimianya yang cukup menarik, pohpohan dinilai memiliki peluang untuk diteliti lebih lanjut sebagai sumber senyawa bioaktif.

Tanaman Lokal yang Layak Dikenal Lebih Luas

Meski populer di kalangan masyarakat Sunda, pohpohan belum seterkenal beberapa sayuran lokal lainnya di tingkat nasional. Padahal, tanaman ini memiliki kombinasi keunggulan yang jarang ditemukan sekaligus: mudah dibudidayakan di daerah pegunungan, memiliki cita rasa khas, kaya nutrisi, serta mengandung berbagai senyawa fitokimia yang berpotensi bermanfaat bagi kesehatan.

Keberadaan pohpohan juga menunjukkan kekayaan hayati Indonesia yang masih menyimpan banyak tanaman pangan lokal bernilai tinggi. Dari sekadar lalapan pendamping sambal, daun pohpohan kini mulai menarik perhatian dunia penelitian karena kandungan bioaktifnya yang menjanjikan.

Bagi masyarakat yang tinggal di daerah penghasilnya, pohpohan mungkin sudah menjadi bagian biasa dari menu harian. Namun di balik kesederhanaannya, daun hijau harum ini menyimpan kisah menarik tentang tradisi kuliner, kekayaan nutrisi, dan peluang pengembangan tanaman lokal Indonesia di masa depan.

baca juga

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.