laut dalam indonesia ternyata ramai penghuni lebih dari 400 spesies ikan berhasil tercatat - News | Good News From Indonesia 2026

Laut Dalam Indonesia Ternyata Ramai Penghuni, Lebih dari 400 Spesies Ikan Berhasil Tercatat

Laut Dalam Indonesia Ternyata Ramai Penghuni, Lebih dari 400 Spesies Ikan Berhasil Tercatat
images info

Ikan Ekor Tikus


Berbicara tentang perikanan, perhatian biasanya tertuju pada ikan-ikan yang hidup di perairan dangkal seperti tuna, tongkol, cakalang, atau berbagai jenis ikan karang. Padahal, jauh di bawah permukaan laut, pada kedalaman lebih dari 200 meter, terdapat ekosistem yang dihuni ratusan spesies ikan laut dalam yang masih relatif sedikit diketahui.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pusat Riset Perikanan Tangkap bekerja sama dengan pemerintah Jepang pada 2004–2005 mengungkap kekayaan hayati yang luar biasa di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia di Samudera Hindia. Penelitian menggunakan kapal riset Baruna Jaya IV dengan jaring pukat yang dimodifikasi khusus untuk perairan dalam dan menjangkau kedalaman hingga 1.500 meter.

Hasilnya menunjukkan bahwa perairan laut dalam Indonesia menyimpan keragaman spesies yang sangat tinggi. Di wilayah selatan Jawa ditemukan 337 spesies ikan yang mewakili 99 famili, sementara di barat Sumatra ditemukan 215 spesies yang mewakili 82 famili. Secara keseluruhan, penelitian ini mencatat sekitar 416 spesies ikan laut dalam dari 111 famili berbeda.

Ikan Berekor Panjang Mendominasi

Di antara ratusan spesies yang ditemukan, famili Macrouridae menjadi kelompok dengan kekayaan jenis terbanyak. Kelompok ikan yang dikenal sebagai grenadier atau rat tail ini memiliki ciri khas ekor yang panjang dan meruncing menyerupai ekor tikus. Mereka hidup pada rentang kedalaman yang luas, mulai sekitar 250 meter hingga lebih dari 2.000 meter, bahkan beberapa spesies dapat ditemukan pada kedalaman lebih dari 5.000 meter.

Selain Macrouridae, penelitian juga menemukan dominasi famili Alepocephalidae, Ophidiidae, dan Myctophidae. Masing-masing memiliki karakteristik unik yang menunjukkan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan laut dalam yang gelap, dingin, dan bertekanan tinggi.

Famili Myctophidae atau ikan lentera menjadi salah satu kelompok yang menarik perhatian. Ikan ini memiliki organ cahaya alami yang disebut fotofor. Organ tersebut membantu mereka bertahan hidup di lingkungan yang hampir tidak menerima sinar matahari. Ukuran tubuhnya relatif kecil, tetapi biomassa kelompok ini sangat besar dan diperkirakan mendominasi sekitar 80 persen kawasan mesopelagis laut dalam. Karena itu, ikan lentera memegang peranan penting dalam rantai makanan laut dalam.

Dari Laut Jawa hingg Sumatera

Penelitian ini juga mengidentifikasi beberapa spesies yang paling dominan berdasarkan bobot hasil tangkapan. Di perairan selatan Jawa, spesies yang paling menonjol adalah Lamprogrammus niger dari famili Ophidiidae dan Plesiobatis sp., kerabat ikan pari dari famili Plesiobatididae. Kedua kelompok ini menyumbang proporsi terbesar dari total biomassa hasil tangkapan.

Sementara itu, di perairan barat Sumatra, selain Plesiobatis sp., spesies yang banyak ditemukan adalah Diretmoides pauciradiatus dari famili Diretmidae. Dominasi spesies-spesies tersebut menunjukkan bahwa komposisi komunitas ikan laut dalam dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya meskipun sama-sama berada di Samudera Hindia.

Menariknya, beberapa spesies yang mendominasi biomassa justru tidak ditemukan dalam jumlah individu yang besar. Hal ini mengindikasikan bahwa ukuran tubuh mereka relatif besar dibandingkan spesies laut dalam lainnya. Contohnya adalah kelompok ikan pari dari famili Plesiobatididae yang jumlah individunya sedikit, tetapi memberikan kontribusi besar terhadap total berat hasil tangkapan.

Mana Daerah dengan Kepadatan Ikan Tertinggi?

Penelitian juga memetakan persebaran ikan laut dalam di Samudera Hindia. Di wilayah selatan Jawa, konsentrasi hasil tangkapan tertinggi ditemukan di sekitar perairan selatan Yogyakarta. Sementara di barat Sumatra, kepadatan ikan laut dalam terkonsentrasi di wilayah barat Banda Aceh dan sekitar Pulau Enggano, Bengkulu.

Dari sisi kedalaman, pola yang ditemukan cukup menarik. Kepadatan ikan cenderung menurun seiring bertambahnya kedalaman dari 200 meter hingga sekitar 900 meter. Namun, pada kedalaman lebih dari 900 meter, laju tangkap justru meningkat tajam. Pada zona ini, spesies Lamprogrammus niger menjadi penghuni yang paling dominan dan menyumbang sekitar 90 persen dari total tangkapan pada lapisan kedalaman tersebut.

Temuan penelitian ini menunjukkan bahwa laut dalam Indonesia menyimpan keanekaragaman hayati yang sangat besar dan masih belum sepenuhnya dipahami. Selama ini, pemanfaatan sumber daya perikanan lebih banyak berfokus pada perairan dangkal, sementara ekosistem laut dalam masih relatif jarang dieksplorasi.

baca juga

baca juga

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Firdarainy Nuril Izzah lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Firdarainy Nuril Izzah.

FN
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.