benarkah zainuddin korban membaca ulang kisah hayati dari perspektif feminisme - News | Good News From Indonesia 2026

Benarkah Zainuddin Korban? Membaca Ulang Kisah Hayati dari Perspektif Feminisme

Benarkah Zainuddin Korban? Membaca Ulang Kisah Hayati dari Perspektif Feminisme
images info


Novel karya Buya Hamka yang terbit pada 1938 ini bukan sekadar roman tragis antara Zainuddin dan Hayati. Di balik kisah yang menguras emosi, tersimpan kritik sosial yang masih relevan hingga hari ini: bagaimana perempuan kerap kehilangan hak untuk menentukan jalan hidupnya sendiri.


Hayati mencintai Zainuddin. Namun cinta itu tidak cukup kuat untuk melawan keputusan keluarga. Dalam struktur masyarakat yang digambarkan Hamka, suara perempuan berada di bawah otoritas mamak dan kepentingan adat. Akibatnya, Hayati dipaksa menerima Aziz, pria yang dianggap lebih layak karena status dan kekayaannya.


Di titik inilah Hayati tampil sebagai korban sistem patriarki. Ia bukan penentu nasibnya, melainkan objek dari keputusan orang lain. Kebahagiaan pribadi dikorbankan demi menjaga martabat keluarga dan norma sosial yang berlaku.


Sementara itu, perjalanan Zainuddin menghadirkan lapisan cerita yang lebih kompleks. Awalnya ia adalah sosok yang tersisih karena kemiskinan dan latar belakang keluarganya. Namun setelah sukses menjadi penulis terkenal, posisi kuasanya berubah.

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.