Minum jamu adalah salah satu kebiasaan yang banyak dijalani oleh orang Indonesia. Meskipun saat ini sudah ada berbagai macam jenis obat yang bisa didapatkan untuk menjaga kondisi tubuh, minum jamu masih menjadi pilihan dan tidak dilupakan begitu saja.
Kebiasaan minum jamu bagi orang Indonesia ini sudah ada sejak lama. Bahkan kebiasaan ini sudah menjadi bagian tradisi yang diwariskan secara turun temurun.
Mundur beberapa dekade silam, tepatnya pada 1980-an, kebiasaan minum jamu tidak hanya digemari oleh orang-orang yang ada di Indonesia saja. Kebiasaan ini sampai ke dua negara tetangga, yakni Malaysia dan Singapura.
Menurut laporannya, sebenarnya kebiasaan ini dibawa oleh orang-orang Indonesia yang ada di sana. Namun lama kelamaan, kebiasaan ini turut menyebar dan juga dilakukan oleh masyarakat di kedua negara tersebut.
Bagaimana momen saat jamu Indonesia digemari oleh orang-orang yang ada di negara tetangga? Simak ulasannya dalam artikel berikut ini.
Kegemaran Minum Jamu
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, kebiasaan minum jamu menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Ternyata hal ini berkaitan dengan kondisi Indonesia yang didominasi oleh kultur agraris.
Dikutip dari laman Unair News, masyarakat agraris seperti di Indonesia memiliki kegemaran untuk menanam tanaman obat. Nantinya tanaman obat inilah yang diolah menjadi jamu oleh masyarakat, terutama dari kalangan ibu.
Kebiasaan minum jamu ini juga didukung oleh kebiasaan masyarakat Indonesia yang enggan berobat ke dokter dulunya. Jika mereka sakit atau ingin menjaga kondisi tubuh, mengonsumsi jamu lebih dijadikan pilihan daripada meminum obat yang diresepkan oleh dokter.
Obat Awet Muda
Kegemaran ini juga dirasakan oleh masyarakat Indonesia di era 1980-an. Bahkan sebuah studi dari Prancis menyebutkan jika kebiasaan minum jamu orang Indonesia selayaknya sedang minum susu sehari-hari.
Dikutip dari artikel "Ramuan Awet Muda, Pulih Tenaga yang terbit di surat kabar The Straits Times edisi 17 November 1988, kajian ini dilakukan oleh University of Montpellier pada 1980 silam. Obat awet muda menjadi salah satu daya tarik dari minuman herbal tersebut.
Ada anggapan jika meminum jamu bisa menjaga kecantikan orang-orang yang meminumnya. Hal inilah yang membuat minuman tersebut dianggap sebagai obat awet muda.
Tidak hanya itu, minuman jamu juga dianggap sebagai obat yang tepat untuk wanita yang baru saja melahirkan. Minuman ini bisa menjadi pemulih tenaga dari proses bersalin itu.
Meskipun banyak dikonsumsi kaum ibu, minuman jamu tidak sepenuhnya ditujukan untuk wanita saja. Laki-laki juga banyak mengonsumsi minuman dari berbagai tanaman herbal itu.
Digemari hingga ke Malaysia dan Singapura
Kebiasaan minum jamu khas Indonesia ternyata tidak hanya dijumpai di dalam negeri saja. Pada 1980-an, kebiasaan ini juga sampai di dua negara tetangga yang sama, yakni Singapura dan Malaysia.
Masih dari artikel yang sama, minuman jamu disebutkan mulai populer di Singapura pada periode tersebut. Secara umum, minuman ini lebih banyak dikonsumsi oleh wanita jika dibandingkan laki-laki saat itu.
Hal yang sama juga bisa dijumpai di Malaysia. Dilihat dari artikel "Jamu untuk Awet Muda Kian Popular" yang terbit di surat kabar Berita Harian edisi 18 Juli 1982, pada awalnya jamu hanya dikonsumsi oleh keturunan Indonesia yang ada di Negeri Jiran.
Namun ada keluarga yang mulai membuka toko dan menjual minuman herbal tersebut. Lama kelamaan, usaha ini makin besar dan membuat jamu juga dikenal oleh masyarakat lokal yang ada di Malaysia pada waktu itu.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


