Dunia konservasi Indonesia kembali mencatatkan prestasi gemilang melalui lahirnya empat ekor anak Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) di Taman Safari Indonesia (TSI) II Jatim, Prigen.
Kelahiran ini menjadi angin segar bagi upaya pelestarian satwa yang kini berstatus Critically Endangered (Sangat Terancam Punah) di habitat aslinya.
Kelahiran yang terjadi pada 23 Maret 2026 ini merupakan hasil dari program penangkaran (breeding) yang terencana dengan matang.
Kehadiran empat anggota baru keluarga kucing besar ini mempertegas peran penting Taman Safari Prigen sebagai lembaga konservasi ex-situ dalam mempertahankan populasi satwa endemik Indonesia dari kepunahan.
Profil Indukan Praja dan Dini, Kelahiran Kedua yang Istimewa
Keempat anak harimau tersebut lahir dari pasangan indukan pejantan bernama Praja dan betina bernama Dini.
Menariknya, ini merupakan kali kedua bagi Dini memberikan keturunan setelah sebelumnya sukses melahirkan dua ekor anak, Isyana dan Aura, pada tahun 2021 lalu.
Komposisi kelahiran kali ini terdiri dari tiga ekor jantan dan satu ekor betina. Fenomena kelahiran empat ekor anak sekaligus dalam satu masa kehamilan dinilai sangat istimewa dan melampaui rata-rata, mengingat Harimau Sumatra biasanya hanya melahirkan dua hingga tiga ekor anak.
Hal ini menunjukkan kondisi kesehatan dan kesejahteraan indukan di Taman Safari Prigen berada pada level yang sangat baik.
Harapan Baru Satwa Langka Harimau Sumatra

4 bayi harimau sumatra pringen | Sumber: Instagram Taman Safari Pringen
Keberhasilan ini menjadi kemenangan besar bagi konservasi Harimau Sumatra secara nasional dan global. Dengan bertambahnya populasi ini, harapan untuk melihat Harimau Sumatra terus lestari semakin terbuka lebar.
Kehadiran satwa baru ini diharapkan dapat meningkatkan minat masyarakat terhadap wisata edukasi Pasuruan, di mana pengunjung tidak hanya berlibur, tetapi juga belajar mengenai pentingnya menjaga ekosistem, memberikan pesan untuk tidak melakukan pemburuan satwa dan melindungi satwa langka Indonesia.
Mari Kawan GNFI dan semuanya ikut berperan dalam pelestarian alam dengan mendukung lembaga konservasi resmi dan menjaga kelestarian habitat hutan Indonesia demi masa depan generasi mendatang hingga satwa langka.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


