benteng somba opu gowa menyimpan kisah kejayaan pusat rempah di timur nusantara - News | Good News From Indonesia 2026

Benteng Somba Opu Gowa, Menyimpan Kisah Kejayaan Pusat Rempah di Timur Nusantara

Benteng Somba Opu Gowa, Menyimpan Kisah Kejayaan Pusat Rempah di Timur Nusantara
images info

Dok. Torbenbrinker (Wikimedia)


Sekira tujuh kilometer ke arah selatan dari pusat Kota Makassar, di tepi Sungai Jeneberang, berdiri sisa-sisa benteng yang pernah menjadi salah satu pusat kekuasaan dan perdagangan paling penting di Nusantara bagian timur.

Namanya Benteng Somba Opu, peninggalan Kesultanan Gowa yang pertama kali dibangun pada 1525 oleh Raja Gowa ke-9, Daeng Matanre Karaeng Tumapa'risi Kallonna. Pembangunannya tidak selesai dalam satu masa pemerintahan, melainkan terus diperkuat oleh raja-raja penerus hingga akhirnya disempurnakan oleh Sultan Hasanuddin menjadi benteng induk sekaligus pusat pemerintahan Kerajaan Gowa.

Pada pertengahan abad ke-16, kawasan ini adalah pelabuhan rempah-rempah yang ramai. Pedagang dari Denmark, Inggris, Portugis, Gujarat, dan berbagai penjuru Asia mendirikan kantor dagang dan loji di sekitar benteng. Harga rempah di pelabuhan Somba Opu bahkan kerap lebih murah ketimbang di Maluku sendiri.

Kejayaan itu yang kemudian membuat VOC merasa terancam, karena pedagang Makassar berhasil menembus monopoli Belanda di Maluku. Pada 24 Juni 1669, setelah mengalahkan pasukan Sultan Hasanuddin, VOC menguasai dan menghancurkan benteng ini hingga terendam ombak pasang.

Benteng Somba Opu tidak benar-benar hilang. Pada 1977 hingga awal 1980-an, sejumlah ilmuwan melakukan ekskavasi dan menemukan kembali sisa-sisa struktur bangunannya. Rekonstruksi dilakukan pada 1990 dan kawasan ini kemudian berkembang menjadi situs wisata budaya yang kini juga berfungsi sebagai miniatur budaya Sulawesi Selatan.

 

Sekilas Mengenai Benteng Somba Opu

Dalam konteks sejarah Kerajaan Gowa, benteng ini adalah pusat segalanya. Di dalamnya terdapat kediaman raja, masjid, pasar, permukiman bangsawan, dan berbagai fasilitas kota yang lengkap. Di luar dinding benteng tinggal para prajurit, pengrajin, saudagar, dan pendatang dari berbagai suku bangsa yang membuat kawasan ini hidup seperti kota tersendiri.

Benteng ini berbentuk segi empat dengan dinding yang dulu memanjang dua kilometer dari barat ke timur. Tinggi dinding aslinya diperkirakan antara 7 hingga 8 meter dengan ketebalan antara 3,6 hingga 10,5 meter di beberapa bagian, menunjukkan betapa serius kawasan ini dibangun sebagai pertahanan. Ilmuwan William Wallace bahkan menyebutnya sebagai salah satu benteng terkuat di Nusantara.

Kini Benteng Somba Opu berada di Jalan Daeng Tata, Kelurahan Benteng Somba Opu, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, dan dikelola sebagai kawasan cagar budaya. Untuk masuk ke kawasan ini, pengunjung tidak dikenakan biaya tiket.

Daya Tarik Utama Benteng Somba Opu

Benteng Somba Opu menarik bukan hanya karena dinding bentengnya, melainkan karena apa yang ada di dalam dan sekitar kawasannya.

Dinding benteng yang masih berdiri adalah yang pertama langsung terlihat saat masuk. Sisa struktur bata yang kokoh ini menjadi bukti nyata dari cerita panjang benteng yang pernah bertahan menghadapi serangan sebelum akhirnya jatuh ke tangan VOC. Di beberapa titik terdapat patok beton yang menandai bagian dinding yang belum selesai digali, pengingat bahwa masih banyak yang tersimpan di bawah tanah kawasan ini.

Museum Karaeng Pattingalloang adalah salah satu bagian yang paling banyak dikunjungi. Nama museum ini diambil dari seorang cendekiawan sekaligus negarawan yang hidup di masa Kerajaan Gowa, sebagai bentuk penghormatan atas perannya dalam membangun kerajaan.

Di pintu masuk museum, pengunjung langsung disambut meriam rekonstruksi yang panjangnya 9 meter dengan berat sekitar 9.500 kilogram. Di dalamnya tersimpan koleksi hasil penggalian 1989, antara lain material bata asli dari benteng, peluru meriam, peluru pistol, porselen, gerabah, alat upacara, pakaian tradisional, replika senjata, hingga mata uang yang pernah beredar di Sulawesi.

Bagian lain yang membuat kawasan ini terasa seperti berkeliling Sulawesi Selatan dalam satu tempat adalah deretan rumah adat dari berbagai daerah di provinsi ini. Ada rumah adat Makassar, Bugis, Toraja, Mandar, Kajang, Luwu, Bulukumba, Soppeng, Mamuju, Majene, dan beberapa daerah lain, masing-masing dengan bentuk atap khas yang memanjang ke atas.

Bagi Kawan GNFI yang belum sempat mengunjungi semua daerah di Sulawesi Selatan, kawasan ini memberi gambaran yang cukup lengkap tentang keragaman arsitektur tradisional yang ada.

Kawasan benteng juga cukup luas dan rindang karena banyak pepohonan di dalamnya. Kawan bisa menjelajahinya dengan berjalan kaki tanpa merasa kepanasan, atau menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat untuk bagian yang lebih jauh.

 

Akses Menuju Benteng Somba Opu

Benteng Somba Opu terletak di Jalan Daeng Tata, Kecamatan Barombong, Kabupaten Gowa, sekitar 7 hingga 8 kilometer ke arah selatan dari pusat Kota Makassar. Dari pusat kota, perjalanan bisa ditempuh dalam waktu sekitar 25 menit menggunakan kendaraan pribadi. Pengunjung yang menggunakan transportasi umum bisa naik angkutan kota atau pete-pete dari Lapangan Karebosi ke arah Gowa.

Untuk masuk ke dalam kawasan, Kawan perlu melewati jembatan besi yang melintang di atas Sungai Jeneberang. Di depan pintu masuk terdapat peta kawasan yang memudahkan orientasi sebelum mulai berkeliling.

Jam Operasional dan Harga Tiket

Benteng Somba Opu bisa dikunjungi kapan saja karena tidak ada jam operasional khusus yang membatasi kunjungan. Tiket masuk ke kawasan ini gratis, tidak dipungut biaya apa pun. Kawan hanya perlu menyiapkan tenaga dan waktu yang cukup untuk menjelajahi kawasan yang cukup luas ini.

Ayo Berkunjung ke Benteng Somba Opu!

Kalau Kawan GNFI sedang berada di Makassar dan ingin menambahkan satu kunjungan wisata sejarah yang tidak memerlukan biaya masuk, Benteng Somba Opu adalah pilihan yang sayang dilewatkan.

Datang pagi hari agar lebih leluasa berkeliling, dan luangkan waktu untuk masuk ke Museum Karaeng Pattingalloang sebelum melihat deretan rumah adat yang ada di kawasan ini.

Jadi, ayo agendakan kunjungan Kawan ke Benteng Somba Opu!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.