Dari pusat Kota Makassar, perjalanan sekitar 35 kilometer ke arah selatan membawa Kawan ke wilayah yang berbeda suasananya sepenuhnya. Di Kecamatan Bungaya, Kabupaten Gowa, terdapat Desa Bissoloro yang sebagian besar wilayahnya berupa hutan pinus di dataran tinggi.
Suhu di sini jauh lebih dingin dari kota, pohon-pohon pinus menjulang rapat ke atas, dan dari beberapa titik di kawasan ini Kawan bisa melihat pemandangan empat wilayah sekaligus, yakni Sungguminasa, Jeneponto, Makassar, dan Takalar, dalam satu pandangan.
Nama Bissoloro mulai dikenal luas setelah sebuah komunitas menggelar pergelaran musik bertajuk Musik Hutan pada 2016. Setelah itu, pemerintah daerah Gowa masuk dan membenahi infrastruktur pada 2017, membuka jalan yang lebih layak dan mendorong pengembangan kawasan ini sebagai destinasi wisata.
Kini Bissoloro sudah resmi ditetapkan sebagai desa wisata oleh Kemenparekraf dan memiliki sembilan area kemah yang tersebar di berbagai titik kawasan hutan.
Yang menarik dari Bissoloro adalah tidak hanya satu daya tarik yang ditawarkan. Ada hutan pinus untuk aktivitas kemah dan bersantai di atas hammock, ada delapan air terjun yang bisa dikunjungi, ada pemandangan gemerlap lampu kota Makassar di malam hari, dan ada pula tradisi pembuatan gula aren yang masih dilakukan warga setempat dan bisa disaksikan langsung oleh pengunjung.
Sekilas Mengenai Hutan Pinus Bissoloro
Desa Bissoloro memiliki luas wilayah sekitar 2.539 hektar dan berada di Kecamatan Bungaya, salah satu kecamatan di Kabupaten Gowa yang topografinya didominasi dataran tinggi. Hutan pinus yang ada di kawasan ini termasuk dalam kategori hutan yang dilindungi negara, sehingga pengunjung wajib menjaga kebersihan dan tidak merusak area sekitarnya.
Kawasan ini pertama kali ramai dibicarakan setelah acara Musik Hutan 2016, dan sejak itu berkembang secara bertahap menjadi salah satu tujuan kemah paling aktif di Sulawesi Selatan. Pengelolaan area kemah melibatkan warga setempat, dan fasilitas di setiap area kemah sudah mencakup musala, toilet, air bersih, dan warung makan.
Daya Tarik Utama Hutan Pinus Bissoloro
Bissoloro tidak kekurangan hal untuk dilakukan, dan masing-masing punya daya tariknya sendiri.
Hutan pinus itu sendiri sudah menjadi tujuan tersendiri. Pohon-pohon yang tumbuh rapat dan tinggi menciptakan suasana teduh sepanjang hari. Di antara pohon tersebut banyak pengunjung yang memasang hammock dan menghabiskan waktu berjam-jam hanya dengan berbaring sambil melihat ke atas.
Di beberapa sudut, cahaya matahari yang menembus di sela-sela batang pohon menciptakan pemandangan yang sering dijadikan spot foto, termasuk untuk sesi foto prewedding yang kini cukup populer di sini.
Aktivitas berkemah adalah kegiatan yang paling banyak dicari di Bissoloro. Ada sembilan area kemah yang tersebar di kawasan ini, antara lain Wisata Camp Hutan Pinus Tangkalaka, Hutan Pinus Puntiung, Suarakan Tinambung, Wisata Hutan Pinus Ritamalompoa, Hutan Pinus Selow, Hutan Pinus Moncong Sipolong Ramah, Puncak Tinambung, dan Hutan Pinus Panorama.
Salah satu yang cukup dikenal adalah kawasan Suaraka Tinambung dengan luas 15.000 meter persegi, yang juga dikenal sebagai salah satu titik terbaik untuk melihat gemerlap lampu Kota Makassar di malam hari.
Di luar hutan pinus, Bissoloro punya delapan air terjun yang bisa dikunjungi, yakni Air Terjun Barassang, Tappalang, Cinta Patue, Timurung, Kanropa, Malasa, dan Epeka. Masing-masing punya karakter jalur dan pemandangan yang berbeda, dan suara gemuruh air di tengah suasana pegunungan yang sejuk menjadikannya tempat yang pas untuk melepas penat.
Satu hal yang tidak banyak ditawarkan destinasi wisata alam lain di kawasan ini adalah kesempatan menyaksikan proses pembuatan gula aren secara langsung. Warga Bissoloro masih menjalankan tradisi ini, sehingga pengunjung bisa melihat sendiri prosesnya dari tahap pemasakan di tungku hingga pencetakan.
Kalau Kawan datang dan bermalam, pemandangan lampu kota dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Selatan yang tampak dari ketinggian di malam hari menjadi bonus yang cukup membuat sesi berkemah semakin berkesan.
Akses Menuju Hutan Pinus Bissoloro
Dari Kota Makassar, perjalanan ke Bissoloro bisa ditempuh melalui dua jalur. Jalur pertama melalui Jalan Hertasning dengan memotong ke Jalan Poros Malino, yang disebut sebagai rute lebih pendek. Jalur kedua melalui Jalan Sultan Alauddin sebelum menuju Poros Malino. Total jarak dari Makassar sekitar 35 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 90 menit.
Dari pusat Kabupaten Gowa di Sungguminasa, jaraknya lebih dekat, sekitar 25 kilometer dengan waktu tempuh sekitar 60 menit. Kendaraan roda dua maupun roda empat bisa masuk, meskipun Kawan perlu berhati-hati karena lebar jalan hanya muat dua kendaraan dan di beberapa bagian kondisi jalan lembab terutama saat musim hujan.
Jam Operasional dan Harga Tiket
Hutan Pinus Bissoloro buka 24 jam setiap hari. Tiket masuk kawasan Hutan Pinus Bissoloro sekitar Rp5.000 di hari biasa dan Rp10.000 di akhir pekan. Untuk area kemah Suaraka Tinambung, tiket masuknya Rp25.000 di hari kerja dan Rp35.000 di akhir pekan. Bagi yang tidak membawa tenda sendiri, tersedia penyewaan tenda dengan biaya Rp100.000 hingga Rp135.000 per malam.
Di kawasan ini tersedia warung makan, kedai kopi dengan harga mulai Rp8.000 hingga Rp15.000, serta menu makanan ringan hingga mi goreng dan mi kuah untuk menghangatkan badan di malam hari.
Ayo Berkunjung ke Hutan Pinus Bissoloro!
Bissoloro cocok untuk Kawan GNFI yang ingin kabur sebentar dari kota tanpa harus pergi jauh. Datang sore untuk mengejar matahari terbenam dari ketinggian, atau rencanakan bermalam agar bisa menikmati pemandangan lampu kota Makassar di malam hari dan udara pagi pegunungan keesokan harinya. Bawa jaket, karena begitu matahari turun, udaranya terasa cukup dingin.
Jadi, kapan Kawan mau berkunjung ke Hutan Pinus Bissoloro?
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


