air terjun takapala mencari pelangi dan tempat meminta di dataran tinggi malino - News | Good News From Indonesia 2026

Air Terjun Takapala, Mencari Pelangi dan "Tempat Meminta" di Dataran Tinggi Malino

Air Terjun Takapala, Mencari Pelangi dan "Tempat Meminta" di Dataran Tinggi Malino
images info

Dok. smartcity.gowakab.org


Di kawasan dataran tinggi Malino, Kabupaten Gowa, ada air terjun yang sudah lama jadi tujuan warga Makassar dan sekitarnya ketika ingin sesuatu yang lebih dari sekadar pantai.

Namanya Air Terjun Takapala, terletak di Kelurahan Bontolerung, Kecamatan Tinggimoncong, sekitar 65 kilometer dari pusat Kota Makassar. Tingginya 109 meter, dan curahan airnya yang besar membentuk kolam alami di bawah yang cukup luas untuk berendam, sehingga pengunjung dianjurkan bermain di tepinya saja karena arus di dasar kolam cukup kuat.

Nama Takapala sendiri punya cerita. Dalam bahasa Makassar, "taka" berarti tempat dan "pala" berarti meminta, sehingga Takapala berarti tempat meminta. Masyarakat sekitar meyakini bahwa siapa yang mandi dan berdoa di sini, permintaannya akan terkabul, termasuk soal jodoh. Kepercayaan itu masih hidup sampai sekarang dan menjadi bagian dari cerita yang melekat pada tempat ini.

Satu hal yang cukup unik di Takapala adalah pelangi alami yang kerap muncul di atas kolam sekitar pukul 10.00 hingga 11.00. Percikan air terjun yang bertemu cahaya matahari pagi menciptakan lengkung warna yang terlihat jelas dari tepi kolam.

Tidak setiap hari bisa dipastikan muncul, tetapi cukup sering sehingga banyak pengunjung yang memang sengaja datang pagi hari untuk mengejar momen ini.

 

Sekilas Mengenai Air Terjun Takapala

Air Terjun Takapala berada di kawasan Malino, yang secara keseluruhan terletak di ketinggian 900 hingga 1.500 mdpl di kaki Gunung Bawakaraeng. Kawasan Malino sendiri sudah dikenal lama sebagai destinasi wisata favorit dari Makassar, dengan berbagai pilihan wisata mulai dari Perkebunan Teh Nittoh, Pemandian Lembah Biru, Hutan Wisata Malino, hingga beberapa air terjun, sehingga Takapala adalah yang paling sering dikunjungi di antaranya.

Tebing di sekitar air terjun memiliki corak yang tidak biasa. Batuan hitam menyusun dinding tebing dengan bentuk menyerupai balok yang tersusun terbalik, diselimuti lumut hijau dan tanaman rambat kecil. Suasana di sekitarnya terasa sejuk karena angin yang terbawa oleh percikan air terjun seakan menciptakan gerimis tipis bagi siapa pun yang berdiri di dekatnya.

 

Daya Tarik Utama Air Terjun Takapala

Takapala menarik karena lebih dari sekadar pemandangan air jatuh dari ketinggian.

Kolamnya yang terbentuk secara alami di bawah air terjun cukup besar dan jernih. Kawan bisa bermain air di tepinya, merendam kaki, atau menikmati sensasi gerimis tipis dari percikan air terjun tanpa harus masuk ke tengah kolam. Airnya dingin dan segar, cocok untuk melepas panas setelah perjalanan panjang dari kota.

Pelangi yang muncul di atas kolam sekitar pukul 10 pagi adalah momen yang banyak dicari dan cukup sulit ditemukan di air terjun lain. Posisi matahari dan sudut percikan air terjun menciptakan kondisi yang tepat untuk munculnya pelangi, sehingga ketika hal itu terjadi, pemandangannya cukup membuat orang berhenti sebentar dari aktivitasnya.

Jalur menuju air terjun menyediakan trek yang tidak terlalu sulit. Ada anak tangga yang tersedia untuk pengunjung yang ingin turun lebih dekat ke air terjun, dan jalur trekking lebih panjang tersedia bagi yang ingin menjelajahi kawasan sekitarnya lebih dalam, dengan waktu tempuh sekitar dua hingga tiga jam tergantung rute yang dipilih.

Yang cukup unik dari Takapala adalah cara lain untuk mencapai kawasan ini, yakni dengan menunggang kuda. Ini bukan atraksi yang dipentaskan khusus, melainkan memang tersedia dan cukup populer di kalangan pengunjung yang ingin pengalaman berbeda dari sekadar berjalan kaki.

Setelah puas bermain air, warung di tepi sungai menjual teh dan kopi hangat, serta makanan ringan seperti pisang goreng. Dengan udara pegunungan yang dingin setelah seharian di dekat air terjun, secangkir minuman hangat di tepi sungai menjadi cara yang cukup pas untuk menutup kunjungan.

 

Akses Menuju Air Terjun Takapala

Dari Kota Makassar, perjalanan menuju Air Terjun Takapala ditempuh sekitar dua jam dengan jarak kurang lebih 65 kilometer. Rute yang bisa diambil antara lain melalui Jalan Tun Abdul Razak, Jalan Sultan Alauddin, lalu ke Jalan Poros Pattallassang, Jalan Puncak Tarang, hingga masuk ke kawasan Malino. Dari Kota Malino, lokasi air terjun masih sekitar 6 kilometer lagi dengan jalanan yang berkelok.

Bagi yang menggunakan transportasi umum, bisa berangkat dari Makassar menuju Terminal Sungguminasa, lalu melanjutkan perjalanan ke arah Malino. Dari titik terdekat, tersedia kendaraan sewaan seperti motor atau mobil untuk sampai ke area parkir kawasan air terjun. Kendaraan pribadi roda dua maupun roda empat sama-sama bisa masuk, tetapi Kawan perlu berhati-hati di jalur berkelok menjelang lokasi.

 

Jam Operasional dan Harga Tiket

Air Terjun Takapala buka setiap hari selama 24 jam, meski ada kalanya ditutup sementara karena kondisi tertentu. Tiket masuknya sekitar Rp5.000 hingga Rp10.000 per orang, dengan biaya parkir sekitar Rp2.000 hingga Rp5.000. Di lokasi tersedia fasilitas area parkir, toilet, gazebo, musala, dan warung makan.

Waktu terbaik datang adalah pagi hari, terutama sekitar pukul 10.00 jika ingin melihat pelangi di atas kolam. Hindari akhir pekan dan musim liburan jika ingin suasana yang lebih tenang.

 

Ayo Berkunjung ke Air Terjun Takapala!

Kalau Kawan GNFI sedang merencanakan perjalanan ke kawasan Malino, Air Terjun Takapala layak jadi salah satu titik wajib dalam rute. Datang pagi agar bisa mengejar pelangi di atas kolam, bawa pakaian ganti, dan siapkan alas kaki yang nyaman untuk jalur berbatu di sekitar air terjun. Setelah bermain air, sempatkan minum teh hangat di warung tepi sungai sebelum melanjutkan perjalanan.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Jika Anda tertarik untuk membaca tulisan Muhammad Fazer Mileneo lainnya, silakan klik tautan ini arsip artikel Muhammad Fazer Mileneo.

MF
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.