AIESEC in Unila kembali melanjutkan rangkaian AFL Summer Peak 2026 melalui pelaksanaan Capacity Building 3 yang diselenggarakan di Gedung J FKIP Universitas Lampung. Mengangkat tema “Managing Social Impact Projects with Digital Tools: Planning and Executing Impact Initiatives,” sesi ini difokuskan untuk membantu delegates memahami dasar-dasar pengelolaan proyek sosial sekaligus mempraktikkan penggunaan alat digital dalam proses perencanaan dan kolaborasi tim.
Kegiatan ini dihadirkan sebagai respons terhadap tantangan yang masih sering dihadapi banyak anak muda dalam mengelola sebuah inisiatif sosial. Tidak sedikit delegates yang memiliki ide dan semangat besar untuk menciptakan dampak di lingkungan sekitar, namun masih mengalami kesulitan dalam menyusun sistem kerja yang terstruktur, membagi peran dalam tim, hingga mengelola proyek secara lebih terorganisir.
Melalui Capacity Building 3, delegates diajak memahami bahwa sebuah proyek sosial tidak hanya membutuhkan ide yang baik, tetapi juga perencanaan yang jelas, komunikasi tim yang efektif, serta pemanfaatan teknologi yang mendukung proses kerja secara kolaboratif. Kehadiran sesi ini diharapkan dapat membantu peserta membangun pola kerja yang lebih terarah dalam menjalankan berbagai inisiatif sosial di masa depan.
AIESEC in Unila menghadirkan M. Iqbal Az-Zahir sebagai pembicara utama dalam kegiatan ini. Iqbal merupakan praktisi muda di bidang proyek sosial sekaligus Founder Kenalin Aja, GHAM Jejamo, dan HiPo Lampung. Dalam sesinya, Iqbal membagikan pengalaman mengenai cara mengelola proyek sosial secara lebih terstruktur dan efektif, mulai dari menyusun tujuan proyek hingga membangun sistem kerja tim yang lebih kolaboratif.

Selama sesi berlangsung, delegates diperkenalkan dengan berbagai konsep dasar dalam manajemen proyek sosial, seperti task breakdown, penyusunan timeline, pembagian tanggung jawab tim, hingga pemanfaatan alat digital seperti Notion dan Google Workspace untuk mendukung koordinasi kerja. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif agar peserta dapat lebih mudah memahami penerapan konsep tersebut dalam situasi nyata.
Kegiatan ini dihadiri oleh 97 delegates AFL Summer Peak 2026 dan berlangsung selama 80 menit. Rangkaian sesi terdiri dari pembukaan, penyampaian materi utama, sesi praktik pengerjaan project board, sesi tanya jawab, hingga penutupan. Selain mendengarkan materi, peserta juga diajak langsung mempraktikkan penyusunan rancangan proyek sosial menggunakan alat manajemen digital bersama kelompok masing-masing.
Salah satu fokus utama dalam sesi ini adalah bagaimana delegates dapat memecah ide besar menjadi langkah kerja yang lebih realistis dan terukur. Peserta diajak menyusun timeline sederhana yang mencakup milestones, deliverables, serta pembagian tugas antar anggota tim. Melalui proses tersebut, delegates belajar bagaimana sebuah proyek sosial dapat dikelola secara lebih profesional dan terorganisir.
Sebagai hasil akhir dari sesi ini, masing-masing kelompok delegates menghasilkan sebuah Social Impact Project Board menggunakan alat digital pilihan mereka. Output tersebut menjadi bentuk praktik nyata peserta dalam merancang serta mengelola inisiatif sosial secara kolaboratif selama kegiatan berlangsung.
Selain menghadirkan sesi pembelajaran, kegiatan ini juga didukung oleh There Is Glee dan Lex Coffee sebagai mitra pendukung dalam pelaksanaan Capacity Building 3 AFL Summer Peak 2026. There Is Glee merupakan café gluten free pertama di Bandar Lampung yang menghadirkan konsep makanan lebih sehat dengan suasana nyaman untuk belajar dan berdiskusi. Sementara itu, Lex Coffee turut mendukung kegiatan melalui penyediaan dessert, makanan untuk speaker, serta minuman bagi panitia dan tim Rewards and Recognition selama sesi berlangsung. Dukungan dari kedua mitra tersebut turut membantu menciptakan suasana kegiatan yang lebih nyaman, produktif, dan mendukung proses pembelajaran delegates selama Capacity Building 3 berlangsung.
Atiqah Ghina Zikrillah, salah satu delegates AFL Summer Peak 2026, mengungkapkan bahwa suasana kegiatan terasa menyenangkan karena peserta dapat berdiskusi dan berinteraksi dengan delegates dari kelompok lain. “Menurut aku sesi ini seru karena vibes-nya suportif banget buat diskusi. Materi dari speaker juga membuka banyak insight baru soal cara mengelola proyek sosial,” ujarnya.
Kesan positif lainnya juga disampaikan oleh Chelsea Ratu Olivia Ma yang merasa sesi berlangsung aktif dan tidak membosankan dari awal hingga akhir kegiatan. “Penyampaian materinya santai tapi tetap mudah dipahami. Selain itu, games dan interaksi selama sesi juga bikin peserta jadi lebih aktif dan akrab satu sama lain,” katanya.
Melalui Capacity Building 3 ini, AIESEC in Unila berharap delegates AFL Summer Peak 2026 dapat mengembangkan kemampuan manajemen proyek sosial, membangun pola kerja kolaboratif, serta memanfaatkan teknologi digital secara lebih efektif untuk menciptakan inisiatif sosial yang berdampak di lingkungan sekitar.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


