Sliduran adalah salah satu permainan tradisional yang berasal dari daerah Jawa Tengah. Bagi Kawan yang berasal dari Jawa Tengah, apakah pernah memainkan permainan tradisional ini sebelumnya?
Dulunya sliduran menjadi salah satu alternatif sarana hiburan bagi anak-anak di sela waktu luang. Permainan tradisional yang mesti dimainkan oleh banyak pemain ini bisa meningkatkan interaksi anak-anak yang ikut bermain bersama.
Seiring berjalannya waktu, keberadaan permainan tradisional, seperti halnya sliduran sudah mulai jarang dijumpai di tengah masyarakat. Kemajuan teknologi dan informasi yang berkembang saat ini memberikan banyak alternatif hiburan lain yang bisa dimanfaatkan oleh anak-anak untuk mengisi waktu luang mereka.
Belum lagi ketersediaan ruang terbuka, khususnya di kota-kota besar yang sudah tidak sebanyak dulunya. Beberapa faktor ini turut memengaruhi keberadaan permainan tradisional di tengah masyarakat.
Meskipun demikian, bukan berarti keberadaan permainan tradisional ini bisa hilang begitu saja. Kita bisa terus menjaga wawasan terkait permainan tradisional ini.
Siapa tahu, di masa yang akan datang banyak generasi muda yang tertarik dan mencoba untuk memainkan permainan tradisional tersebut. Lantas bagaimana penjelasan lebih lanjut terkait permainan tradisional sliduran?
Mengenal Permainan Tradisional Sliduran
Sliduran adalah salah satu permainan tradisional yang berasal dari daerah Jawa, khususnya Jawa Tengah. Secara umum, permainan tradisional ini mirip dengan ular naga yang bisa dijumpai di beberapa daerah lain di Indonesia.
Meskipun demikian, terdapat sedikit perbedaan antara kedua permainan tradisional tersebut. Perbedaan antara sliduran dengan ular naga terletak pada lagu yang dinyanyikan saat proses bermainnya.
Dikutip dari buku Andreas Supriyono yang berjudul Serunya Permainan Tradisional Anak Zaman Dulu, lagu yang digunakan dalam permainan sliduran menggunakan bahasa Jawa. Adapun lirik lagu dalam permainan tradisional ini adalah.
"Slidur slidur.
Moncak mancik mangan bubur.
Slidur slidur.
Moncak mancik mangan bubur."
Selain lirik lagu yang digunakan, proses bermain antara sliduran dan ular naga tidak jauh berbeda antara satu sama lain.
Persiapan Sebelum Bermain
Tidak banyak persiapan yang perlu dilakukan oleh anak-anak yang ingin memainkan permainan ini. Terlebih tidak ada alat bantu yang digunakan dalam proses bermain nantinya.
Setiap anak hanya perlu mengumpulkan teman-temannya untuk bermain sliduran. Dibutuhkan setidaknya 10 orang pemain untuk memainkan pemainan tradisional dari Jawa Tengah tersebut.
Setelah itu, semua pemain bisa menyepakati arena tempat bermain. Biasanya permainan ini dimainkan di area terbuka, seperti lapangan, pekarangan rumah, dan sejenisnya.
Cara dan Proses Bermain
Permainan sliduran bisa langsung dimulai ketika semua pemain sudah berkumpul. Pada awalnya, semua pemain bisa menunjuk dua orang yang bertugas untuk menangkap pemain lainnya.
Dua orang ini nantinya akan membentuk terowongan dengan berpegangan tangan. Sementara itu, pemain lainnya yang tersisa akan membentuk barisan memanjang seperti ular dengan memegang teman di depannya.
Setelah itu, pemain yang membentuk barisan ini akan berjalan melewati terowongan sambil menyanyikan lagu bersama. Nantinya pemain yang bertugas sebagai terowongan akan menangkap pemain ketika lagu berakhir.
Nantinya pemain yang ditangkap akan dibagi menjadi dua kelompok dan berdiri di belakang pemain yang bertugas sebagai terowongan. Ketika semua pemain sudah tertangkap, maka proses bermain akan berlanjut pada tahapan berikutnya.
Pada tahap ini, kedua kelompok akan tarik tambang dengan menarik tangan antara satu sama lain. Pemenang dalam permainan ini nantinya akan ditentukan oleh kelompok yang berhasil memenangkan tarik tambang tersebut.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


