gelar ceedership x lc8lc aiesec in president university satukan 8 local community se jabodetabek - News | Good News From Indonesia 2026

CEEDership X LC8LC Perkuat Kolaborasi Internasional AIESEC Jabodetabek

CEEDership X LC8LC Perkuat Kolaborasi Internasional AIESEC Jabodetabek
images info

CEEDership X LC8LC Perkuat Kolaborasi Internasional AIESEC Jabodetabek


Pada 1 Mei 2026, AIESEC in President University menjadi tuan rumah kegiatan kolaboratif bertajuk CEEDership X LC8LC yang mempertemukan delapan Local Committee AIESEC dari wilayah Jabodetabek. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi wawasan mengenai pertukaran budaya dan pengembangan program kepemudaan internasional bersama perwakilan AIESEC dari India dan Malaysia.

Delegasi yang hadir berasal dari AIESEC Universitas Indonesia, Institut Pertanian Bogor (IPB), Bina Nusantara (BINUS), Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Universitas Negeri Jakarta (UNJ), UPN Veteran Jakarta (UPNVJ), Prasetiya Mulya, dan President University sebagai penyelenggara acara.

Pertemuan lintas kampus ini menjadi wadah bagi para anggota AIESEC untuk memperluas jejaring sekaligus memperkuat kolaborasi antarorganisasi di tingkat regional maupun internasional.

Melalui kegiatan ini, para peserta tidak hanya membangun relasi antarkampus, tetapi juga memperluas pemahaman mengenai dinamika program Global Volunteer yang dijalankan AIESEC di berbagai negara.

Kehadiran dua perwakilan internasional, Guruday dari AIESEC in India dan Aymen dari AIESEC in Malaysia, menjadi kesempatan bagi peserta untuk mempelajari strategi pengelolaan program Global Volunteer dari perspektif negara masing-masing.

baca juga

Dalam sesi diskusi utama, Guruday dan Aymen membagikan pengalaman dalam mengembangkan program incoming Global Volunteer (iGV), yaitu program relawan internasional yang menerima peserta dari luar negeri. Keduanya menyoroti pentingnya membangun pengalaman pertukaran yang tidak hanya berfokus pada administrasi program, tetapi juga pada hubungan jangka panjang dengan para peserta.

Understanding our local wisdom and cultural uniqueness is what truly shaped the identity of Global Volunteer leadership” ujar Guruday dalam sesi pemaparan budaya dan kepemimpinan global.

Selain membahas strategi operasional program, peserta juga diajak mengenal budaya India dan Malaysia melalui presentasi interaktif mengenai nilai budaya, kebiasaan masyarakat, serta pendekatan lokal dalam menjalankan program relawan internasional. Sesi tersebut memberikan gambaran mengenai bagaimana latar budaya dapat memengaruhi cara organisasi membangun komunikasi dan pengalaman pertukaran bagi para peserta.

Suasana kegiatan berlangsung dinamis ketika peserta memasuki sesi Upscale, forum diskusi terbuka yang membahas tantangan pelaksanaan program incoming dan outgoingGlobal Volunteer. Dalam sesi tersebut, anggota AIESEC dari berbagai kampus menyampaikan pertanyaan terkait strategi pemasaran program, pengembangan kolaborasi antarorganisasi, hingga cara meningkatkan pengalaman peserta pertukaran.

Aymen menekankan pentingnya kolaborasi untuk memperluas dampak program yang dijalankan AIESEC.

We need to have a more marketing effort, especially in terms of collaboration as an entity and by doing so, we can possibly ensure that our exchange products deliver a visible and broader impact to society” kata Aymen.

Diskusi berlangsung secara interaktif dengan berbagai pertukaran ide mengenai pengembangan program kepemudaan internasional. Para peserta juga membahas tantangan dalam membangun keberlanjutan program pertukaran, termasuk menjaga hubungan dengan peserta setelah program selesai dilaksanakan.

Tidak hanya berfokus pada diskusi formal, kegiatan ini juga menghadirkan sesi kebersamaan khas AIESEC melalui roll dance yang diikuti seluruh peserta. Aktivitas tersebut menjadi sarana untuk membangun kedekatan antarpeserta sekaligus menciptakan suasana yang inklusif dan interaktif di tengah keberagaman latar budaya dan institusi.

baca juga

Melalui CEEDership X LC8LC, AIESEC in President University menunjukkan bagaimana kolaborasi antarkampus dapat menjadi wadah pertukaran pengetahuan, budaya, dan pengalaman kepemimpinan di tingkat internasional. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat sinergi antaranggota AIESEC di Indonesia sekaligus meningkatkan kualitas pelaksanaan program di masing-masing local committee.

Di tengah berkembangnya kebutuhan akan pemimpin muda yang adaptif dan memiliki perspektif global, inisiatif seperti CEEDership X LC8LC menjadi salah satu upaya untuk memperkuat jejaring internasional dan mendorong mahasiswa Indonesia agar lebih aktif dalam kolaborasi lintas budaya.

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

AI
KG
AA
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.