AIESEC in Unila kembali melanjutkan rangkaian AFL Summer Peak 2026 melalui pelaksanaan Capacity Building 2 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom.
Mengangkat topik “Professional Communication for Opportunities: Presenting Your Ideas, Skills, and Initiatives with Confidence”, sesi ini difokuskan untuk membantu delegates meningkatkan kemampuan komunikasi profesional sekaligus membangun rasa percaya diri dalam menyampaikan ide dan gagasan.
Di tengah berkembangnya berbagai peluang bagi anak muda, kemampuan komunikasi menjadi salah satu hal penting yang perlu dimiliki, baik dalam lingkungan akademik, organisasi, maupun dunia profesional.
Namun, masih banyak pemuda yang merasa ragu untuk berbicara di depan umum, menyampaikan pendapat, ataupun menunjukkan kemampuan mereka karena kurangnya rasa percaya diri dan pengalaman dalam berkomunikasi secara profesional.
Melalui Capacity Building 2, delegates diajak untuk memahami bahwa komunikasi bukan hanya tentang berbicara. Namun, juga tentang bagaimana seseorang dapat menyampaikan ide secara terstruktur, membangun koneksi dengan orang lain, dan menunjukkan nilai yang mereka miliki dengan lebih percaya diri.
Sesi ini juga menjadi ruang bagi peserta untuk belajar menghadapi tantangan komunikasi yang sering ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menghadirkan Muhammad Sami Arkan sebagai pembicara utama. Ia merupakan CEO Maju Bersama Osis sekaligus Founder Pelajar SDGs yang aktif membagikan edukasi mengenai pengembangan diri dan kepemimpinan anak muda.
Dalam pemaparannya, Sami menjelaskan pentingnya kemampuan komunikasi profesional sebagai bekal untuk menghadapi berbagai peluang, mulai dari kegiatan organisasi, proyek sosial, hingga kesempatan internship di masa depan.
Suasana sesi berlangsung aktif dan interaktif sejak awal kegiatan dimulai. Delegates tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga dilibatkan dalam berbagai aktivitas seperti sesi diskusi, ice breaking, dan interactive session yang membuat suasana pembelajaran terasa lebih santai, tetapi tetap fokus.
Pendekatan tersebut membantu peserta merasa lebih nyaman untuk menyampaikan pendapat dan terlibat selama sesi berlangsung.
Salah satu bagian yang paling menarik perhatian peserta adalah challenge session, di mana delegates diberikan studi kasus mengenai pengelolaan social project.
Dalam sesi tersebut, beberapa peserta diminta untuk mempraktikkan secara langsung cara menyampaikan ide, solusi, dan inisiatif mereka di depan peserta lain. Melalui praktik tersebut, delegates belajar bagaimana membangun komunikasi yang jelas, terstruktur, dan mudah dipahami.
Tidak hanya itu, speaker juga memberikan feedback secara langsung terkait cara penyampaian, struktur ide, hingga rasa percaya diri peserta saat berbicara. Hal tersebut membuat suasana sesi terasa lebih hidup karena delegates tidak hanya menerima materi, tetapi juga mendapatkan kesempatan untuk mencoba dan mengevaluasi kemampuan komunikasi mereka secara langsung.
Delegates AFL Summer Peak 2026 yang mengikuti kegiatan ini merupakan mahasiswa berusia 18–21 tahun dari berbagai latar belakang akademik yang memiliki minat tinggi terhadap pengembangan diri dan kepemimpinan.
Kehadiran sesi ini diharapkan dapat membantu peserta menjadi lebih percaya diri dalam menyampaikan ide dan berani mengambil peluang di berbagai lingkungan.
Bagi para delegates, sesi ini memberikan pengalaman belajar yang tidak hanya informatif, tetapi juga relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari.
Elisabeth Yulyanti Gultom, salah satu delegates AFL Summer Peak 2026, mengungkapkan bahwa suasana kegiatan terasa nyaman dan interaktif sehingga peserta lebih mudah memahami materi yang disampaikan.
“Menurut aku vibes-nya dapet banget karena interaksi antara pemateri dan peserta nggak terasa kaku sama sekali. Penyampaiannya juga santai tapi tetap ngena, jadi gampang dipahami dan bikin aku makin kebuka insight soal komunikasi di depan banyak orang,” ujarnya.
Elisabeth juga menambahkan bahwa sesi tersebut terasa lebih menarik karena peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga diajak aktif berdiskusi dan berpikir bersama selama kegiatan berlangsung.
Pengalaman serupa juga dirasakan oleh Risha Revia Rozdiana yang menilai kegiatan berlangsung menyenangkan dan memberikan banyak pembelajaran baru bagi peserta.
“Menurut aku CB 2 enjoyable banget karena guest star dan OCs-nya jelas dalam menjelaskan materi. Overall aku tetap enjoy sama sesinya dan belajar banyak hal baru soal komunikasi profesional dan cara menyampaikan ide dengan lebih percaya diri,” katanya.
Melalui Capacity Building 2 ini, AIESEC in Unila berharap delegates AFL Summer Peak 2026 dapat terus mengembangkan kemampuan komunikasi mereka, membangun rasa percaya diri, serta lebih berani menunjukkan ide dan potensi yang dimiliki dalam berbagai kesempatan di masa depan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


