Panitia Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) mencatat ada 251.991 peserta pendaftar KIP Kuliah pada SNBT 2026. Dari jumlah itu, sebanyak 86.118 peserta berhasil lolos SNBT di berbagai perguruan tinggi negeri (PTN).
Artinya, sekitar sepertiga pendaftar KIP Kuliah berhasil diterima melalui jalur SNBT tahun ini.
“Yang diterima (KIP) itu 86.118. Artinya 33,59 persen yang lulus SNBT dari pendaftar KIP Kuliah,” ujar Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB 2026, Prof. Eduart Wolok, dalam konferensi pers SNBT 2026, Senin (25/5/2026).
Namun, perlu ditekankan bahwa angka tersebut bukan jumlah final penerima bantuan KIP Kuliah yang sudah dipastikan lolos verifikasi.
Data itu menunjukkan jumlah peserta pendaftar KIP Kuliah yang berhasil diterima di PTN lewat SNBT 2026. Setelah lolos kampus, calon mahasiswa masih harus menjalani verifikasi lanjutan dari pihak kampus untuk menentukan status layak atau tidak layak menerima bantuan KIP Kuliah.
Nah, yang menarik, daftar kampus dengan jumlah terbanyak pendaftar KIP Kuliah yang lolos SNBT tahun ini bukan berasal dari kampus-kampus papan atas versi Quacquarelli Symonds World University Rankings (QS WUR) 2026.
Nama seperti Universitas Negeri Surabaya, Universitas Negeri Medan, hingga Universitas Nusa Cendana justru berada di posisi teratas. Sebagian besar kampus tersebut berada di luar kota metropolitan.
Unesa Jadi Kampus dengan Pendaftar KIP Kuliah Lolos SNBT Terbanyak
Universitas Negeri Surabaya menjadi PTN akademik dengan jumlah pendaftar KIP Kuliah terbanyak yang lolos SNBT 2026, yakni 3.107 peserta.
Di bawahnya ada Universitas Negeri Medan dengan 3.060 peserta dan Universitas Negeri Padang sebanyak 2.705 peserta.
Dominasi kampus berbasis pendidikan juga cukup terlihat dalam daftar ini. Hal tersebut menunjukkan jurusan pendidikan dan kampus eks-LPTK masih menjadi pilihan banyak calon mahasiswa dari keluarga prasejahtera.
Daftar PTN Akademik dengan Pendaftar KIP Kuliah Terbanyak yang Lolos SNBT 2026
1. Universitas Negeri Surabaya — 3.107 peserta
2. Universitas Negeri Medan — 3.060 peserta
3. Universitas Negeri Padang — 2.705 peserta
4. Universitas Negeri Makassar — 2.576 peserta
5. Universitas Lampung — 2.209 peserta
6. Universitas Nusa Cendana — 1.959 peserta
7. Universitas Tadulako — 1.946 peserta
8. Universitas Negeri Malang — 1.905 peserta
9. Universitas Pendidikan Indonesia — 1.887 peserta
10. Universitas Sultan Ageng Tirtayasa — 1.736 peserta
Kampus Vokasi Juga Banyak Diminati Pendaftar KIP Kuliah
Selain PTN akademik, kampus vokasi juga menjadi tujuan banyak pendaftar KIP Kuliah pada SNBT 2026.
Kampus vokasi dikenal lebih menitikberatkan praktik dibanding teori. Karena itu, banyak calon mahasiswa memilih jalur ini karena dinilai lebih cepat terhubung dengan dunia kerja.
Politeknik Negeri Lampung menjadi kampus vokasi dengan jumlah pendaftar KIP Kuliah lolos SNBT terbanyak, yakni 1.028 peserta.
Posisi berikutnya ditempati Politeknik Negeri Jember dan Politeknik Negeri Malang.
Daftar PTN Vokasi dengan Pendaftar KIP Kuliah Terbanyak yang Lolos SNBT 2026
1. Politeknik Negeri Lampung — 1.028 peserta
2. Politeknik Negeri Jember — 927 peserta
3. Politeknik Negeri Malang — 759 peserta
4. Politeknik Negeri Kupang — 690 peserta
5. Politeknik Negeri Sriwijaya — 630 peserta
6. Politeknik Negeri Medan — 558 peserta
7. Politeknik Negeri Padang — 506 peserta
8. Politeknik Negeri Lhokseumawe — 496 peserta
9. Politeknik Negeri Pontianak — 477 peserta
10. Politeknik Negeri Samarinda — 381 peserta
Pemerintah Kini Gunakan DTSEN untuk Seleksi KIP Kuliah
Tahun ini pemerintah mulai menggunakan DTSEN atau Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional sebagai dasar penentuan penerima KIP Kuliah.
DTSEN merupakan basis data nasional yang dipakai pemerintah untuk memetakan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat agar bantuan lebih tepat sasaran.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Brian Yuliarto, mengatakan penggunaan DTSEN membuat proses penyaluran KIP Kuliah lebih akurat.
“KIP Kuliah akan jauh lebih tepat sasaran karena betul-betul akan menyasar mereka yang tidak mampu,” kata Brian.
Dalam DTSEN, prioritas penerima berasal dari kelompok desil 1 sampai 4. Istilah desil mengacu pada pengelompokan masyarakat berdasarkan tingkat ekonomi. Desil 1 merupakan kelompok ekonomi paling rendah, sedangkan desil 10 paling tinggi.
Artinya, KIP Kuliah diprioritaskan untuk 40 persen masyarakat dengan kondisi ekonomi terbawah.
Meski begitu, peserta yang sudah lolos SNBT masih harus mengikuti verifikasi lanjutan dari kampus masing-masing untuk menentukan status eligible atau layak menerima bantuan KIP Kuliah.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


