AIESEC in UIN Jakarta kembali menghadirkan rangkaian pengembangan kepemimpinan dalam program AIESEC Future Leaders (AFL) Summer Peak 2026 melalui kegiatan Capacity Building 2 yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Minggu, 3 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk memperkuat kemampuan problem solving, membangun pola pikir strategis, serta meningkatkan efektivitas kerja sama tim dalam menghadapi berbagai tantangan.
Capacity Building 2 diikuti oleh AFL Delegates, coaches, dan panitia internal AIESEC in UIN Jakarta sebagai bagian dari proses pengembangan leadership peserta selama program berlangsung. Berbeda dari sesi sebelumnya, kegiatan kali ini lebih berfokus pada bagaimana peserta dapat mengolah cara berpikir yang lebih terstruktur dalam menyusun solusi dan mengambil keputusan secara kolaboratif.
Kegiatan dibuka melalui sesi check-in interaktif yang membantu membangun suasana positif dan kedekatan antar peserta. Melalui sesi tersebut, delegates saling berbagi pengalaman mengenai tantangan yang pernah mereka hadapi ketika bekerja di dalam tim, mulai dari proses komunikasi hingga perbedaan cara pandang dalam menyelesaikan masalah bersama.
Pada speaker session, Fahmi Azhar Alfairuz membawakan materi mengenai pentingnya strategic thinking dalam proses pengambilan keputusan. Ia menjelaskan bahwa kemampuan berpikir strategis tidak hanya berkaitan dengan perencanaan, tetapi juga kemampuan memahami kondisi, membaca peluang, dan menentukan langkah yang paling efektif dalam mencapai tujuan.
Peserta juga diajak memahami bagaimana proses collaborative problem solving dapat membantu tim menemukan solusi yang lebih relevan dan berkelanjutan. Dalam sesi tersebut, pembicara menekankan pentingnya komunikasi terbuka, kemampuan mendengarkan perspektif lain, serta keberanian untuk beradaptasi di tengah dinamika kerja tim.
Tidak hanya menerima materi, peserta turut terlibat aktif dalam sesi group discussion berbasis studi kasus. Setiap kelompok diberikan kesempatan untuk menganalisis permasalahan dan menyusun solusi bersama berdasarkan sudut pandang masing-masing anggota tim. Aktivitas ini menjadi ruang praktik bagi peserta untuk mengembangkan kemampuan komunikasi, teamwork, serta decision making secara langsung.
Diskusi berlangsung dinamis dengan berbagai ide dan pendekatan solusi yang disampaikan oleh masing-masing kelompok. Melalui sesi presentasi hasil diskusi, peserta belajar bahwa penyelesaian masalah memerlukan proses kolaboratif yang melibatkan pemikiran kritis, pembagian peran yang jelas, serta kemampuan menyatukan berbagai perspektif dalam tim.
Selain menjadi wadah pengembangan pola pikir strategis, Capacity Building 2 juga menjadi langkah awal peserta dalam mempersiapkan Project ARC yang akan dikembangkan secara berkelompok selama AFL Summer Peak 2026 berlangsung. Pada sesi announcement, peserta mendapatkan penjelasan mengenai tahapan awal Project ARC Phase 1, termasuk penyusunan problem statement dan pengelolaan kerja tim dalam pengembangan proyek sosial mereka.
Panitia turut mengingatkan peserta mengenai agenda lanjutan AFL Summer Peak 2026, seperti coaching session, survei awal, dan review handbook AFL yang akan mendukung proses pembelajaran peserta selama program berjalan.

Menjelang akhir kegiatan, peserta mengikuti sesi refleksi bersama kelompok masing-masing untuk membagikan insight dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan berlangsung. Suasana reflektif tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk mengevaluasi proses belajar mereka sekaligus memperkuat hubungan antar delegates.
Salah satu peserta AFL, Aziz, menyampaikan bahwa kegiatan ini membantunya memahami pentingnya melihat suatu tantangan dari sudut pandang yang lebih luas. Menurutnya, proses diskusi kelompok memberikan pengalaman baru mengenai bagaimana solusi terbaik dapat muncul melalui pertukaran ide dan kolaborasi tim.
Pendapat serupa juga disampaikan oleh Aina yang merasa bahwa kegiatan ini menghadirkan pengalaman belajar yang lebih aplikatif dan interaktif. Ia menilai bahwa proses diskusi kelompok membuat peserta tidak hanya memahami materi secara teori, tetapi juga belajar menerapkannya langsung dalam proses kerja sama tim.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap partisipasi peserta, panitia juga mengumumkan sesi Reward and Recognition bagi delegates yang aktif selama rangkaian kegiatan AFL sebelumnya. Penghargaan Post-Activity CB1 diberikan kepada Anggun Machda atas kontribusi dan keterlibatannya selama program berlangsung.
Kegiatan kemudian ditutup melalui sesi dokumentasi bersama sebagai penutup rangkaian Capacity Building 2.
Melalui kegiatan ini, AIESEC in UIN Jakarta berharap peserta mampu mengembangkan pola pikir strategis, meningkatkan kemampuan kolaborasi, serta membangun keterampilan problem solving yang dapat diterapkan dalam lingkungan organisasi maupun kehidupan sehari-hari.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program lainnya, ikuti Instagram @growthenabler.uinjkt atau bergabung melalui bit.ly/CommunityAIESECinUINJakarta.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


