Hari Raya Iduladha menjadi salah satu momen penting bagi umat Islam yang diperingati setiap tanggal 10 Zulhijah. Pada tahun ini, Hari Raya Iduladha jatuh pada Rabu, 27 Mei 2026.
Selain identik dengan ibadah kurban, Iduladha juga diawali dengan pelaksanaan salat Id berjamaah yang biasanya digelar di masjid maupun lapangan terbuka sejak pagi hari. Tak heran, banyak umat Muslim mulai mencari informasi mengenai waktu pelaksanaan hingga tata cara salat Iduladha menjelang hari raya tiba.
Salat Iduladha sendiri merupakan ibadah sunah muakkad yang sangat dianjurkan untuk dikerjakan secara berjamaah. Kawan GNFI, sebelum melaksanakan salat Id nanti, penting juga untuk mengetahui kapan waktu terbaik pelaksanaannya, alasan kenapa salat Iduladha dianjurkan lebih pagi, hingga tata cara pelaksanaannya sesuai sunah.
Jam Berapa Salat Iduladha Biasanya Dilaksanakan?
Salat Iduladha umumnya dilaksanakan pada pagi hari setelah matahari terbit. Dalam praktik di Indonesia, kebanyakan salat Id dimulai sekitar pukul 06.00 hingga 07.00 pagi, tergantung kondisi wilayah dan waktu terbit matahari setempat.
Menurut penjelasan ulama Syafi’iyyah yang dikutip NU Online, waktu pelaksanaan salat Id dimulai sejak matahari terbit hingga sebelum tergelincirnya matahari atau masuk waktu Zuhur. Namun, waktu yang paling utama adalah ketika matahari sudah naik setinggi satu tombak setelah terbit.
Selain penjelasan tersebut, terdapat pendapat lain mengenai waktu salat Id dilaksanakan. Akan tetapi, seperti yang dilansir pada NU Online, mayoritas ulama Syafi’i sepakat akhir waktu salat Id adalah saat matahari tergelincir dan awal salat Id ada yang berpendapat ketika matahari terbit, ada juga yang berpendapat ketika matahari sudah naik.
Mengapa Salat Iduladha Perlu Disegerakan?
Salat Iduladha dianjurkan dilaksanakan lebih awal dibandingkan salat Idulfitri. Hal ini memiliki hikmah dan alasan syariat tersendiri. NU Online menjelaskan bahwa pada Iduladha, umat Islam disunahkan menyegerakan salat agar setelahnya masyarakat punya waktu lebih panjang untuk melaksanakan penyembelihan hewan kurban.
Sementara itu, pada Idulfitri justru disunahkan sedikit mengakhirkan salat Id. Tujuannya agar umat Islam berkesempatan lebih luas untuk membayarkan zakat fitrah sebelum pelaksanaan salat Id dimulai.
Dalam kitab Al-Bayan fi Madzhabil Imamis Syafi’i dijelaskan bahwa Rasulullah SAW menganjurkan agar salat Idulfitri diakhirkan sedikit, sedangkan salat Iduladha dipercepat pelaksanaannya. Hal ini berkaitan dengan sunah penyembelihan kurban yang dilakukan setelah salat Id selesai.
Tata Cara Sholat Iduladha
Sholat Iduladha dilaksanakan sebanyak dua rakaat dan dianjurkan dilakukan secara berjamaah di masjid, musala, atau lapangan terbuka. Meski demikian, salat ini juga boleh dilakukan sendiri apabila tertinggal jamaah. Berikut tata cara salat Iduladha:
Membaca niat salat Iduladha.
Salat id didahului niat yang jika dilafalkan. Niat ditambah “imâman” kalau menjadi imam, dan “makmûman” kalau menjadi makmum.
أُصَلِّيْ سُنَّةً لعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ (مَأْمُوْمًا/إِمَامًا) لِلّٰهِ تَعَـــالَى
“ushallî sunnatan li ‘îdil adlhâ rak'taini makmûman/imâman lillahi ta’ala”
Artinya: “Aku berniat salat sunah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta’ala.”
Takbiratul ihram.
Membaca doa iftitah.
Pada rakaat pertama membaca takbir tambahan sebanyak tujuh kali.
Di sela-sela takbir dianjurkan membaca
اللهُ أَكْبَرُ كَبِيرًا، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ كَثِيرًا، وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيلًا
Artinya: “Allah Mahabesar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Mahasuci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Atau boleh juga membaca:
سُبْحَانَ اللهِ وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ وَلاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ
Artinya: “Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Mahabesar.”
Kemudian membaca Al-fatihah dan dianjurkan membaca surat Al-A’la pada rakaat pertama.
Melanjutkan gerakan salat seperti biasa hingga berdiri untuk rakaat kedua.
Pada rakaat kedua membaca takbir tambahan sebanyak lima kali dan disela-sela takbir membaca hal yang sama pada poin 4
Kemudian dilanjut dengan membaca Al-Fatihah dan dianjurkan membaca surat Al-Ghasyiyah pada rakaat kedua.
Menyempurnakan rakaat kedua hingga salam.
Demikianlah penjelasan mengenai salat Iduladha hingga tata cara pelaksanaannya. Dengan memahami tata cara dan sunahnya, Kawan GNFI diharapkan dapat melaksanakan salat Iduladha dengan lebih khusyuk dan sesuai tuntunan.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


