Analisis pangan berperan penting dalam memastikan makanan dan minuman yang beredar di pasaran aman, berkualitas, dan sesuai dengan informasi yang tercantum pada kemasannya. Kawan GNFI saat membeli makanan dan minuman kemasan di toko biasanya hanya mempertimbangkan soal rasa, harga, bentuk kemasan atau mereknya saja.
Namun, pernahkah Kawan berpikir bahwa sebelum produk tersebut dipasarkan dan dikonsumsi oleh masyarakat, produk tersebut harus melalui berbagai pengujian untuk memastikan mutu dan keamanannya?
Disinilah terdapat peran penting ilmuwan pangan dalam kegiatan analisis pangan. Setiap bahan pangan perlu diuji agar bebas dari cemaran berbahaya, memiliki kandungan gizi yang sesuai, dan tetap layak dikonsumsi selama masa simpannya. Oleh karena itu, setiap produk diwajibkan untuk mencantumkan tanggal kadaluarsanya.
Analisis pangan merupakan serangkaian kegiatan pengujian yang dilakukan untuk mengetahui karakteristik, mutu, dan keamanan suatu bahan pangan secara objektif. Pengujian ini dilakukan di laboratorium menggunakan berbagai metode dan peralatan analisis untuk mengidentifikasi atau mengukur komponen yang terkandung dalam makanan. Hasil analisis memberikan informasi penting mengenai komposisi, sifat fisik, sifat kimia, dan kemungkinan adanya kontaminan yang dapat memengaruhi kualitas dan keamanan pangan.
Analisis pangan tidak hanya digunakan untuk memastikan makanan aman dikonsumsi, tetapi juga menjaga kualitas dan kesesuaian informasi yang diterima konsumen. Sebagai contoh, kerenyahan keripik kentang yang Kawan nikmati ternyata tidak hanya bergantung pada proses penggorengan.
Para ilmuwan dan tim pengendalian mutu perlu memastikan kadar air dalam produk berada pada batas yang tepat. Jika kadar air terlalu tinggi, keripik dapat kehilangan kerenyahannya lebih cepat dan kualitasnya menurun selama penyimpanan.
Di sisi lain, informasi kandungan protein yang tercantum pada kemasan susu tinggi protein juga tidak ditentukan berdasarkan perkiraan. Melalui serangkaian analisis laboratorium, kadar protein, lemak, dan zat gizi lainnya diukur secara akurat untuk memastikan kesesuaiannya dengan informasi pada label.
Metode Analisis Pangan
Analisis Kimia
Analisis kimia bertujuan mengetahui kandungan zat yang terdapat dalam suatu produk pangan. Pengujian ini dapat digunakan untuk mengukur kadar air, protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral yang terkandung dalam makanan.
Selain itu, analisis kimia juga berperan dalam mendeteksi zat yang berpotensi membahayakan kesehatan, seperti residu pestisida, logam berat, formalin, atau bahan tambahan pangan yang penggunaannya melebihi batas yang diizinkan. Melalui pengujian ini, informasi nilai gizi pada kemasan dapat disajikan secara lebih akurat dan keamanan produk dapat dipastikan sebelum dipasarkan.
Analisis Fisik
Analisis fisik dilakukan untuk mengevaluasi karakteristik produk yang dapat diamati atau dirasakan oleh konsumen, seperti warna, tekstur, ukuran, kekentalan, dan tingkat kerenyahan. Pengujian ini umumnya menggunakan alat khusus, misalnya colorimeter untuk mengukur warna dan texture analyzer untuk menilai tekstur produk secara objektif. Hasil analisis fisik membantu produsen menjaga konsistensi kualitas sehingga produk yang diterima konsumen memiliki karakteristik yang sama pada setiap proses produksi.
Analisis Mikrobiologi
Analisis mikrobiologi digunakan untuk mendeteksi keberadaan mikroorganisme dalam pangan, seperti bakteri, kapang, dan khamir. Meskipun tidak dapat dilihat dengan mata telanjang, mikroorganisme tertentu dapat menyebabkan keracunan pangan dan berbagai gangguan kesehatan.
Manfaat Analisis Pangan
Menjaga Kualitas Produk Tetap Konsisten
Analisis pangan membantu produsen memastikan setiap produk memiliki kualitas yang seragam pada setiap proses produksi sehingga rasa, tekstur, warna, dan karakteristik lainnya tetap sesuai dengan standar yang telah ditetapkan.
Memastikan Keamanan Pangan
Pengujian dilakukan untuk mendeteksi berbagai cemaran berbahaya, seperti bakteri, logam berat, residu pestisida, dan senyawa toksik lainnya. Hal ini penting untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan akibat pangan yang tidak aman.
Menyediakan Informasi Gizi yang Akurat
Kadar protein, lemak, gula, dan zat gizi lain yang tercantum pada kemasan diperoleh melalui analisis laboratorium. Informasi tersebut membantu konsumen memilih produk sesuai kebutuhan gizinya.
Memenuhi Standar dan Regulasi
Sebelum dipasarkan, produk pangan harus memenuhi ketentuan yang ditetapkan oleh lembaga pengawas seperti BPOM dan SNI. Analisis pangan menjadi salah satu bukti bahwa produk telah memenuhi persyaratan keamanan dan mutu yang berlaku.
Memastikan Keaslian Produk
Analisis pangan dapat mendeteksi adanya pencampuran bahan yang tidak sesuai. Contohnya seperti penambahan air pada susu atau pencampuran minyak kelapa sawit ke dalam minyak zaitun. Pengujian ini membantu melindungi konsumen dari praktik pemalsuan pangan.
Mendukung Inovasi Pangan
Analisis pangan juga berperan dalam pengembangan produk baru dan penyempurnaan proses produksi. Melalui pengujian yang tepat, industri dapat menghasilkan produk yang lebih berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan konsumen.
Dengan demikian, analisis pangan bukan sekadar kegiatan laboratorium, melainkan fondasi yang menjaga kepercayaan antara produsen dan konsumen. Berbagai pengujian yang dilakukan memungkinkan produk pangan memiliki kualitas yang konsisten, aman dikonsumsi, dan menyajikan informasi gizi yang akurat. Tanpa analisis pangan, sulit memastikan bahwa makanan dan minuman yang beredar benar-benar memenuhi standar mutu dan keamanan yang diharapkan masyarakat.
Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News


