agas hewan mungil yang dikenal punya gigitan menyakitkan - News | Good News From Indonesia 2026

Agas, Hewan Mungil yang Dikenal Punya Gigitan Menyakitkan

Agas, Hewan Mungil yang Dikenal Punya Gigitan Menyakitkan
images info

Agas, Hewan Mungil yang Dikenal Punya Gigitan Menyakitkan


Indonesia diketahui sebagai salah satu negara dengan tingkat biodiversitas tertinggi di dunia. Secara geografis, negara ini diapit oleh dua benua dan samudra, yaitu antara Benua Asia dan Australia serta Samudra Hindia dan Pasifik. Melansir balaikliringkehati.kemenlh.go.id, walau wilayah Indonesia hanya meliputi 1,3% permukaan bumi secara keseluruhan, akan tetapi alamnya adalah rumah bagi 10% spesies tumbuhan berbunga, 12% spesies mamalia, 16% dari seluruh kelompok reptil dan amfibi, 17% spesies burung, dan 25% bahkan lebih spesies ikan secara global. Adapun total hutan hujan berjumlah sekitar 1,10 juta kilometer persegi, dengan 26,9 juta hektare diantaranya telah disahkan menjadi taman nasional, cagar alam, suaka margasatwa, dan sebagainya.

Secara geologis, Indonesia dilalui oleh dua jalur pegunungan muda dunia, yaitu Pegunungan Mediterania di sebelah barat dan Pegunungan Sirkum Pasifik di sebelah timur. Dua jalur tersebut menyebabkan Indonesia juga memiliki banyak gunung berapi aktif sehingga kerap disebut sebagai The Pacific Ring of Fire. Muntahan abu vulkanik dari erupsi turut memperbesar peluang berbagai macam tumbuhan, baik yang dapat dimakan atau tidak untuk hidup makin banyak—populasi pelbagai hewan ikut bertambah variasinya akibat kesuburan tanahnya.

Jika berfokus pada hewan tipe serangga, Stork (2018) dalam artikelnya dengan judul “How Many Species of Insects and Other Terrestrial Arthropods Are There on Earth?” menyebut adanya estimasi terbaru akan jumlah populasi terhadap kumbang sekitar 1,5 juta spesies; serangga sekitar 5,5 juta spesies; serta artropoda darat sekitar 7 juta spesies.

Dengan 1 juta serangga yang telah dinamai dalam taksonomi, menunjukkan bahwa 80% masih belum diidentifikasi secara ilmiah, sehingga fokus penelitian perlu dititikberatkan pada taksa yang tidak banyak tereksplorasi seperti umumnya famili Coleoptera, Diptera, dan Hymenoptera berikut sedikitnya pengambilan sampel terkait. Bahkan, dikemukakan adanya pemeriksaan 1.690 spesies Hemiptera yang dikumpulkan dalam satu tahun ekspedisi ke Sulawesi dan diperkirakan sekitar 62,5% merupakan spesies baru. Ini memberikan sinyal aktual yang positif bahwa nyatalah keanekaragaman hayati di bumi Nusantara.

Kali ini, kita akan mempelajari tentang agas, serangga parasit yang tenar dengan gigitannya yang menyakitkan bagi manusia.

baca juga

Apa Itu Agas?

Disitat dari smpn11.bimakota.sch.id (23/10/2025), agas cenderung banyak dijumpai pada daerah tropis yang hangat dan lembap, termasuk di Indonesia. Faktor cuaca merupakan hal yang dinilai ideal bagi serangga ini untuk berkembang biak. Agas mengalami 4 siklus hidup, dimulai dari telur, lalu larva, kepompong, hingga menjadi imago, berlangsung selama 3-4 minggu (metamorfosis sempurna). Adapun usia hidup serangga ini relatif singkat, hanya sekitar 7-10 hari.

Jika melihat klasifikasinya, agas sendiri dibedakan dalam dua jenis, antara lain:

Hewan Agas Penggigit

Serangga dengan tipe ini bisa menggigit manusia dengan rahangnya. Agas jantan biasanya hanya menggigit kulit saja, sedangkan agas betina dapat menggigit serta mengisap darah. Gigitan agas disebut lebih menyakitkan daripada nyamuk. Selain itu, gigitannya juga dianggap berbahaya karena dapat memicu reaksi alergi akibat pengaruh air liurnya.

Menurut pemaparan berbagai sumber, gejala yang akan timbul setelah digigit agas umumnya berupa bintik ruam atau lenting berisi cairan, kemerahan, iritasi kulit, rasa gatal yang intens, hingga perih pada area bekas gigitan. Adapun contoh hewan agas penggigit meliputi biting midges (Ceratopogonidae) dan black flies (Simuliidae). Ditemukan pula jenis agas yang tidak menggigit tetapi lebih berpotensi menularkan penyakit, seperti non-biting midges (Chironomidae) dan moth flies (Psychodidae).

Hewan Agas Jamur

Serangga dengan tipe ini diketahui tidak menggigit manusia. Meskipun begitu, hewan agas jamur dapat merusak jaringan tumbuhan karena bagiannya, terutama pada akar, akan dijadikan sarang dan tempat bertelur. Alhasil, akar menjadi rusak dan metabolisme tumbuhan terganggu. Selain itu, serangga ini mampu menimbulkan penyakit, seperti konjungtivitis dan reaksi alergi apabila bersentuhan atau tertelan oleh manusia. Walau tergolong jarang terjadi, hewan agas jamur bisa menyebabkan infeksi parah atau sepsis.

baca juga

Cara Praktis Menanggulangi Kemunculan Agas

Supaya anggota keluarga tidak diserang oleh agas, Kawan dapat melakukan beberapa langkah berikut:

  • Pastikan rumah dijaga rutin akan kebersihannya, dengan menyapu dan mengepel secara teratur
  • Ganti dan cuci seprai serta alas guling dan bantal minimal setiap minggu
  • Tutup semua tempat penampung air dan musnahkan segala jenis genangan air
  • Gunakan obat nyamuk semprot, bakar, atau oles serta pasang kelambu guna melindungi tubuh saat beristirahat
  • Lakukan fogging secara berkala
  • Pastikan kondisi tanaman di rumah tidak terlalu lembap agar meminimalkan risiko kecenderungan agas berkembang biak

Sebagai tambahan, apabila Kawan tergigit agas, dengan anjuran dokter, Kawan dapat mengonsumsi antihistamin, obat glukokortikoid, antibiotik, maupun salep antibiotik jika ada luka garukan terbuka. Ingat, sebaiknya Kawan tidak menggaruk gigitan agas, karena justru akan menciptakan korengan dan meningkatkan peluang terinfeksi. Cobalah untuk mengusap atau menepuk bagian yang gatal bekas gigitan daripada digaruk. Agar memperoleh penanganan yang lebih mutakhir, jangan segan untuk meminta pertolongan medis.

Itulah informasi seputar agas berikut upaya mengatasi gigitannya. Berhati-hatilah saat berjumpa dengan agas, ya!

Cek berita, artikel, dan konten yang lain di Google News

Artikel ini dibuat oleh Kawan GNFI dengan mematuhi aturan menulis di GNFI. Isi artikel ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Laporkan tulisan.

PR
KG
Tim Editorarrow

Terima kasih telah membaca sampai di sini

🚫 AdBlock Detected!
Please disable it to support our free content.